
Jennie
menghentikan mobilnya ditaman kota, pikiran Jennie sedang melalang buana tidak
tau mau bekerja apa. Apakah Jennie harus menerima tawaran Shura? tapi Jennie
takut tidak bisa melunasi utangnya kepada Shura tepat waktu. Memang bagian yang
sulit saat hutang piutang adalah waktu pembayaran. Sering sekali lupa dan tidak
punya uang.
“Hemmm aku
harus gimana?” gumam Jennie sambil melihat sekeliling.
“Aku ingin
sekali mendirikan cafe. tapi modalnya masih sedikit.” resah Jennie.
Kapan Jennie
bisa mewujudkan impiannya. Jennie harus bekerja lebih keras lagi jika ingin
mendirikan sebuah cafe, apalagi cafe jaman sekarang harus instagramable.
“Ngepet aja
boleh gak sih?” hust jangan sampai Jennie memilih ini bisa berabe kalo
ketangkap warga. Jennie yang cantik ini pasti akan menjadi duta wanita
tercantik yang ngepet.
Jennie jalan jalan ditaman, dipinggiran taman
terdapat banyak cafe berjejer. Sekalian Jennie akan mengamati minat konsumen
terhadap banyaknya cafe dengan tema yang berbeda, kebanyakan pelanggan akan
memilih cafe yang seperti apa? Jennie akan mencoba memperhatikan.
Jennie
memandang orang yang sedang membangikan brosur cafe, Jennie mendekat dan orang
itu memberikan lembaran brosur itu untuk Jennie.
“Ayo datang
kek kecafe kenangan. disana banyak tulisan sepasang kekasih yang pernah
mengunjungi cafe itu.” ucap orang itu.
Jennie
memandang orang yang masih sibuk membagikan brosur kepada orang orang yang ada
ditaman itu, Jennie jadi pengin untuk menjadi staf dicafe itu, pasti lumayan
dilihat dari sini cafe itu memang banyak pelanggan.
“Mbakk.”
Jennie memanggil orang itu.
“Iya ada apa?”
__ADS_1
“Cafe kenangan
itu benar yang itu?” Jennie menunjuk cafe yang paling banyak pelanggan. Orang
itupun mengangguk membenarkan, “kalau begitu makasih mbak.” Jennie melangkah
untuk kedalam cafe itu.
Jennie membuka
pintu cafe itu, bunyi kring terdengar, wah memang konsep dari cafe ini patut
diacungi jempol. “Selamat datang.” sapa pelayan cafe.
Jennie
tersenyum, “ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu kepada Jennie. Jennie
mengangguk, “disini masih membuka lowongan pekerjaan kak?” pelayan itu nampak
kebingungan, dari tampang Jennie, Jennie seperti orang kaya tapi kenapa
membutuhkan kerja dicafe seperti ini, kurang pantas untuk seorang Jennie.
“Kakaka yakin
mau mendaftar disini? disini memang masih membuka lowongan pekerjaan kak. tapi
melihat kakak yang berpakaian seperti ini saya kurang yakin kalau kakak beneran
mau mendaftar disini.” ungkap pelayan itu.
“Memang saya
salah berpakain seperti ini kak? saya harus berpakaian putih hitam?”
kak tapi kakak itu kelihatan seperti orang kaya.” ungkap pelayan itu.
Jennie
tertawa, “itulah kak sifat manusia selalu memandang dari luar gak tau yang
lainnya. cuman gara gara pakaian aja kakak bisa yakin kalo saya orang kaya.
padahal mah saya orang yang gak bisa dikatain kaya kak.”
“Maaf kak.
kalo begitu kakak beneran mau melamar kerja disini?” tanya pelayan itu dan
diangguki oleh Jennie.
“Baiklah kalo
begitu kakak boleh mengikuti saya nanti saya antar keruang pemilik cafe.”
“Terimakasih
kak.” Jennie mengikuti langkah pelayan itu sampai didepan pintu ruangan yang
tertutup.
“Disini
tempatnya kak. kakak tinggal ketuk pintunya dan masuk serta ngungkapin
keperluan kakak.” ucap pelayan itu. Jennie tersenyum dan tidak lupa mengucapkan
__ADS_1
terimakasih kepada pelayan yang dengan baik hati mengatarkan Jennie.
Jennie
mengetuk pintu menunggu respon dari orang yang didalam ruangan. “Masuk.”
terdengar suara seorang laki laki.
Jennie membuka
pintu dan masuk dengan langkah perlahan. “Selamat siang pak. maaf menganggu waktunya
saya disini mau melamar kerja dicafe ini.” ungkap Jennie.
Pemilik cafe
itu memperhatikan Jennie dari atas sampai bawah, Jennie juga memandang pemilik
cafe yang gantengnya tidak kalah dengan Mark, kalau disandingkan dengan Mark
juga pemilik ini sama gantengnya. Jennie hampir saja jatuh hati kepada pemilik cafe jika Jennie tidak sadar kalau dirinya sebentar lagi akan menjadi milik seorang Keith mark. Untung
saja Jennie tersadar dan berusaha menolak hatinya yang sedang berbahagia
melihat cogan.
“Saya
merasa kamu bukan seorang lulusan baru baru ini bukan?” tanya pemilik cafe itu
kepada Jennie. Jennie mengangguk membenarkan, “saya lulusan jurusan management
pak dari universitas W.” ucap Jennie.
“Universitas W?” pemilik cafe itu tampak bingung.
“Benar saya lulusan dari empat tahun yang lalu dan sudah menjadi seorang
manajer disebuah hotel selama tiga tahun.” ungkap Jennie.
“Artinya
kamu resign dari hotel itu?” Jennie menggeleng. “Saya belum resign pak. saya hanya
butuh kerjaan tambahan sesuai dengan jurusan saya.”
Pemilik cafe yang ganteng sedang terdiam mengetuk ngetukan bolpoint kemeja, “mana
cv kamu?” Jennie memberikan cvnya kepada pemilik itu. Pemilik cafe itu tampak
membaca isi cv Jennie.
“Nama kamu benar Mahira Putri Jennieya?” tanya pemilik cafe itu.
“Benar pak sesuai dengan akta.” pemilik
hotel itu menutup cv milik Jennie, “saya memang membutuhkan seorang manajer
untuk cafe saya. tapi mendengar kamu masih bekerja dihotel saya kebingungan apa
kamu sanggup membagi waktu?” tanya pemilik cafe itu.
Jennie mengangguk, “saya usaha pasti bisa pak.” jawab Jennie dengan yakin.
Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca cerita ini. Hehehe maaf jika kurang bagus saya sudah berusaha semaksimal mungkin.
__ADS_1