
Jennie bersiap siap untuk berangkat kehotel. Walaupun muka Jennie tampak pucat ,Jennie akan menambahkan sedikit makeup untuk menutupi wajah pucatnya.Ponsel Jennie berbunyi sepertinya ada yang mengirim pesan kepadanya.
Liam
Apa kau sudah baik baik saja?
Jennie
Aku baik baik saja Liam, sebaiknya kamu mempersiapkan comeback dengan matang, aku dengar kalian sudah sibuk dengan rencana comeback
Liam
aku akan memberikan mu satu album comeback kita
Jennie
boleh
Setelah membalas pesan dari Liam, Jennie berjalan untuk sampai keparkiran apartemennya, Jennie tidak bisa secepatnya pindah dari apartemen ini, karena kerjaan dihotel juga masih menumpuk tidak bisa Jennie lepas tangan begitu saja.
Ditengah jalan banyak kalangan remaja yang sedang memperhatikan wajah Mark, mungkin mereka adalah fans fanatik Mark.
"Belajarlah yang sungguh sungguh wahai anak muda, jangan malah terus nontonin bias." Gumam Jennie
Lalu lintas jam segini pasti padat menjadikan Jennie cepat bosan jika sudah terkena macet.
Perut Jennie tiba tiba keroncongan padahal tadi pagi sudah sarapan roti dengan selai nanas.
"Aku pengin rice bowl depan kantor, sepertinya enak."
Setelah Jennie memarkirkan mobilnya diparkiran hotel, Jennie berjalan menyebrang jalanan yang lumayan ramai. Baru beberapa langkah melangkah tubuh Jennie hendak ditabrak oleh mobil bmw. Jennie menegang untung mobil itu secepatnya mengerem kalo tidak tamat riwayat hidup Jennie.
Sang pengemudi turun dari mobil dan menarik tangan Jennie, memaksa Jennie untuk masuk kedalam mobil kemudian menguncinya ,sumpah ini kasus penculikan yang tidak elit sama sekali.Sang pengemudi telah masuk kedalam mobil tapi tidak menghidupkan mesin mobil. Pengemudi mobil itu membuka masker, betapa terkejutnya Jennie saat didepannya ternyata Mark yang tadi difotonya sedang diperhatikan banyak remaja.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukanmu perempuan licik." Umpat Mark
Jennie ingin kabur dan berusaha membuka pintu mobil, Mark sudah menguncinya dari dalam alhasil Jennie tidak bisa keluar sebelum Mark memencet tombol.
"Apa kesalahan gue sampai lo berani ngumpat?" Tanya Jennie dengan panggilan tidak sopannya, Jennie emosi jadinya Jennie tidak mengunakan aku kamu lagian Jennie juga tidak berada didalam hotel.
"Malam itu gue dijebak lo benar bukan?" Tegas Mark
Jennie tertawa. "Sebaiknya gue dan lo lupain semua tentang malam itu."
"Tidak bisa." Tolak Mark
"Pasti kalo gue gak dijebak lo maka ada orang lain yang njebak gue, bisa jadi itu dari pihak hotel, lo harus menyelidiki agar masalah ini bisa selesai dan kita bebas." Ungkap Mark
Tiba tiba Mual melanda perut Jennie, sepertinya perut Jennie ngambek karena tidak diisi rice browl keinginannya.
'Wlek' Jennie memuntahkan isi perutnya dimobil mahal milik Mark. Mark melotot apa ada orang yang bahkan mesin mobil tidak dihidupkan masih mual mual. Beberapa kali juga Jennie memuntahkan isi perutnya, Mark menatap jijik dan berjanji akan membeli mobil yang baru padahal ini adalah mobil kesayangannya.
Jennie bernafas lega ketika perutnya sudah mulai nyaman, kenapa dari kemarin perutnya jadi sering mual?. Mark mikir apakah ini tanda tanda bahwa Jennie hamil? karna memang mereka berdua melakukan itu sekitar 1 bulan yang lalu. Sebaiknya Mark membawa Jennie untuk memeriksakan diri daripada Mark penasaran terus menerus.Mark melajukan mobilnya menjauh dari hotel tempat Jennie bekerja.
Mark menatap Jennie sedetik kemudian Mark kembali fokus kejalanan. "Gue mau bawa lo kesuatu tempat ,untuk memastikan sesuatu."
