
Jennie menepuk nepuk pipinya, kalaupun mimpi Jennie sangat bahagia hingga enggan bangun. Taoi Jennie harus bangun karena Jennie lebih suka ditelepon direal jangan dimimpi.
"Halo? Jennie kau masih mendengarku?" Tanya Mark.
Air mata Jennie tanpa diduga merembes keluar. Mark mengerutkan kening mendengar isakan lirih dari teleponnya, entah kenapa hati Mark menjadi khawatir.
"Kau tidak apa apa Jen?"
Jennie merasa sangat bahagia sekali diperhatikan oleh Mark walau hanya sekedar dari telepon, air mata Jennie malah semakin deras.
"Aku tidak apa apa, kamu jangan khawatir." ucap Jennie.
"Yakin? kamu sepertinya sedang banyak masalah."
"Ehm iya." Jawab Jennie.
"Dan sepertinya entah kenapa saat mendengar tangisanmu hatiku juga merasa sakit." Ungkap Mark. Jennie menatap teleponnya kemudian tersenyum, apa benar yang dikatakan Mark bahwa Mark juga khawatir saat Jennie menangis?. Ada ikatan batin mungkin dengan calon anaknya.
"Kau mengkhawatirkan aku Mark?" Tanya Jennie hati hati.
"Ya." Jawab Mark singkat tapi bisa membuat hati seseorang berbunga bunga.
Seorang idol mengkhawatirkan Jennie, wah belum ada tuh cuman Mark. Jennie sepertinya harus membuat pesta perayaan bahwa dirinya pernah dikhawatirkan seorang idol. Tumpengan besar akan segera Jennie idangkan karena Mark telah mengkhawatirkannya. Tapi apa kekhawatiran Mark hanya sebatas waktu ini saja? Besok besok apa Mark akan kembali seperti semula?.
"Terimakasih telah mengkhawatirkan ku Mark." Ucap Jennie.
"Tolong berikan alasan kenapa kamu nangis?" Tanya Mark.
"Aku terlalu terharu kau meneleponku duluan."
"Tidak jangan terlalu berharap bahwa aku meleponmu karena butuh, aku hanya meneleponmu karena pulsa teleponku banyak." Alasan Mark.
Padahal sebelum menelepon Jennie, Mark merasa bimbang karena hatinya ingin sekali menelepon Jennie. Apa ada hubungannya dengan darah daging Mark yang hidup didalam perut Jennie?. Atau jangan jangan Mark sudah menaruh hati kepada Jennie.
Mark menggeleng, isi hati Mark hanya JJ jangan sampai ada wanita lain yang mengisi hati Mark. Jika hati Mark kosong maka Mark akan mempersilahkan Jennie untuk mengisi hati Mark, tapi sekarang hati Mark sudah diisi JJ, hanya JJ yang dicintai oleh Mark, Jennie hanya sebuah bentuk pertanggung jawaban masalah.
'Maafkan aku Jennie.' Batin Mark tidak enak.
Hening sebentar, rasanya Jennie ingin tenggelam karena terlalu pd bahwa Mark meneleponnya duluan karena perlu padahal realitanya Mark berusaha menghabiskan pulsa telepon, maklum orang kaya.
__ADS_1
"Aku akan memutuskan telepon jika tidak ada yang akan dibicarakan." Ucap Mark.
"Sebentar,"
"Ehm, apa kamu mau pergi denganku?" Tanya Jennie. Jennie memejamkam matanya, pasti Mark akan menolak ajakan Jennie. Bagaimanapun tidak ada celah dihati Mark untuk Jennie. Jennie seharusnya sadar dan tidak menawarkan sesuatu yang akan tetap ditolak Mark.
"Ya, aku akan menjemputmu."
Jawaban Mark membuat bola mata Jennie langsung melebar, Jennie tidak sedang kena setan budek bukan? Mark benar benar mengiyakan ajakan Jennie. Jennie senang sekali apakah celah memasuki hati Mark akan semakin terbuka?. Jennie ingin sekali keluar dari mobil dan berteriak senang.
"Kau benar benar Mark? aku takut jika yang menjawab bukan kamu."
"Tidak, ini benar aku."
"Kamu tidak usah menjemputku Mark, biar aku yang menjemputmu, bagaimana?" Tawar Jennie.
