Gagal

Gagal
34


__ADS_3

"Maaf oma tapi JJ sepertinya bukan wanita murahan." Jennie berusaha membela pacar calon suaminya itu.


"Siapa yang kau sebut murahan!" Bentak Mark yang baru saja datang. Emosi Mark sudah sampai diubun ubun mendengar pacar kesayangannya dipanggil wanita murahan. Jennie menoleh kearah Reno yang datang dengan muka masam. Mark mendekat kearah Jennie, Mark menampar pipi Jennie, Rose kaget dan langsung berdiri, bahkan pegawai yang menyiapkan baju pernikahanpun kaget dengan kejadian itu.


Rose maju dan balik menampar Mark, "kamu yang sopan Mark dengan calon istrimu, dia juga wanita jangan pernah main tangan dengan seorang wanita!" kesal Rosean


"Tapi dia yang memulainya." Mark menunjuk Jennie


"Memulai dibagian mana? kan memang JJ itu wanita murahan, suatu saat kamu pasti tau."


Mark menatap omanya, "sekarang oma belain Jennie, dan ingat yah oma yang murahan itu bukan JJ tapi Jennie." Mark membentak omanya. Mungkin setelah ini ada judul azab 'Gara gara membentak oma, jasadku tercebur sumur'.


"Kamu memang belum tau Mark jadi jangan asal menuduh." Jennie menangis dipanggil murahan. Sebagai wanita tentu Jennie tidak rela dipanggil murahan.


"Aku tidak mau fiting baju." Keputusan Mark


Mark melangkah hendak pergi, tapi tangan Mark dicekal Jennie, "maaf kan aku Mark, aku akan merubah panggilanku kepada JJ, tolong lanjutkan fiting baju." Pinta Jennie memelas kepada Mark. Mark menghentak tangan Jennie dari tangannya, "aku akan melaksanakannya dengan syarat kamu harus diam dari awal fiting sampai akhir." Jennie mengangguk setuju demi pernikahannya terkabul, demi calon anak yang harus punya kedua orang tuanya.


Mark melakukan fiting baju, Mark menyelesaikan kegiatan itu dengan cepat. Setelah fiting baju Mark meninggalkan ruangan itu, tinggal Rosean dan Jennie serta pegawai butik yang ada disana, menatap sedih Jennie yang baru saja keluar menggunakan gaun pernikahan. Jennie menunduk menahan air mata yang akan keluar, Jennie wanita kuat jangan lemah hanya gara gara laki laki. Belum menikah kenapa Jennie memiliki hati Mark seluruhnya, padahal saat ini hati Mark sudah dimilik JJ.


Rosean mendekap tubuh Jennie kedalam pelukan, Rosean tau sesakit apa Jennie.

__ADS_1


"Anggap saja pelukanĀ  ini dari Mark." Jennie mengangguk semakin dalam memeluk tubuh Rosean. Jennie merengangkan pelukan menatap kearah Rosean, "oma boleh aku memiliki hati Mark seluruhnya hanya untuk aku?". Rosean mengangguk kemudian mengelus rambut Jennie, "itu adalah hak kamu mendapatkan keseluruhan cinta dari Mark."


"Bersabarlah sayang, Mark pasti akan mencintaimu ketika tau kebusukan JJ."


Jennie menggeleng, "aku tidak akan terlalu percaya karena sepertinya Mark terlalu menyukai JJ."


"Ingat kalau berjodoh pasti Mark akan kembali pada mu Jennie."


"Bukan kembali Mark sebelumnya memang bukan milik aku."


Mark merebahkan tubuhnya, sungguh emosi Mark belum benar benar terkontrol. Mendengar calon istri yang akan dinikahi Mark memanggil kekasih Mark dengan sebutan murahan membuat niatnya untuk menikah kembali goyah. Mark semakin membenci Jennie.Semua kejadian ini pasti campur tangan Jennie. Jennie wanita licik itu berani merayu oma, mengambil hati oma dengan mudah, padahal JJ saja susah mendapatkan hati oma Rosean, apa Jennie memakai jimat agar Rosean langsung luluh dengan Jennie.


Mark memilih menghabiskan waktu dengan bermain ponsel, sebentar lagi Mark harus kembali keagensi. Jam Mark bebas semakin sedikit ketika dekat dengan jadwal comeback. Mark ingin berhenti menjadi idol, tapi pasti Ayahnya akan menjadikan Mark sebagai penerus perusahaanya.


