
"Aku hanya ingin tahu kabarmu Gabriel."
"Aku baik baik saja kak," "tidak biasa jika kakak menelepon ku dahulu, apa kakak ada masalah?" Kenapa Gabriel sangat peka?.
Jennie tersenyum, "aku memang mempunyai masalah Gabriel."
"Seandainya aku sudah bisa pulang pasti aku akan menenangkan kakak, sayang sekali aku belum diijinkan pulang dari agensi,"
"Apakah kakak ada masalah dengan senior Mark?" Tanya Gabriel.
"Tidak,"
"Aku baru saja bersamanya dipasar malam." Lanjut Jennie.
"Wah! hubungan kalian semakin maju saja." Celutuk Gabriel.
"Tidak, hubungan kami hanya seperti ini ini saja."
"Jangan begitu kak, berdoa saja hubungan kalian ada keajaiban."
"Entahlah aku kurang yakin." Jennie pesimis.
"Kalo begitu aku tutup dulu teleponnya kak, aku harus melanjutkan latihan."
"Terimakasih adikku yang selalu mendengarkan keluhan kakaknya." Gabriel mematikan telepon. Jennie menghela nafas setidaknya hatinya menjadi lebih baik karena telah bercerita dengan Gabreil.
Jennie melangkah meninggalkan pasar malam, Jennie menoleh kearah kanan kiri, mobilnya masih terparkir sepertinya Mark pulang menggunakan taksi. Jennie membuka ponselnya kemudian mengetikan beberapa kata dikeyboard ponsel.
Jennie
Apa kamu sudah sampai gedung agensi Mark?
Pesan Jennie tidak dibaca oleh Mark, Jennie kembali menghela nafas percuma juga Jennie perhatian kepada Mark kalau nanti ujung ujungnya Mark tetap bersama JJ. Jennie hanya sebagai batu loncatan Mark. Jennie menghidupkan mobilnya kemudian meninggalkan pasar malam yang semakin gelap semakin ramai.
Jennie baru saja merebahkan tubuhnya dikasur empuknya. Ponselnya berdering sepertinya ada yang mengirimi Jennie pesan, perasaan Jennie mengatakan jika itu pesan dari Mark. Dugaan Jennie ternyata salah, yang mengirim Jennie pesan adalah Liam.
__ADS_1
Liam
Bagaimana hari mu Jennie?
Jennie menelungkupkan wajahnya dilipatan kedua tangannya, padahal sudah berharap tapi ternyata semesta tak merestui.
Jennie
Baik
Liam kembali mengetikan pesan untuk Jennie.
Liam
Besok kamu ada waktu? Sabrina ingin bertemu dengan mu
Jennie sedang mengingat ingat apakah besok Jennie sibuk? sepertinya tidak.
Jennie
Liam yang sedang memperhatikan ponselnya tersenyum, Sabrina yang berada disamping Liam ikut tersenyum. "Paman Liam tersenyum kenapa?" Tanya Sabrina polos.
Liam menunduk kemudian menyamakan tingginya dengan keponakan cantiknya ini. Kalau Sabrina dewasa dan tau bahwa Sabrina dijadikan alasan oleh pamannya untuk bertemu dengan perempuan pasti Sabrina akan kesal. Liam mengusap rambut Sabrina, "paman tersenyum karena bahagia princes."
"Benarkah? aku senang jika paman tersenyum."
Liam tersenyum, "besok princes keluar sama paman yah? ketemu kakak Jennie, bagaimana mau?" Tawar Liam kepada Sabrina. Kalau Sabrina tidak mau datang, Liam akan berasalan bahwa tiba tiba Sabrina ada keperluan cerdik sekali bukan Liam?.
Sabrina dengan antusias mengangguk jika berhubungan dengan Jennie, Sabrina selalu suka. "Aku mau ketemu dengan kak Jennie." Seru Sabrina.
"Baiklah kamu tidur sana, udah malem nanti besok paman kesini jemput kamu."
"Paman mau kerja lagi?"
Liam mengangguk, jadwal comeback semakin dekat Liam menjadi sangat sibuk, untuk pulang kerumah cuman bisa 1 jam setelah itu balik lagi keAgensi.
__ADS_1
"Kenapa paman tidak tidur disini?" Tanya Sabrina.
"Paman tidak bisa istirahat diluar gedung agensi ataupun dorm, paman hanya berkunjung kesini sebentar."
Sabrina tiba tiba mengenggam tangan Liam, "ayoklah paman istirahat disini."
"Tidak bisa Sabrina,"
"Sussssss." Liam memanggil suster yang menjaga Sabrina, Suster itu segera mengendong Sabrina dan menjauh dari Liam.
Liam bukannya tidak mau beristirahat dirumah, tapi memang susah sekali beristirahat ketika waktu comeback bakal semakin mendekat.
Jennie membuka gorden apartemen yang ditinggalinya bersama Gabriel. Jennie memutuskan untuk mandi dan keluar dari kamar. Jennie melihat diatas meja makan, ternyata makanan yang tadi malam Jennie masak untuk Gabriel masih diatas meja, sepertinya Gabriel tidak pulang kerumah. Jennie membuka tasnya kemudian mengetikan nomer,
"Halo, Gabriel."
"Iya ada apa kak?"
"Malam ini kamu tidak pulang?"
"Iya kak, maaf aku sangat sibuk."
"Tidak apa apa." Hening sebentar kemudian Gabriel menanyakan kabar kakaknya. Jennie dengan semangat menjawab pertanyaan Gabriel itu.
"Sepertinya agensi yang menaungi Band mu sedang melakukan comeback besar besaran dengan idolnya." Celutuk Jennie.
Gabriel tertawa mendengar itu, "benar sekali kak, memang agensi ini sedang sibuk sibuknya."
"Apa aku akan dapet album debut band mu?"
"Tentu aku akan kasih ke kakak secara gratis."
"Terimakasih Gabriel."
Hening kembali menerpa.
__ADS_1