
Jennie datang ketaman yang sedang sepi tapi ramai oleh pedagang. Liam dan Jennie janji bertemu ditempat taman ini, Jennie sedikit ragu apakah tempat ini aman untuk Liam?. Jennie semakin masuk kedalam taman, Liam dan Jennie janji bertemu ditaman yang paling dalam, kata katanya sih taman yang dikunjungi Jennie ini memang sangat luas, mungkin karena Jennie mengambil jalur samping dan bukan jalur depan jadinya jalan yang dilewati Jennie itu sepi.
"Lumayan buat healing." Gumam Jennie. Jennie masih melangkah entah kemana, dan sepertinya Liam masih dijalan. Jennie berswa foto dahulu sebelum nanti bermain bersama Sabrina.
"Kakak Jen Jen." Suara anak kecil perempuan meneriaki nama Jennie. Jennie menoleh kebelakang dan tersenyum melihat Sabrina sedang berlari kearahnya, dibelakang Sabrina juga ada Liam. Sabrina memeluk tubuh Jennie begitu juga dengan Jennie yang otomatis menyambut pelukan dari gadis kecil itu.
"Kok manggilnya kakak jen jen?" Sahut Liam.
"Terserah Sabrina dong,"
"Kakak jen jen itu panggilan sayang dari Sabrina khusus kakak Jennie." Lanjut Sabrina.
Jennie mencubit pipi Sabrina karna gemas, "Aku gemes banget sama kamu." Seru Jennie.
"Udah yuk jangan lama lama disini kita cari kursi tempat duduk, yuk Sabrina sama paman."
Jennie dan Liam menggandeng Sabrina, dijalan mereka bertiga diselingi dengan candaan. "Itu kita duduk disana aja lumayan sepi daerah sini." Perintah Liam, Sabrina dan Jennie mengangguk setuju.
Setelah duduk Jennie membuka bekal yang memang dibuat Jennie sebelum kesini, "tara ada sandwitch." Jennie memamerkan hasil karyanya. Sabrina sontak menoleh dan menatap sandwitch buatan Jennie, Sabrina langsung berlari kearah Jennie kemudian mengadah tanggannya.
__ADS_1
"Sabrina minta dong kakak jen jen." Ungkap Sabrina
"Yakin mau minta? takutnya rasa sandwitch buatan kakak jen jen gak enak, gak cocok dilidah Sabrina."
"Apapun makanan yang dibuat kakak jen jen Sabrina akan memakannya."
Jennie jadi terharu, semoga janin yang dikandung Jennie akan lahir seperti Sabrina. "Kakak jen jen boleh ngusap pipi Sabrina gak?" Tanya Jennie.
Sabrina mengangguk setuju, "kamu kayak lagi ngidam aja Jen." Celutuk Liam.
'Aku memang ngidam' batin Jennie.
"Liam kamu juga mau?" Jennie menawari Liam.
Liam dari tadi sudah iri dengan Sabrina yang diperhatikan oleh Jennie. Apa Liam harus jadi anak kecil terlebih dahulu untuk memikat Jennie?. Untung sekarang Jennie sadar akan kehadiran Liam. Liam mengangguk ingin merasakan rasa sandwitch buatan Jennie. Jennie memberikan satu sandwitch untuk Liam, Liam menerimanya dengan senang hati dan langsung mencobanya. Karena melihat Laim dan Sabrina sudah makan makanan buatan Jennie, Jennie juga ikut mencicipi sandwitch buatannya, ternyata enak juga.
"Gimana rasanya?" Tanya Jennie kepada dua orang yang sedang sibuk menghabiskan sandwitch. Liam dan Sabrina yang mendengar itu langsung mengangguk artinya makanan yang dibuat Jennie rasanya enak.
"Aku tidak menyangka sekali kalian menyukainya."
__ADS_1
Sabrina menatap Jennie. "Akukan sudah bilang kalo aku suka semua makanan yang dibuat kakak jen jen." Ucap Sabrina dengan mulut penuh dengan makanan.
Jennie terharu dan cukup senang ternyata sandwitchnya tidak ada yang masalah. "Setelah ini paman mau ngajak Sabrina sama kak jen jen jalan jalan dimana?" Tanya Sabrina kepada Liam.
Liam menatap Jennie lesu dan berganti menatap Sabrina, Liam yang duduk didekat Sabrina mendekat kemudian mengelus pipi keponakannya yang sangat lucu itu. "Maaf yah tapi paman sibuk banget gak bisa jalan jalan lagi, maklum paman akan comeback." Jennie ikut tersenyum, Jennie memaklumi karena memang Liam bekerja sebagai idol.
"Sabrina sabar aja nanti pasti paman Liam ajak Sabrina keluar jalan jalan dikemudian hari." Jennie mencoba memberi pengertian kepada Sabrina. Sabrina mengerucutkan bibirnya setelah mendengar penjelasan dari Jennie, "tapi paman Liam selalu sibuk. bilangnya memang akan bawa Sabrina jalan jalan tapi buktinya apa sering diingkari sendiri sama paman."
Liam menunduk merasa bersalah, "maafin paman yah, besok besok kalo paman janji pasti bakal ditepati."
"Jangan marah sama paman sendiri Sabrina." Jennie memberi peringatan kepada Sabrina dengan nada lembut.
Sabrina menyilangkan kedua tangannya didepan dada Sabrina, "aku ngambek sama kakak jen jen yang selalu mihak paman."
"Sabrina jangan gitu. gimana nanti kalo paman Liam gak bisa nempati janji. Sabrina jalan jalan aja sama kakak jen jen gimana?" Tawar Jennie.
Sabrina tampak berbinar tapi senyumnya luntur tiba tiba, "kenapa?" Tanya Liam kepada Sabrina.
"Aku takut kakak jen jen gak bisa menempati janji seperti paman Liam."
__ADS_1