Gagal

Gagal
40


__ADS_3

Jennie menaiki mobilnya untuk pulang kerumah. Ditengah perjalanan sepertinya calon anaknya sedang ngidam. Jennie mengelus perutnya, "kamu pengin sate yah?" Jennie bertanya dengan nada seperti seorang ibu, latihan menjadi ibu yang baik untuk kedepannya. Jennie menepikan mobilnya terlebih dahulu, Jennie mencari info warung sate yang buka, saat menjelajahi maps Jennie tertarik dengan salah satu objek wisata taman hiburan. Jennie ingin kesana setelah makan sate, tapi kurang afdol jika sendirian.


Jennie mengetikan nomer disalah satu tombol dan mulai menelepon pemilik telepon. Panggilan pertama tidak tersambung karena pemilik nomer sedang sibuk, Jennie kembali mencoba menelepon sampai ketujuh kali baru diterima.


"Halo kak." Sapa Gabriel dengan nafas ngos ngosan. Jennie jadi berpikiran negative karena Gabriel tidak mengangkat telepon dan pas diangkat nafasnya ngos ngosan.


"Kamu dimana? ada perempuan disitu?" Jennie panik. Hening sebentar, "iya kak ada perempuan." Jawab Gabriel.


Mata Jennie membelalak, "kamu main sama wanita yah, sampai ngos ngosan kalo wanita itu sampai hamil gimana?"


Gabriel langsung tersentak mendengar perkataan Jennie dari telepon, "kok? darimananya kak?" Tanya Gabriel bingung.


"Kamu pasti habis nidurin perempuanya? sampai ngos ngosan gitu, berdosa banget, siapa perempuan yang kamu tiduri?" Nada suara Jennie meninggi.


Gabriel panik, "buuu bukan seperti."


Tiba tiba ada suara, "akh." dari sambungan telepon Gabriel.


"Gabriel... pulang!" Sentak Jennie. Hening sebentar, "aduh maaf kak tadi ada salah satu staff yang kepleset." Ungkap Gabriel.


"Staf?" Bingung Jennie.


"Iya tadi ada staf yang terpeleset."

__ADS_1


"Kau sedang diagensi?"


"Iya kak kenapa?,"


"Lalu kenapa kakak nuduh aku main sama wanita? padahal aku sedang ada diagensi, aku berlatih untuk comeback." Lanjut Gabriel.


Jennie menepuk keningnya, "maafkan aku Gabriel, sepertinya aku sedang sensitive."


"Kakak sedang datang bulan?" suara telepon Gabriel krusak krusuk.


"Aku tidak sedang datang bulan Gabriel, aku mengandung katanya kalo orang hamil perasaannya sensitive."


"Begitukah? maklum aku laki laki yang belum tau banyak tentang wanita."


"Kau harus tau wanita Gabriel, jangan taunya cuman membaperi lalu ditinggal," Jennie menyindir entah siapa.


Gabriel diam tak bergeming. "Kakak aku akan berlatih kembali, aku akhiri teleponnya."


"Sebentar Gabriel." Jennie mencegah Gabriel mengakhiri telepon.


"Kenapa kak? kalo mau ngomong yang cepat aku sudah tidak punya waktu."


"Gabriel lanjutkan latihan!" Suara dari ponsel Gabriel.

__ADS_1


"Sebentar." Jawab Gabriel.


"Gabriel kakak akan langsung bicara pada intinya,"


"Kakak mau mengajak kamu pergi jalan jalan ketaman bermain, bisa?" Lanjut Amalia.


"Tidak bisa kak, bahkan hari ini aku tidak bisa pulang kerumah, maaf kak kalo begitu Gabriel tutup teleponnya terlebih dahulu, bye kak."


Jennie menghidupkan mesin mobilnya kembali dan melanjutkan membeli sate. Diwarung sate banyak sekali pasangan pasangan yang sedang berduaan.


"Sekarang kayaknya pada suka kencan ditukang sate." Gumam Jennie.


"Harusnya kalian menyontoh aku yang jomblo dan tiba tiba ada yang ngelamar." Kalo ingat kejadian itu membuat Jennie malu, jangan deh mereka yang masih pacaran meniru kejadian Jennie itu.


"Aduh jangan sampai mereka melendung duluan seperti saya." Gumam Jennie.


Tukang sate yang dipesan Jennie memberikan semangkuk sate. Jennie ngiler karena mencium aroma sate yang menggugah selera. Tidak lama setelah dihidangkan Jennie langsung memakan sate itu dengan lahap, pasti janin yang dikandung Jennie sedang bahagia karena keinginannya terkabulkan.  Cukup lama Jennie menghabiskan satu mangkok sate, ingga tak sadar waktu sudah malam.


Jennie mengelus perutnya saat sedang dimobil, sepertinya karena sate itu Jennie tidak merasakan mual seperti biasanya. Telepon berbunyi, Jennie langsung mengangkat tanpa tau siapa yang menelepon Jennie.


"Halo." Sapa Jennie.


Hening sebentar penelepon sepertinya tidak menjawab sapaan Jennie, "halo?" Jennie kembali menyapa. Penelepon tak bergeming.

__ADS_1


"Aku akan mematikan telepon jika anda tidak ada keperluan." Jennie hendak menekan tombol off, tapi suara yang berasal dari teleponnya mengurungkan niat Jennie. "Aku Mark." Jawab sipenelepon.


Jennie menatap teleponnya setengah tidak percaya, apa benar Mark menelepon Jennie terlebih dahulu? keajaiban apa yang didapatkan Jennie. Apa Jennie masih bermimpi?.


__ADS_2