
Jennie sedang menunggu Liam dicafe yang mereka janjikan. Malam ini terasa lebih dingin dari malam malam yang lalu.Jennie mengosokan tangannya agar terasa hangat. Ada seseorang yang memakaikan jaket ketubuh Jennie. Jennie menoleh kemudian berdiri.
"Kau pasti menungguku lama Jennie, maafkan aku" Ucapan maaf keluar dari mulut Liam
Jennie menggeleng. "Aku juga baru sampai." Jawab Jennie berbohong
Liam membuka tudung jaketnya tapi masih memakai masker.
"Ayok kita berjalan kemobilku."Ajak Liam
Liam berjalan bersama dengan Jennie, Liam juga mengandeng tangan Jennie. Jika orang biasa yang melihatnya pasti akan mengira bahwa Jennie dan Liam berpacaran. Saat sudah masuk kedalam mobil, Liam tetap memakai masker takut jika ada orang yang memotret mereka berdua.
"Kau mau kita berjalan jalan kemana?" Tanya Liam
Jennie menoleh dan menatap wajah tampan Liam yang tertutup masker.
"Aku ikut kamu saja Liam, aku tau kamu pasti kurang nyaman dengan keramaian." Ucap Jennie
Liam memberhentikan laju mobilnya, sontak tubuh Jennie maju kedepan alhamdulillahnya badan Jennie tidak terkena dashboard.
"Apakah kamu tau aku tidak suka keramaian karena aku selalu memakai maskerku?" Tanya Liam
"Maaf untuk yang tadi aku kaget."
Jennie mengangguk. "Bukannya kamu segrup dengan Keith Marc dan Lucas dari Grup NT?"
__ADS_1
Liam melotot ternyata selama ini Jennie sudah mengetahui identitas asli Liam. "Bagaimana kamu bisa tau?" Tanya Liam kepada Jennie
"Apakah kau stlaker nama ku diinternet?" lanjut Liam
Jennie menggeleng. "Aku kenal salah satu dari anggota grup NT." ungkap Jennie
Liam bingung namun masih fokus kepada jalanan. "Kau mengenal siapa dari tiga anggota? Mark atau Lucas? Kalau Lucas sepertinya tidak mungkin karena dia tidak pernah bersahabat dengan seorang perempuan, para perempuan membenci sikap sinting Lucas."
Jennie tertawa mendengar penuturan dari Liam. "Aku mengenal Mark." Jawab Jennie
"Kau mengenal Mark? kapam?"
"Satu bulan yang lalu, saat malam tahun baru."
Jennie kembali masuk kedalam mobil dengan muka pucat. Liam memberikan jaketnya kepada Jennie bertujuan untuk menghangatkan tubuh Jennie.
"Apa kau tidak apa apa Jennie?" nada khawatir tercetak jelas diucapan Liam
Liam memberikan obat pereda pening dan mual yang Liam simpan didalam mobil.
"Sebaiknya minum ini sekarang Jennie." perintah Liam
Jennie mengangguk kemudian meminum obat yang diberikan Liam.
"Kita pulang saja, aku khawatir keadaan kamu lebih buruk jika kita nekat untuk keluar"
__ADS_1
Jennie mengangguk karena memang tubuh Jennie sudah sangat lemas. Selera makannya juga sudah menurun, Jennie juga kadang menginginkan makanan itu ini.
Liam menoleh kearah Jennie yang sudah tidur nyenyak, Liam menatap lekat lekat wajah Jennie yang sangat cantik, sungguh nikmat mana yang engkau dustakan.
Mobil Liam sudah didepan gedung apartemen Jennie. Ada adik trainee dari agensinya yang sepertinya juga tinggal diapartemen ini.
Liam memanggil adik trainee nya itu. Gabriel menoleh dan mendekat keseniornya.
"Halo Senior Liam." sapa Gabriel
Liam menarik tangan Gabriel untuk mendekat kemobilnya. "Apa kau tinggal digedung apartemen ini?" tanya Liam. Gabriel mengangguk.
"Aku mengajak seorang perempuan untuk keluar jalan jalan, tapi sepertinya perempuan itu sakit jadi aku membawanya pulang, aku titip kau yang mengatarnya keapartemennya." Perintah Liam
Gabriel tersenyum. "Apakah itu pacar senior?" Ledek Gabriel
Liam menepuk pundak Gabriel."Doakan saja."
Liam membuka pintu mobil, Gabriel menoleh kewanita yang sedang tertidur. Mata Gabriel melotot mendapati Jennie kakaknya yang berada didalam mobil Liam.Gabriel langsung mendekat kemudian mengecek keadaan Jennie.
"Kau sepertinya dekat dengan wanita ini Gabriel." Ucap Liam
"Dia kakak kandungku." Jawab Gabriel
Jawaban Gabriel membuat Liam kaget, jadi trainee yang diagensinya ini adalah adik dari Jennie. Modus untuk ketemu Jennie jadi semakin gampang.
__ADS_1