"Memastikan sesuatu? apa yang harus dipastikan? kan gue udah bilang kalo malam itu bener bener bukan dari kendali tangan gue." Ungkap Jennie
"Lo gak merasa ada yang berubah dari diri lo?" Tanya Mark kepada Jennie
Jennie mengerutkan keningnya, tubuhnya masih sama tidak berubah jadi langsing ataupun gendut. "Gue mau mastiin lo hamil atau enggak." Jujur Mark
Jennie melototkan matanya. "Jangan ngadi ngadi deh, gue gak hamil."
Mark mengangguk. "Itu kan cuman perasaan lo belum tentu bener."
"Berhenti disini atau gue buka pintu mobil dan keluar sekarang juga!" Ancam Jennie
__ADS_1
Mark tertawa ternyata General Manager dari hotel WRD sedikit bodoh. "Gue udah ngunci pintu mobil lewat kunci, mana bisa lo buka begitu saja."
Aish Jennie kesal sekali kenapa dirinya berubah jadi bodoh seperti ini? Jennie memberengut kesal dan memilih untuk diam serta pasrah untuk kedepannya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tangan Jennie ditarik paksa oleh Mark untuk mengikutinya. Mark sudah memakai masker agar orang orang asing tidak mengenali seorang idol yang sedang mengeret geret seorang perempuan.Jennie berusaha mengimbangi langkah Mark yang cepat dan lumayan lebar jika melangkahkan kakinya. Efek Jennie lebih pendek dari Mark membuat langkah Jennie menjadi lamban jika disandingkan dengan Mark.
"Mark plis jangan bawa gue ngecek itu, gue takut." Ungkap Jennie
Mark tetep kekeh dan membawa Jennie memasuki ruangan dokter yang memang sudah dihubungi Mark. Rumah sakit yang dikunjungi Mark dan Jennie juga sepenuhnya milik keluarga Mark. Jadi privasi bakal terjaga tidak bisa dikulik begitu saja oleh media.
Mark masuk dan diikuti oleh Jennie yang sedari tadi menunduk. Dokter dan suster disana menyambut kedatangan tuan muda pemilik rumah sakit dengan senyuman dan berusaha melayani Mark dengan baik.
"Selamat datang Tuan." Sapa Dokter
"Kalo begitu saya akan segera mengecek keadaan Ibu Jennie."
Jennie melototkan matanya what! Jennie itu masih berusia 22 tahun bukan seperti 40 tahun keatas yang pantas dipanggil ibu ibu.
"Silakan Bu Jennie untuk merebahkan tubuh diranjang." Perintah dokter itu
Mark mendorong tubuh Jennie, Jennie pasrah dan mengikuti perintah dokter itu. Dokter itu menyuruh Jennie untuk membuka perut tapi Jennie menolaknya malu jika dilihat oleh Mark.
"Kenapa malu, gue juga udah lihat semuanya kok." Ucap Mark
Rasanya Jennie ingin meremas mulut Mark yang tidak difilter itu. Akhirnya dengan kepasrahan akut Jennie membuka baju, dokter itu mengoleskan gel diatas perut Jennie dan memulai menyalahkan layar monitor USG. Jennie meneguk ludah karena khawatir apa yang Jennie hindari bakal terjadi.
Mark menatap layar monitor disana seperti ada warna putih yang membulat. Apa kah itu hasil malam itu? Mark berusaha menyangkal semua yang dipikirannya sekarang, Mark belum siap untuk tanggung jawab. Bagaimanapun Mark masih ingin menjadi laki laki yang bebas tanpa harus bertanggung jawab untuk seseorang. Dokter itu masih menjalankan alat prosesor USG yang bergerak gerak diperut polos milik Jennie. Jennie terlihat gugup dan ingin menangis ,Jennie meyakini kalo memang ada kehidupan diperut Jennie, pasti Jennie bukan ibu yang baik nantinya. Jennie memandang Mark yang juga sedang memandangnya. Dari sorot mata Mark ,Jennie tau Mark juga belum siap dengan semuanya kalo memang ada yang hidup gara gara malam itu.
Jangan lupa mampir ke ******* :Amalia Alfa
Gramedia Writing Project :Deaamalia
__ADS_1
dan juga Instagram :griliyy
nantikan update updatetan terbaru :) see you