"Aku akan share loc, aku tunggu kamu."
Kata terakhir "aku tunggu kamu" membuat Jennie tersenyum senyum sambil melajukan mobilnya. Sepertinya hari ini termasuk salah satu hari paling bahagia untuk Jennie.
1 Jam sebelum Mark menghubungi Jennie
Manajer Yoo mengetuk pintu studio, sepertinya Manajer Yoo tau bahwa Mark ada didalam studio. Mark membuka pintu, manajer Yoo langsung masuk padahal belum dipersilahkan Mark. Manajer Yoo langsung duduk didepan Mark.
"Kau tau aku disini?" Tanya Mark.
"Dari dulu aku sudah tau tempat mana ketika kau sedang berada diambang permasalahan, coba ceritakan apa masalahmu?" Manajer Yoo terlalu peka sekali, sayang belum mempunyai calon istri.
"JJ tidak menghubungi aku." Mark bercerita dengan lesu.
Manajer Yoo tertawa, "cuman gara gara itu kamu gegana?, galau merana." Ledek Manajer Yoo.
"Kau belum tau rasanya, karna dari dulu kamu selalu jomblo." Mark meledek balik Manajer Yoo.
"Lupakan itu,"
"Kau ingin tau kabar JJ bukan?" Manajer Yoo bertanya kepada Mark yang langsung mengangguk mengiyakan.
"Aku tadi melihat JJ keluar dari agensi dengan tergesa gesa, JJ keluar sendiri tanpa manajer, sepertinya bukan keluar karena ada schedul." Ungkap Manajer Yoo.
__ADS_1
Mark menatap wajah manajer Yoo, mencari kebohongan dari mimik wajah manajer yoo. Tapi ternyata manajer Yoo tidak menampakan ekspresi aneh, apa benar yang dikatakan manajer Yoo?.
Selama ini JJ hanya keluar dengan teman, model, aktor, idol, dan orangtuanya. Mark harus berpikiran positive dan jangan mencurigai JJ. Hubungan bisa rusak hanya karena kurangnya kepercayaan pasangan.
"Kukira JJ sudah meminta izin mu untuk keluar, tarnyata kau saja bahkan tidak tau."
Yah, JJ jika ingin keluar pasti akan meminta izin Mark, agar Mark tidak khawatir. Mark ingin curiga tapi juga menolak kecurigaan.
"Manajer melihat JJ keluar jam berapa?"
"Aku tidak tau jam pastinya, tapi aku melihat JJ keluar dua jam lalu."
Sudah lama, tapi JJ belum menghubungi Mark. Apa JJ berada dalam masalah?.
"Percayalah jangan curiga dengan JJ."
Mark mengangguk, semoga saja kecurigaan tanpa bukti ini berakhir secepatnya.
Sedang memikirkan JJ, tiba tiba diotak Mark terbayang wajah cantik Jennie. Entah kenapa rasanya Mark ingin sekali menghubungi Jennie. Kenapa hatinya hari ini?. Mark mengusap rambutnya, rambut Mark yang tadinya rapi sekarang berantakan.
"Kenapa lagi?" Tanya manajer Yoo yang peka atas perubahan Mark.
"Aku muak dengan hatiku!" Mark jadi emosi.
"Kenapa?"
"Aku tiba tiba merindukan suara Jennie."
"Jennie? Jennie korban perkosa itu?" Manajer Yoo tampak terkejut.
Mark langsung membungkam mulut manajer Yoo dengan tangannya, "jangan teriak nanti ada yang denger." Panik Mark.
Manajer Yoo melepaskan tangan Mark dari mulutnya dengan keras, "ini studio tidak bakal terdengar dari luar." Sambil menjitak kepala Mark.
"Itu akibatnya banyak pacar, jadi bodoh." Ledek manajer Yoo.
"Enak aja! gini gini juga saya masih pinter." Hening sebentar, Mark sedang mengelus bekas jitakan manajer Yoo, sedangkan manajer Yoo sedang berpikir.
"Hatimu menginginkan suara Jennie bukan? jadi turuti kata hatimu." Nasehat manajer Yoo.
__ADS_1
Mark ingin menolak tapi hatinya benar benar ingin mendengar suara Jennie.