
Manajer Yoo duduk disebelah Mark. Mark mengambil ponselnya, “manajer mau makan apa? biar hari ini aku yang traktir.” ucap Mark.
Manajer Yoo langsung mengangguk semangat, jarang jarang sekali Mark memberikan makanan. Manajer Yoo tiba tiba keinget dengan keberadaan istri Mark, ‘dimana istrinya?’ batin Manajer Yoo bertanya tanya. Daripada Manajer Yoo menerka nerka mending langsung tanyakan kesuaminya.
“Istri kamu belum pulang Mark?”
Mark menoleh kemanajer ,”aku tidak tau.” jawab Mark.
“Kamu beneran tidak tahu?” Manajer kembali bertanya dan dibalas anggukan oleh Mark.
“Aku baru tau, ada suami yang tidak tahu keberadaan istrinya.”
“Yah emang begitu faktanya manajer.” ungkap Mark.
Manajer geleng geleng sudah lelah mendengar beginian, “setidaknya kamu bertanya sama dia Mark. Ingat didalam perutnya ada darah daging kamu.” Manajer berusaha membuat ingatan Mark terbang.
__ADS_1
Mark menunduk, tiba tiba rasa bersalah menghinggap dihati Mark. Mark memukul bahu manajer, “Manajer jangan bikin aku semakin merasa bersalah.” ucap Mark terlebih dahulu menghentikan agar manajer Yoo tidak membuka hati Mark. Jangan sampai karena rasa bersalah Mark jadi jatuh hati dengan Jennie.
“Aku bukan mau menjadiin kamu tersangka disini, tapi memang kamu itu sifatnya bajingan.” kesal Manajer Yoo kepada Mark.
Mark langsung memukul kepala Manajernya, “gampang sekali manajer berbicara seperti itu. Aku itu tidak sebajingan banget, cuman sedikit.”
“Aku tidak percaya, sekarang aku sebagai manajer meminta kamu untuk menelepon istri mu dan bertanya kabarnya atau apalah gitu, ingat kunci pernikahan langgeng itu dijalur komunikasinya. Kalau kalian berdua jarang berkomunkasi gampang banget ada kesalahpahaman nantinya.” Manajer Yoo memberi nasehat.
Mark senyum senyum sendiri, Manajer yang disampingnya merasa takut tiba tiba Mark senyum senyum sendiri, tangan manajer langsung digoyang goyang didepan muka Mark, “ini bukan setan kan?” tanya Manajer kepada Mark.
“Wah wah setannya makin gak bener nih.” Manajer Yoo semakin menjauh.
“Hahahahah, su sudah sudah aku tidak tahan.” Mark menghentikan tawanya.
Manajer Yoo kembali mendekat, “kamu sudah balik mark?”
__ADS_1
Mark mengangguk, “dari tadi juga masih saya Manajer.” jawab Mark.
“Kamu, beneran Mark?” Manajer Yoo kembali bertanya kembali.
Mark kembali mengangguk. “Dari tadi juga aku tetap Mark.”
“Kamu tidak kemasukan bukan?” Mark mengangguk.
Manajer Yoo mengelus dadanya, walaupun kena prank tapi manajer Yoo berusaha untuk tetap sabar.
“Untung aku tetap tenang kalau tidak sudah aku tampar wajah mu Mark.”
Mark menangkupkan kedua tangannya, “sorry manajer.” sesal Mark.
“Sudah sudah lupakan saja, sekarang kamu telepon aja istri kamu.” perintah dari Manajer Yoo.
__ADS_1
Mark mengangguk anggukan kepalanya.