Gagal

Gagal
47


__ADS_3

Jennie mangangkat kedua jarinya tanda peace. "Beneran kakak jen jen pasti akan memenuhi janji."


Sabrina menatap Jennie, "beneran?"


Jennie mengangguk sambil tersenyum kepada Sabrina, Jennie juga mengelus rambut panjang Sabrina. Jennie yakin pasti ketika Sabrina sudah dewasa pasti akan menjadi gadis yang cantik.


"Kakak gak bakal ngingkari janji kan?"


Jennie kembali mengangguk sepertinya Sabrina sangat meragukan tawaran dari Jennie. "Kakak jen jen beneran janji sama Sabrina." Jennie mengangkat jari kelinkingnya tanda ingin membuat janji, tentu langsung disambut dengan lingkaran jari kelinking kecil. Mereka bertiga kembali melanjutkan acara makan makan yang tertunda sebentar karena masalah Sabrina dengan Liam. Setelah menghabiskan waktu dengan bercanda, Sabrina tiba tiba terdiam. "Kenapa princes?" Tanya Liam kepada Sabrina.


"Kamu udah bosan ditaman?" Tanya Jennie. Sabrina menggeleng kemudian Sabrina mengelus perutnya, 'cacing cacing diperut Sabrina udah minta makan, mereka sedang berdemo sekarang." Ucap polos Sabrina membuat Jennie dan Liam tertawa. Lucu sekali Sabrina jadi pengin ngarungin.


"Sebelum masuk ketaman aku kayaknya lihat banyak pedagang makanan dipinggir jalan, ada waffle sama seafood bakar, Sabrina mau?" Sabrina mengangguk dengan semangat, "Sabrina mau pake angett." Teriak Sabrina. Ternyata Sabrina belum terlalu lancar bicaranya, Jennie tambah gemes deh.


"Kalo begitu biarkan aku aja beli." Jennie bangkit, tapi Liam mencekal pergerakan Jennie dengan menahan tangan Jennie.


"Jangan biar aku saja." Kini giliran Liam yang bangkit, Sabrina menatap perdebatan kedua orang dewasa itu dengan tatapan bingung.


"Kenapa kakak jen jen dan paman Liam berdiri? mau ninggalin Sabrina sendiri disini?" Raut wajah Sabrina menjadi sedih dan hampir menangis.


"Kenapa paman Liam menahan tangan kakak jen jen?" Sabrina tidak bisa menahan tangisannya, Sabrina langsung mengeluarkan kesedihannya.


Jennie langsung mendekat kemudian mengendong Sabrina, Jennie menghapus air mata Sabrina yang jatuh membasahi baju Sabrina sendiri. "Jangan nangis anak kecil."

__ADS_1


"Paman sama kakak jen jen jahat." Sabrina menghapus air matanya sendiri tapi masih saja menangis.


Jennie menggeleng kemudian menatap Liam. "Gak mungkin kakak jen jen sama paman Liam tega ninggalin kamu sendiri disini, kita berdua tadi mau beli jajan buat kamu."


Sabrina menatap wajah Jennie kemudian cemberut, "beneran?" Jennie dan Liam kompak mengangguk, tidak butuh waktu lama Sabrina langsung ceria kemudian langsung memeluk tubuh Jennie.


"Ayok kita bersama sama saja kesananya." Ajak Sabrina kepada Liam dan Jennie. Jennie menatap Liam meminta persetujuan.


"Boleh, sekalian nanti aku akan pulang setelah membeli makanan, sudah satu jam kita kesini aku takut terlambat keagensi."Jennie mengangguk. Liam jalan disamping Jennie, Sabrina masih berada digendongan Jennie. Liam tau kalo Sabrina sangat lengket dengan Jennie.


Jennie menunduk tiba tiba pikirannya berkelana, 'Saat pergi kemarin apa Mark juga takut terlambat keagensi?' Batin Jennie menerka nerka.


  Jennie mendudukan Sabrina ditempat duduk pelanggan, Liam tersenyum Jennie sangat lembut sekali menyikapi Sabrina, Liam tidak sabar kalo nantinya Jennie menjadi istrinya, wahh Liam sudah terlalu jauh membayangkan.


"Sabrina mau makan apa?" Tanya Jennie kepada Sabrina seperti ibu ibu.


Liam membelalakan matanya sejak kapan keponakannya jadi suka makan. "Jangan banyak banyak Sabrina takutnya nanti gak habis." Peringatan dari Liam.


Sabrina menggeleng, "tapi itu masih sedikit paman." Alasan Sabrina.


"Tidak apa apa Liam, makan banyak membuat tubuh Sabrina lebih kuat."


"Tapi.., aku takut mubazir Jen."

__ADS_1


Jennie menepuk pundak Liam yakin dengan pilihan Sabrina. "Aku pesen yah. kamu mau apa Liam?"


"Brown sugar boba, waffle topping selai coklat sama kentang goreng." Jennie mengangguk kemudian mulai meninggalkan tempat duduk. Tidak lama Jennie kembali ketempat duduk semula.  Hening menerpa, Sabrina sedang menatap keluar jendela cafe sedangkan Liam sedang fokus keponselnya.


"Liam." Panggil Jennie


Liam menoleh kemudian menatap Jennie dengan tatapan bingung, "kenapa?"


"Aku mau tanya apakah jadwal kamu setiap harinya selalu sibuk?" Liam tampak mengerutkan keningnya, tumben sekali Jennie membahas tentang pekerjaan.


"Tumben kamu membahas pekerjaan saat kita bertemu."


"Aku hanya penasaran." Jangan sampai Jennie kelihatan berbohong, tapi memang Jennie penasaran dengan kesibukan seorang idol. Liam masuk kedalam grup yang sama dengan Mark. pasti kesibukan Liam tidak jauh beda dengan kesibukan Mark.


"Pastinya menjadi idol tidak mudah Jennie, kita harus promosi jika mendekat tanggal comeback, kita berlatih dance dan kadang kita mengasah kreativitas dengan membuat lirik lagu ataupun aransemen lagu."


"Selain itu aku ingin tau apa diagensimu idol dilarang berpacaran?" Tanya Jennie hati hati.


"Yah tentu saja pasti ada peraturan seperti itu, bukan hanya diagensi tempatku bekerja tapi semua agensi hiburan sepertinya melarang berkencan."


Jennie semakin tertarik semakin mendengarkan penjelasan dari Liam, semakin Jennie penasaran.


"Jadi kalian para idol tidak diperbolehkan pacaran?"

__ADS_1


Jangan lupa follow IG author: griliyy


Mari berteman :)


__ADS_2