Gagal

Gagal
52


__ADS_3

"Beneran cincin ini cantik?" Jennie mengangguk.


"Syukurlah memang aku merasa jika cincin ini memang bagus."


"Emangnya kenapa kamu nanya gitu?" Jennie penasaran.


"Karna aku akan membelikan cincin ini untuk JJ, menurut kamu kan cincin ini cantik, mungkin JJ juga akan suka." Ungkap Mark.


Hancur sudah harapan Jennie, Jennie mengira cincin itu untuk pernikahan mereka namun kenyataannya cincin itu untuk JJ. Sudah berharap eh dihempaskan, nasib nasib. Kalo cincin itu beneran untuk pernikahan mereka, artinya Mark masih peduli dengan Jennie, tapi kini semuanya telah terungkap.


'ndak apa apa Jennie kuat.' Batin Jennie.


"JJ pasti suka."


'Begitupula dengan aku' Lanjut Jennie dalam hati.


Mark tersenyum manis dan memanggil pelayan, "ada yang saya bisa bantu kak?" Tanya pelayan itu. Sebenarnya pelayan itu tampak curiga karena Mark yang terus menggunakan masker.


"Maaf kak saya sedikit mencurigai kakak karna memakai masker." Ungkap pelayan itu. Bagaimanapun pelayan itu harus waspada, karna kebanyakan pencuri itu menutupi wajahnya.


"Saya mau membeli cincin pernikahan dengan dia." Mark menunjuk Jennie.


"Bener kakak ini datang dengan anda?" Jennie mengangguk.


"Baiklah jadi apa yang bisa saya bantu tuan?"


"Saya akan membeli cincin ini mbak." Mark menunjuk cincin yang diinginkan Jennie. Pelayan itu mengangguk dan langsung membungkus cincin itu. Jennie menatap lesu cincin yang sebentar lagi ada ditangan wanita lain. Pelayan itu datang dengan kotak berundu yang sangat cantik, Jennie semakin sedih melihat cincin itu sudah dibungkus dengan cantik.

__ADS_1


"Apa lagi yang dibutuhkan tuan?"


"Tidak usah mbak, saya menunggu cincin lainnya."  Mark menjawab dengan menatap wajah pelayan itu, pelayan itu mengerutkan kening karna seperti mengenali wajah Mark. Karna melihat gelagat pelayan itu, Mark langsung menunduk jangan sampai pelayan itu mengenali Mark, bisa gawat nanti.


'Sialan hampir aja.' Batin Mark


"Mbak bisa tanyakan pelayan yang mencari cincin sesuai kriteria saya?" Tanya Jennie karena melihat gelagat Mark yang sudah tidak nyaman.


Pelayan itu tampak menoleh kekanan kiri, "saya akan carikan kak, bentar." Setelah mengatakan itu pelayan itu langsung pergi dari hadapan Jennie.


Pelayan yang tadi pertama datang sudah dihadapan Jennie ditangan pelayan itu banyak cincin. "Ini Kak ada banyak cincin yang seperti maunya kakak." Ucap Pelayan.


Pelayan itu menjejerkan cincin, Jennie menatap cincin cincin itu. Jennie ingin memborong semua cincin tapi kan mau dipakai dijari mana? total jari jari ditangan Jennie kan cuman 10, jumlah cincin yang sekarang menyapa Jennie itu total ada 15 lebih.


"Kamu mau yang mana?" Mark bertanya kepada Jennie.


"Aku tidak bisa memilih cincin."


'Gak bisa? padahal yang pertama bertanya tentang cincin tadi siapa?' Batin Jennie.


Jennie menghembuskan nafas lelah, Mark masih saja dingin dan seperti menjaga jarak dengan Jennie. Bagaimana dengan kabar anaknya jika calon orang tuanya malah seperti ini. Apa Jennie harus blak blakan meminta Mark untuk menerimanya? percuma sudah pasti Mark akan tetap memilih JJ.


"Aku akan memilih ini." Cincin sederhana dengan berlian yang mengelilingi lingkaran cincin tanpa indah. Pasti harganya lebih mahal daripada milik JJ.


'Aku akan membeli cincin yang harganya mahal dan banyak berlian. mumpung semuanya dibeliin Mark. aku harus untung jangan cuman JJ yang untung' Batin Jennie.


Pelayan itu memberikan cincin itu kepada Jennie, "silahkan dicoba kak."

__ADS_1


Jennie mencoba cincin itu dan tampak sekali cantik dijari ramping Jennie, Jennie tersenyum hatinya berbunga bunga.


"Bagaimana kamu suka?,"


"Apa mau ganti yang lain?" Lanjut Mark.


Jennie menggeleng tapi masih menatap cincin yang lainnya, walaupun memang sudah menetapkan hati pada pilihannya tapi cincin yang lain juga mengoda untuk dibeli. Mark menatap wajah cantik Jennie yang kebingungan, karna memang sudah terbiasa berbelanja dengan wanita, Mark tau pasti Jennie tidak bisa menetapkan pada satu pilihan.


"Kamu mau membeli cincin yang lain?" Mark menawarkan. Jennie menoleh kearah Mark dengan tatapan kaget.


"Beneran kamu nawarin cincin ke aku?" Jennie menunjuk dirinya sendiri. Mark mengangguk.


"Beneran?" Jennie tampak meragu. Mark menghela nafas kemudian mengangguk.


Mata Jennie berbinar senyum dibibir Jennie semakin melebar, bukan karena matre tapi mumpung gratisan kenapa gak sekalian. Definisi dikasih jantung minta hati.


"Saya mau mencoba cincin ini mbak." Jennie menunjuk cincin dengan bagian tengah ada bentuk love diisi dengan berlian berwarna pink. Pelayan itu kembali memberi salah satu cincin kepada Jennie. Jennie mencoba cincin itu dan senyum Jennie kembali menggembang.


"Udah?" Jennie mengangguk.


Mark menatap pelayan itu namun sedetik kemudian Mark memutuskan tatapannya takut pelayan itu mengenali Mark. "Jadi berapa semuanya mbak?"


"Bentar yah pak saya akan kasih sertifikat keaslian."


Tidak lama pelayan itu kembali datang kepada Mark, "Semua jadinya dua miliar pak." Jennie melototkan matanya ketika mendengar banyakanya uang yang harus dibayarkan Mark. Semahal apa 3 cincin. Apa Jennie harus menjadi pembantu Mark ketika menikah untuk membayar harga cincin?. Jennie menggeleng geleng untuk menghapus firasat buruknya.


Maaf yah upload lama karna memang sedang sibuk ujian:)

__ADS_1


__ADS_2