
Jennie sedang mengerjakan beberapa berkas dikantor. Ponselnya bergetar menandakan ada yang menelepon Jennie. Jennie melihat username penelepon ternyata Liam, kenapa Liam menelepon Jennie?
"Halo." sapa Liam
"Halo ada apa?" tanya Jennie
"Aku hanya kangen suaramu." ungkap Liam
Senyum Jennie mengembang jangan sampai Jennie baper dengan apa yang dikatakan dan dilakukan Liam. Ingat Jennie akan menikah dengan Mark.
"Katakan yang sebenarnya, Liam." ucap Jennie
Jennie takut kalo Jennie mengatakan juga kangen Liam, Liam bisa saja salah paham. Kasian Mark nanti, Liam temannya berhubungan dengan Jennie. Kalo cerita ini keungkap media maka Jennie penyebab disbandnya Grup NT. Jennie bisa diamuk satu negara gara gara perbuatannya membubarkan idola mereka.
"Aku ingin bertemu dengamu Jennie." permintaan Liam
Jennie tidak langsung menjawab, Jennie harus memikirkan dulu. "Dua hari lagi aku sibuk Liam." Ungkap Jennie
"Baiklah, bagaimana kalo malam ini?" harap Liam
Jennie hening memikirkan apakah malam ini Jennie bisa bersama Liam? hampir satu hari satu malam Jennie tidak pulang kerumah. Kerjaan juga menumpuk.
__ADS_1
"Baiklah, apakah Sabrina diajak?" Tanya Jennie
"Tidak, aku hanya ingin kita berdua."
"Baiklah Liam aku akan menunggumu diapartemenku."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Jennie masuk kedalam mobil Liam yang sudah masuk kedalam parkiran gedung apartemen. Seperti biasa Liam menggunakan masker, bukan hanya Liam tapi Mark juga begitu. Liam tersenyum melihat kedatangan Jennie, kemudian Liam menghidupkan mobil.
"Aku akan membawa mu dilautan bintang." Ucap Liam
Jennie tidak tau apa itu lautan bintang. "Lautan bintang?" Tanya Jennie
"Ouh ya aku membawakanmu bunga dan pie susu." Tunjuk Liam kearah kursi belakang.
Jennie menoleh kearah belakang dan netranya menemukan bungkusan bunga, sangat indah sekali. Kenapa Liam sangat baik kepada Jennie? apa Jennie bisa menganti Liam dengan Mark?. Sepertinya hidup dengan akan lebih bahagia daripada hidup dengan Mark.
"Apakau suka dengan bunganya?" Tanya Liam kepada Jennie
Jennie ingin meneteskan air matanya sekarang, Jennie ingin diperlakukan seperti ini dengan suaminya, tapi calon suaminya saja tidak pernah menganggap Jennie ada.
__ADS_1
"Aku suka dengan mawar merah." Jawab Jennie
"Syukurlah, penjual bunga itu merekomendasikan bunga yang biasa disukai perempuan seperti mu."
"Terimakasih Liam." Ucap Jennie
Mobil Liam berhenti, Liam dan Jennie sudah satu jam perjalanan. Ternyata Liam membawa Jennie didataran tinggi. Liam membukakan pintu untuk Jennie. Liam menautkan jari jarinya dengan jari jari Jennie. Jennie mau melepaskan tautan itu tapi Liam malah semakin menautkan jari jarinya.
Jennie terpukau dengan pemandangan didepannya. Lampu lampu dari rumah rumah kota tampak seperti bintang diatas sini. Jadi inilah Lautan bintang, sangat cantik. Angin sepoi sepoi juga menambah nuansa indah. Liam adalah orang sibuk kenapa bisa menemukan tempat seperti ini?
"Kau suka?" Tanya Liam kepada Jennie
Jennie mengangguk anggukan kepalanya seperti anak kecil, Liam mencubit pipi Jennie, Liam selalu gemas dengan tingkah laku Jennie.
"Kenapa kau mencubitku Liam?" Tanya Jennie dengan nada kesal
"Kau menggemaskan seperti Sabrina."
"Aku bukan seperti anak kecil." Ngambek Jennie
Liam tertawa membuat Jennie marah sekarang menjadi candu bagi Liam. Apalagi melihat Jennie yang tersenyum, Jennie jadi semakin cantik. Liam menoleh kearah Jennie yang masih sibuk menghitung bintang bintang lampu dari arah bawah.
__ADS_1
"Disini ada penjual kue mochi apa kau mau?" Tawar Liam
Jennie tampak mengangguk, perutnya sudah meminta diisi dari tadi awal perjalanan. Jennie juga sudah menyemil pie susu pembelian Liam