Gagal

Gagal
45


__ADS_3

"Gabriel aku akan keluar bersama dengan seniormu." Ungkap Jennie


"What!" Kaget Gabriel


"Bersama dengan senior Mark?" Tanya Gabriel kepada Jennie.


"Bukan." Bantah Jennie.


"Senior Liam?"


"Benar aku akan keluar dengan Liam, bukan sama Liam saja tapi bersama dengan keponakannya."


"Jika senior Mark tau kakak keluar dengan lelaki lain, apakah dia akan marah?"


"Tidak mungkin Gabriel, Mark tidak menyukai ku." Jelas Jennie


"Belum tentu, laki laki jika ada kemungkinan terus bersama seorang perempuan apalagi perempuannya seperti kakak pasti akan suka, walaupun memang sekarang belum merasakan tapi aku yakin lama kelamaan senior Mark pasti akan menyukai kakak."


"Aku kurang yakin dengan pendapatmu itu Gabriel."


"Jangan pesimis dulu kak, aku pendukungmu dengan senior Mark,"


"Bukan maksud aku tidak suka kedekatanmu dengan senior Liam, tapi kakak sudah punya anak dari senior Mark, lebih pantes kalo kakak dekat dengan senior Mark." Lanjut Gabriel.


"Tapi Mark sudah punya kekasih sendiri aku tidak mungkin jalan bersamanya, pasti Mark tetap saja mengutamakan JJ."


"Baiklah terserah kakak, pikirkan baik baik kakak, kakak perempuan jangan terlalu dekat dengan lelaki lain selain calon suamimu sendiri," Nasehat Gabriel.


"Ouh yah aku akan pulang setelah ini, tolong buatkan aku sarapan kak, aku kurang suka dengan masakan yang dibelikan oleh managerku."

__ADS_1


"Baiklah aku akan membuatkanmu sandwitch, maaf jika saat kamu pulang aku tidak bisa menyambutmu."


"Tidak apa apa kak, kalo begitu aku matikan yah kak, bye love you." Gabriel mematikan teleponan itu, Jennie menghela nafas, Jennie merasa sangat rindu sosok adiknya. Kenapa Gabriel sekarang malah lebih menghabiskan waktunya untuk debut? Jennie merasa kesepian, mau menghentikan Gabriel tapi kasian karna menjadi idol adalah impian Gabriel.


Jennie melangkah dikoridor tempat manajer, Jennie celingak celinguk mencari Shura. Kemana perginya seketaris yang berkedok teman Jennie sekarang?. Jennie memperhatikan meja kerja Shura, Jennie mendekat kemudian memperhatikan barang apa yang berada diatas meja kerja Shura.


"Dia sedang apa yah?." Jennie bertanya didalam hati.


Belum semenit Jennie bergumam, Shura datang dari arah belakang tubuh Jennie, Shura langsung merangkul tubuh Jennie. Jennie kaget langsug menoleh kebelakang dan langsung memukul wajah cantik Shura yang ke Jepagan.


"Aduh." Rintih Shura kesakitan sambil memegang bagian pipinya yang terkena pukulan Jennie. Biasanya pipi itu dapatnya tamparan ini malah pukulan, lebih sakit lagi efeknya.


"Mampus, gimana kapok gak ngegetin aku?"


"Kapok, untung gak penyok muka aku, tenaga kamu besar juga yah."


Ada pegawai hotel yang lewat didepan Shura dan Jennie, pegawai itu tersenyum kemudian membungkukan badan memberi salam kepada Jennie dan Shura karena pangkat Shura dan Jennie lebih tinggi dari pegawai itu. Setelah pegawai itu pergi, Shura tersenyum kemudian membungkukan badan didepan Jennie.


"Pagi bu Jennie." Sapa Shura.


"Telat." Jawab Jennie sambing menyilangkan tanganya didepan dadanya.


"Cih sok banget."


"Kamu kok sama saya gak ada sopan sopannya." Ucap Jennie memarahi Shura.


"Maafin saya yah bu Jennie."


Jennie mengangguk anggukan kepalanya, "btw tadi kamu dari mana?" Tanya Jennie kepada Shura.

__ADS_1


Shura nyengir, "baru lihat satpam ganteng didepan." Jawab Shura sambil mesem mesem.


"Huh dasar gatel, katanya cuman suka sama Gabriel kok sekarang oleng kesatpam sih, ini nih salah satu alesan kenapa aku gak bakalan merestui hubungan kamu sama Gabriel, gak rela adikku sama modelan kamu."


Shura tiba tiba menyentuh tangan Jennie, "jangan gitu elah, aku tadi cuman khilaf nontonnin cogan."


"Halah alasan aku tuh udah tau seluk beluk kamu yang gak mungkin cukup sama satu pria."


"Yah namanya juga jomblo harus gatel dong,"


"Kamu kan cantik Jen, gatel kayak aku aja pasti banyak yang suka sama kamu." Wah tawaran yang sangat menyesadkan sekali.


"Gak mau." Tolak mentah mentah Jennie.


"Sangat merugikan kalo kecantikan kamu ini gak dipergunakan." Celutuk Shura.


"Tenang aja aku udah punya calon kok, gak usah nyari." Ungkap Jennie.


Shura melototkan matanya, "yang bener? kamu gak bohong kan?"


"Udah yah aku mau kedalem mau kerja, kamu duduk aja." Jennie memegang bahu Shura kemudian mengarahkan tubuh Shura untuk duduk dikursi kerja Shura, Shura sudah duduk manis dikursinya tapi Shura tiba tiba bangkit, tapi Jennie menahannya, "ada yang mau dikatakan kah?" Tanya Jennie.


Shura mengangguk dengan manis seperti anak kecil sedang ditawari es krim. "Kamu beneran udah gak jomblo lagi? sama siapa?"


Jennie menyentuh bibir Shura dengan jarinya, Jennie menyuruh Shura untuk diam diam. "Udah kamu gak usah kepo nanti bakal tetep kebagian undangan kok." Setelah mengatakan itu Jennie meninggalkan Shura dengan senyuman bangga. Shura menatap kepergian Jennie dengan lemas, "Yah kali aku ditinggal nikah,"


"Gak bisa nih aku harus berusaha deketin Gabriel lebih keras lagi." Gumam Shura.


Maaf yah readers ku kalo aku updatenya lama, maklum banyak kerjaan dirl. Gak bisa terlalu mementingkan updateta sih karena takut hancur.

__ADS_1


__ADS_2