
Waktu yang ditunggu telah tiba, hari ini Jennie akan melangsungkan pernikahan dengan seorang idol ganteng kaya dan mungkin juga banyak yang suka sama dia.
Gabriel yang ada didepan menoleh kebelakang menatap kakaknya yang sedang melamun menatap keluar jendela. “Kak.” Gabriel memanggil dengan suara lirih takut mengagetkan kakaknya yang sedang melamun.
Jennie belum tersadar dan masih melamun. “Kakak Jennie yang paling cantik.”
Jennie menoleh dengan mata menatap kebingungan, “kenapa?”
“Kakak sedih? kalau kakak sedih mending gak usah nikah!”
Jennie menepuk bahu Gabriel yang duduk didepan, “enak aja! kalau gak menikah nanti anak saya gak ada papanya.” Jennie mengelus perut yang sudah lumayan buncit.
“Dia gak bakalan butuh papa kalau kakak gak pernah ngasih tau tentang papanya.”
“Walaupun kakak nanti nutupun semuanya tapi semakin lama maka akan tercium Gabriel, anak ini bisa tau tentang papanya.”
“Kalau sosok seperti papa, Gabriel juga bisa jadi seperti itu!”
“Ingat Gabreil kamu kan pasti akan sibuk dengan karier mu.”
__ADS_1
Gabriel menunduk, “aku belum nerima kak, kalau kakak mau menikah.” lesu Gabriel menjawab.
“Aduh kamu itu gimana sih Gabriel, kakak sendiri mau nikah malah gak dibolehin nanti kalau kamu nikah kakak gak mau gimana? coba rasain, udah tenang aja kakak ikhlas kok.” jennie mengucap ini agar Gabriel menjadi sedikit tenang.
Gabriel mengusap wajahnya, “aku khawatir dengan kedepannya.”
“Tenang aja kakak pasti kalau ada masalah akan selalu cerita sama kamu kok Riel.” Jennie berusaha mengembangkan senyum padahal dalam hatinya juga was was seperti Gabriel, apa kedepannya Jennie dan Mark akan baik baik saja? tapi namanya juga bahtera rumah tangga sudah pasti akan banyak masalah yang lewat.
Jennie sampai didepan mansion keluarga Mark dipagi buta, yah Jennie datang pagi karena akan didandani oleh MUA dari keluarga Mark. Jennie tersenyum melihat banyak bunga yang sudah ditata, hati Jennie menghangat semoga pernikahan Jennie kali ini harus bahagia.
Seorang pelayan membuka pintu rumah, “non jennie sudah datang? silakan masuk ikuti saya.”
“Ouh jadi dia yang nikah sama anak saya?” ketus Kate dengan nada tinggi.
Gabriel menatap Kate dari atas sampai bawah, “dia orang tua senior Mark?” bisik Gabriel ditelinga Jennie. Jennie mengangguk membenarkan.
“Dia kelihatan galak.” Gabriel masih bisik bisik, kali ini bisikan Gabriel membuat Jennie hampir tertawa, untung Jennie bisa menahan untuk tidak tertawa.
“Kalian sedang bisik bisik apa! dasar kalian miskin bukannya kerja malah sibuk ghibah!” kesal Kate.
__ADS_1
Gabriel mendelik tidak terima, “eitss kata siapa saya sedang bisik bisik orang saya mau cium kakak saya kok.” selanjutnya Gabriel mencium pipi Jennie.
“Gabriel apa apaan sih.” Jennie merasa kurang enak karena dipandang calon mertuanya.
“Lah kenapa kak kan kita adik kakak.” seru Gabriel tidak menyangka.
“Mohon maaf nyonya nona tuan, nyonya Rose sudah menunggu sebaiknya kita langsung ketempat rias.” Pelayan itu melakukan ini karena takut akan ada pertengkaran antara calon mertua dengan calon mantu, pelayan sudah diwanti wanti agar menjauhkan Kate dari Jennie.
Jennie masuk kedalam ruangan yang memang dikhususkan untuk dandan.
“Kau sudah datang Jennie?” tanya Rose dengan nada sumringah.
“Iya oma maaf terlambat.”
“Gak apa apa, kamu siapkan buat hari ini?” Jennie hanya menangapi dengan anggukan.
\~\~\~
Bagi kalian yang merasa part ini pendek benar sekali, maaf gak bisa update terlalu panjang karena memang sedang tidak mood :)
__ADS_1
next gak nih?