Gagal

Gagal
54


__ADS_3

Gabriel menunduk, “tetap saja Gabriel lalai menjaga kakak.”


“Kata siapa?”


“Gabriel sendiri yang berkata seperti itu kak.” Jennie menggeleng dengan menahan agar tidak menangis karena mendengar pengakuan dari Gabriel, “jangan merasa Gabriel,”


“Ini salah aku dengan Mark.” Lanjut Jennie.


Gabriel menggeleng, “kakak gak salah yang salah itu idol itu!” Gabriel tidak lagi memanggil Mark dengan embel embel senior.


“Gabriel tenanglah.”


“Kalo aku bukan trainee diagensi yang menaungi laki laki itu. sudah dipastikan laki laki itu akan aku tendang.” Gabriel  menyimpan dendam kepada Mark.


“Jangan seperti itu Gabriel.”


“Aku kesel banget sama dia kak.”


“Kamu harus menghormatinya Gabriel. dia calon kakak kamu.”


“Aku gak mau nganggap. lagian dia mau menikah tapi masih berpacaran dengan kekasihnya.” Kesal Gabriel.


“Memang kakak yang salah karena masuk jadi orang ketiga.”


Gabriel menggeleng, “tapi laki laki itu sudah sepakat akan menikah dengan kakak. pastinya kekasihnya harus diputusin.”


“Gak apa apa.” Jennie menggelus kepala Gabriel.


“Terserah kakak deh yang penting kakak bahagia.” Setelah mengatakan itu Gabriel meninggalkan Jennie mulai melangkah masuk kedalam kamarnya.


Sebelum masuk kedalam kamar, Jennie berteriak kepada Gabriel. “Gabriellll.”


Gabriel menoleh, alisnya terangkat, “kenapa?”


“Kamu gak mau makan?”


##


Jennie mengetuk pintu kamar Gabriel, “makanan udah siap kakak tunggu dimeja makan.” Ucap Jennie. Jennie melangkahkan kaki terlebih dahulu kemeja makan, perut Jennie sudah minta diisi dari tadi. Gabriel membuka pintu kamar dan segera

__ADS_1


menyusul Jennie. Gabriel langsung duduk dikursi.


“Menu makanannya kali ini apa kak? kok beda sama biasanya yang kita makan.” Jennie memang terbiasa membuat sandwitch selain mudah dan mengenyangkan.


“Ini nasi sama ayam geprek keju.” Jawab Jennie.


“Kakak belajar dari mana membuat semua ini? kakak gak beli kan?” Jennie menggeleng.


“Aku belajar masak diyoutube. kamu berkesempatan banget nyicipin ayam geprek yang aku buat pertama kali dihidupku.”Gabriel tersenyum antusias, dan mulai memakan ayam geprek itu. Gabriel menelan ayam geprek itu ternyata rasanya not bad, kakaknya


itu memang pintar memasak. Selain cantik pinter masak lagi kurang apa hayo?.


“Gimana rasanya?”


Gabriel tersenyum, “enak kok kak.”


Jennie tersenyum tidak sia sia Jennie menonton video tutorial dan membaca banyak resep membuat


ayam geprek hasilnya jadi memuaskan. Ingat Usaha tidak akan menghianati hasil.


Saat sedang makan, netra Gabriel tidak sengaja menemukan tumpukan bag dari brand perhiasan


terkenal. “Itu punya kakak?” Gabriel menunjuk kebag bag itu.


“Dapat dari mana kak?”


“Jangan penasaran.” Jennie mencegah Gabriel untuk tahu lebih dalam.


“Dari senior Mark?” Gabriel menebak nebak.


Jennie menunduk kemudian mengangguk, “yah kamu pikir aja. gak mungkin kakak kamu beli perhiasan dari brand itu. kakak gak punya uang.”


“Kakak nerima itu dengan lapang dada?”


“Iyalah mumpung gratis.” Ungkap Jennie.


“Kenapa diterima sih?” Gabriel kesal.


“Itu cincin untuk pernikahan Gabriel. kakak sudah janjian dengan seniormu untuk membeli

__ADS_1


itu. jadi itu memang buat aku.”


“Yakin cuman buat kakak? dia gak beliin perempuan lain?” Gabriel merubah panggilan kepada


Mark yang tadinya sopan sekarang berubah.


Jennie terdiam, Gabriel tau karena keterdiaman Jennie artinya Mark juga membelikan


cincin untuk perempuan lain. “Kakak sakit hati bukan?,”


“Kalo sakit jangan paksa untuk menerima pernikahan ini kak.”


Jennie menggeleng, “kamu jangan buat kakak jadi gak yakin dong.” seru Jennie.


“Ingat pernikahan kakak itu gak sempurna. pernikahan itu cuman bentuk tanggung jawab


dia kalo sudah tidak ada yang ditanggung jawab lagi pasti dia langsung menceraikan kakak. dia itu sangat setia kak dengan kekasihnya. aku takut kakak


semakin terluka.” Jennie termenung karena perkataan Gabriel.


“Kakak akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini Gabriel.”


“Itu kakak. coba kalo dia? apa dia tetap akan mempertahankan pernikahan itu? Gabriel bukan


mendoakan yang tidak baik tapi kalo nantinya janin kakak gak bisa lahir selamat didunia gimana? percumakan kakak mempertahankan pernikahan? lebih baik dari sekarang kakak sendiri aja mengurus calon anak kakak,”


"Ada aku yang akan membantu kakak.” Lanjut Gabriel.


Jennie menghembuskan nafas lelah, “jangan seperti ini lagi Gabriel.”


“Gabriel adik kakak. Gabriel tau hati kakak itu seperti apa. kakak mau diduain?” mendengar ucapan Gabriel lama lama Jennie jadi emosi kepada adiknya ini. Jennie mengebrak meja, “udahlah kakak udah milih untuk menikah jadi nanti bakal kakak tanggung


sendiri semuanya.” kesal Jennie langsung meninggalkan Gabriel.


“Kakak udah mulai jatuh cinta sama senior?” Gumam Gabriel karena melihat ketidaksukaan


Jennie terhadap kejelekan Mark.


“Aku takut kakak jadi sakit saat bersama dia.” Gabriel masih bergumam.

__ADS_1


“Semoga kakak tetap bahagia.”


Terimakasih kepada kalian yang sudah membaca cerita ini. Maaf jika cerita ini kurang diminati oleh kalian. Karena author baru berkecerimpungan didunia tulis menulis.


__ADS_2