Mark keluar dari kamar, melangkah dengan muka datar. Jennie memandang Mark dengan mata berbinar mungkin efek anak yang masih dikandungan senang melihat ayahnya keluar dari kamar. Jennie mendekat kearah Mark, Jennie memberikan Mark minuman yang memang Jennie ambil kan hanya untuk Mark, latihan menjadi calon istri yang baik. Mark menoleh dan menatap gelas yang dipegang Jennie, Mark menyenggol gelas itu sampai gelas itu jatuh diatas kaki Jennie. Kaki Jennie sakit dan berdarah, Rosean yang baru turun dari kamarnya langsung berlari dan menampar pipi Mark.


"Dasar laki laki tidak tau diri!" Bentak Rosean tidak peduli bahwa Mark adalah cucunya.


Mark mengusap pipinya yang ditampar omanya sendiri, dulu Mark sering ditampar Kate sekarrang gantian Rosean.


"Oma berani nampar Mark?"

__ADS_1


"Kenapa? dulu memang oma gak nampar kamu, karena kamu gak punya salah, sekarang oma berani nampar karna kamu udah salah!"


"Udah oma, Jennie gak apa apa kok." Pelayan membantu mengobati luka Jennie. Rosean bingung kenapa sikap Mark yang penyayang perempuan sekarang berubah.


"Oma gak nyangka kalo kamu bakal berubah jadi kasar." Mark tidak menghiraukan perkataan Rosean, Mark akan pulang keapartemennya, dijalan Mark berpapasan dengan Kate.


Kate memandang rumahnya padahal rumah ini belum berpindah nama ke Kate, 'kenapa didalam ramai?' batin Kate. Kate yang baru saja pulang dari salon melangkah kearah ruang pertemuan, disana banyak gaun gaun yang mahal. Kate menduga semua ini ulah dari Rosean. Kate melangkah tapi sepertinya sepatunya terkena benda cair yang licin, Kate menatap benda cair yang teryata adalah darah. Kate keringat dingin, "Mamaaaaaa Kate takut." Teriak histeris Kate.


Rosean yang sedang mengobati Jennie, langsung berdiri dan melangkah ketika mendengar teriakan Kate. Kate histeris ketika melihat darah, Rosean langsung mendekap Kate kedalam pelukannya, walaupun kadang mereka berdua tidak akur tapi Rosean sangat menyayangi Kate seperti anaknya sendiri. Kate masih histeris ketika melihat darah, Rose tau kalo Kate sangat takut kepada darah, Rose semakin dalam memeluk Kate, Rose melakukan ini agar Kate tidak melihat kearah darah itu.


"Pelayan tolong bersihkan darah ini! bukannya saya udah nyuruh buat bersihin? kenapa belum dibersihin?" Emosi Rose meledak ledak.


"Maafkan kami nyonya."


"Tenang Kate ada aku disini." Rose berusaha menenangkan Kate.


Kate mulai tenang, tapi setelah tenang Kate pingsan mungkin kelelaan. Jennie dari atas mendekat dan mencoba membantu Rosean untuk membantu menyadarkan Kate. Jennie bingung kenapa Kate sangat hosteris ketika melihat darah. Para satpam membantu mengendong Kate karena memang suami Kate belum pulang. Kate dibaringkan dikamarnya, "tante Kate gak apa apa kan oma?" Tanya Jennie


Rosean menggeleng, "mungkin Kate akan membutuhkan perawatan segera." Jennie sebenarnya penasaran dengan alasan kenapa Kate harus dirawat, tapi Jennie mengurungkan niatnya karena Jennie bukan siapa siapa keluarga ini.


Jennie turun dari kamar Kate dan membuatkan Kate teh panas. Jennie kembali keatas dan membuka pintu, ternyata Kate sudah sadar tapi Kate sedang menatap arah lain. Mata Kate menyiratkan kekosongan, memangnya apa yang terjadi?. Jennie memberikan Kate teh hangat, Kate meminum teh hangat buatan Jennie itu, setelah itu Kate kembali menatap kearah jendela yang memperlihatkan taman rumah.

__ADS_1


__ADS_2