Gagal

Gagal
56


__ADS_3

Jennie


menghentikan mobilnya ditaman kota, pikiran Jennie sedang melalang buana tidak


tau mau bekerja apa. Apakah Jennie harus menerima tawaran Shura? tapi Jennie


takut tidak bisa melunasi utangnya kepada Shura tepat waktu. Memang bagian yang


sulit saat hutang piutang adalah waktu pembayaran. Sering sekali lupa dan tidak


punya uang.


“Hemmm aku


harus gimana?” gumam Jennie sambil melihat sekeliling.


“Aku ingin


sekali mendirikan cafe. tapi modalnya masih sedikit.” resah Jennie.


Kapan Jennie


bisa mewujudkan impiannya. Jennie harus bekerja lebih keras lagi jika ingin


mendirikan sebuah cafe, apalagi cafe jaman sekarang harus instagramable.


“Ngepet aja


boleh gak sih?” hust jangan sampai Jennie memilih ini bisa berabe kalo


ketangkap warga. Jennie yang cantik ini pasti akan menjadi duta wanita


tercantik yang ngepet.


Jennie jalan jalan ditaman, dipinggiran taman


terdapat banyak cafe berjejer. Sekalian Jennie akan mengamati minat konsumen


terhadap banyaknya cafe dengan tema yang berbeda, kebanyakan pelanggan akan


memilih cafe yang seperti apa? Jennie akan mencoba memperhatikan.


Jennie


memandang orang yang sedang membangikan brosur cafe, Jennie mendekat dan orang


itu memberikan lembaran brosur itu untuk Jennie.


“Ayo datang


kek kecafe kenangan. disana banyak tulisan sepasang kekasih yang pernah


mengunjungi cafe itu.” ucap orang itu.


Jennie


memandang orang yang masih sibuk membagikan brosur kepada orang orang yang ada


ditaman itu, Jennie jadi pengin untuk menjadi staf dicafe itu, pasti lumayan


dilihat dari sini cafe itu memang banyak pelanggan.


“Mbakk.”


Jennie memanggil orang itu.


“Iya ada apa?”

__ADS_1


“Cafe kenangan


itu benar yang itu?” Jennie menunjuk cafe yang paling banyak pelanggan. Orang


itupun mengangguk membenarkan, “kalau begitu makasih mbak.” Jennie melangkah


untuk kedalam cafe itu.


Jennie membuka


pintu cafe itu, bunyi kring terdengar, wah memang konsep dari cafe ini patut


diacungi jempol. “Selamat datang.” sapa pelayan cafe.


Jennie


tersenyum, “ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu kepada Jennie. Jennie


mengangguk, “disini masih membuka lowongan pekerjaan kak?” pelayan itu nampak


kebingungan, dari tampang Jennie, Jennie seperti orang kaya tapi kenapa


membutuhkan kerja dicafe seperti ini, kurang pantas untuk seorang Jennie.


“Kakaka yakin


mau mendaftar disini? disini memang masih membuka lowongan pekerjaan kak. tapi


melihat kakak yang berpakaian seperti ini saya kurang yakin kalau kakak beneran


mau mendaftar disini.” ungkap pelayan itu.


“Memang saya


salah berpakain seperti ini kak? saya harus berpakaian putih hitam?”


kak tapi kakak itu kelihatan seperti orang kaya.” ungkap pelayan itu.


Jennie


tertawa, “itulah kak sifat manusia selalu memandang dari luar gak tau yang


lainnya. cuman gara gara pakaian aja kakak bisa yakin kalo saya orang kaya.


padahal mah saya orang yang gak bisa dikatain kaya kak.”


“Maaf kak.


kalo begitu kakak beneran mau melamar kerja disini?” tanya pelayan itu dan


diangguki oleh Jennie.


“Baiklah kalo


begitu kakak boleh mengikuti saya nanti saya antar keruang pemilik cafe.”


“Terimakasih


kak.” Jennie mengikuti langkah pelayan itu sampai didepan pintu ruangan yang


tertutup.


“Disini


tempatnya kak. kakak tinggal ketuk pintunya dan masuk serta ngungkapin


keperluan kakak.” ucap pelayan itu. Jennie tersenyum dan tidak lupa mengucapkan

__ADS_1


terimakasih kepada pelayan yang dengan baik hati mengatarkan Jennie.


Jennie


mengetuk pintu menunggu respon dari orang yang didalam ruangan. “Masuk.”


terdengar suara seorang laki laki.


Jennie membuka


pintu dan masuk dengan langkah perlahan. “Selamat siang pak. maaf menganggu waktunya


saya disini mau melamar kerja dicafe ini.” ungkap Jennie.


Pemilik cafe


itu memperhatikan Jennie dari atas sampai bawah, Jennie juga memandang pemilik


cafe yang gantengnya tidak kalah dengan Mark, kalau disandingkan dengan Mark


juga pemilik ini sama gantengnya. Jennie hampir saja jatuh hati kepada pemilik cafe jika Jennie tidak sadar kalau dirinya sebentar lagi akan menjadi milik seorang Keith mark. Untung


saja Jennie tersadar dan berusaha menolak hatinya yang sedang berbahagia


melihat cogan.


“Saya


merasa kamu bukan seorang lulusan baru baru ini bukan?” tanya pemilik cafe itu


kepada Jennie. Jennie mengangguk membenarkan, “saya lulusan jurusan management


pak dari universitas W.” ucap Jennie.


“Universitas W?” pemilik cafe itu tampak bingung.


“Benar saya lulusan dari empat tahun yang lalu dan sudah menjadi seorang


manajer disebuah hotel selama tiga tahun.” ungkap Jennie.


“Artinya


kamu resign dari hotel itu?” Jennie menggeleng. “Saya belum resign pak. saya hanya


butuh kerjaan tambahan sesuai dengan jurusan saya.”


Pemilik cafe yang ganteng sedang terdiam mengetuk ngetukan bolpoint kemeja, “mana


cv kamu?” Jennie memberikan cvnya kepada pemilik itu. Pemilik cafe itu tampak


membaca isi cv Jennie.


“Nama kamu benar Mahira Putri Jennieya?” tanya pemilik cafe itu.


“Benar pak sesuai dengan akta.” pemilik


hotel itu menutup cv milik Jennie, “saya memang membutuhkan seorang manajer


untuk cafe saya. tapi mendengar kamu masih bekerja dihotel saya kebingungan apa


kamu sanggup membagi waktu?” tanya pemilik cafe itu.


Jennie mengangguk, “saya usaha pasti bisa pak.” jawab Jennie dengan yakin.



Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca cerita ini. Hehehe maaf jika kurang bagus saya sudah berusaha semaksimal mungkin.

__ADS_1


__ADS_2