Gagal

Gagal
35


__ADS_3

"Aku akan memanggilkan dokter pribadimu." Ucap Rosean


'Kenapa Rosean memanggil dokter pribadi Kate, apakah penyakit Kate ini sudah diderita sejak lama?' batin Jennie menerka nerka.


Rose panik sendiri, Rose sedang menelepon dokter mengatakan bahwa Kate kembali kumat. Rose mendekat dan memeluk tubuh Kate yang lemas, "kamu jangan mengingat kejadian buruk, ingatlah hari pernikahanmu bersama Robert." Rose berusaha terus membuat Kate untuk tenang. Jennie mendekat kearah Rose, "oma." Jennie memanggil Rosean, Rosean menoleh. "Ada apa Jennie?"


"Aku ijin akan pulang oma." Rosean mengangguk, "hati hati aku tidak mengantarmu keluar sampai depan, aku harus mengurus Kate."


"Tidak apa apa oma, aku titip salam untuk Tante Kate." Jennie mengecup punggung tangan Rosean, Jennie menutup pintu kamar Kate. Jennie melangkah mengambil tas dan melangkah pergi meninggalkan rumah Mark. Jennie masi bingung kenapa banyak sekali masalah dirumah Mark, kebanyakan penghuninya menutupi masalah itu.


Jennie membuka pintu apartemennya, sepertinya belum ada Gabriel, apa Gabriel masih berlatih? atau sedang bekerja dicafe?. Ponsel Jennie memunculkan notifikasi, Gabriel mengirimkan pesan.


Gabriel


Aku tau kakak memikirkan aku bukan? batin kita terlalu kuat, apa kakak bisa keagensiku?


Jennie berpikir keras, kalo Jennie keagensi Gabreil pasti bakal bertemu dengan Mark. Sebaiknya Jennie tidak bertemu Mark diagensi, disekitar agensi banyak fans, bukan hanya fans Mark tapi pasti Gabriel juga sudah memiliki fans bukan?


Gabriel memiliki visual yang tidak main main, pasti banyak disukai wanita. Bahkan jika Jennie ditanya gantengan Gabriel atau Mark, pasti Jennie akan menjawab Gabriel.


Jennie


Maafkan aku Gabriel, tapi aku tidak bisa keagensimu, kamu tau sendiri bukan?


Tidak lama Gabriel membalas pesan Jennie, sepertinya Gabriel sedang santai karena Gabriel bisa membalas pesannya.


Gabriel


Tidak apa apa kak, aku akan pulang terlambat.


Jennie


Baiklah

__ADS_1


Gabriel


Selagi aku belum pulang kakak bisa belajar masak, aku akan memakan menu terbaru dari buatan kakak.


Jennie tersenyum, memiliki adik seperti Gabriel itu sebuah keburuntungan. Gabriel tidak akan memaksa kakaknya harus bisa ini itu, Gabriel selalu menjadi tempat Jennie ketika sedih, Gabriel tempat Jennie mengutarakan semua kegudahannya, semuanya hanya pada Gabriel. Jennie tertunduk bagaimana nanti harinya jika menikah dengan Mark, dan berpisah dengan Gabriel yang akan sibuk menjadi idol?. Siapakah nantinya tempat cerita Jennie? tidak mungkin Mark karena Mark pasti akan tetap sibuk dengan pujaan hatinya sendiri. Apa Jennie harus mencari pacar? kalo nanti Jennie punya pacar, setelah bercerai dengan Mark, Jennie bisa langsung menikah dengan sang pacar. Tapi apakah sang pacar menerima Jennie yang sudah menjadi janda? dan bisa jadi anaknya akan ikut Jennie.


Lama berpikir Jennie memilih membuka ponselnya, dan menscrooll menu makanan sehat untuk ibu hamil, mood makan Jennie sekarang berubah. Jennie kadang bahkan tidak makan sehari saking mualnya.  Jennie membuka web yang mengantarkannya kearah menu dan bahan membuat pancake. Jennie berdiri dan mulai membuka kulkasnya mengecek apakah bahan memuat pancake semuanya ada dikulkas. Setelah dicek semua bahan sudah tersedia, Jennie menyiapkan alat dan bahan. Jennie memulai membuat pancake seperti yang tertera di web.


Jennie menuangkan adonan yang sudah jadi diteflon, semoga sesuai ekspetasi.


Jennie buru buru membalik pancake itu, Jennie berusaha. Pancake pertama Jennie berhasil. Jennie langsung senang dan sedikit menari nari didapur, kebiasaan Jennie ketika berhasil membuat salah satu makanan yang belum pernah Jennie buat, ada kebanggaan tersendiri ketika itu berhasil.


"Aku akan membuat empat, dua untuku dan dua lagi untuk Gabriel." Jennie kembali menuang adonan yang ke 2. Tapi ternyata adonan ke 2 sepertinya kematengan, saat dibalik sudah gosong, biasalah ketika pertama berhasil nanti dicoba lagi dan gagal, tapi Jennie tidak akan menyerah. Jennie kembali menuangkan adonan ketiga, adonan ketiga ternyata sesuai ekspetasi Jennie, adonan ketiga terlihat berhasil dan cantik. Jennie senang kemudian menuang adonan keempat, saat ini yang jadi masih dua pancake.


"Aku harus menguploadnya distatus media sosial, agar semua tau aku sudah bisa memasak pancake." Jennie memotret pancake. Rosean melihat status Jennie, tidak lama Rosean mengirim pesan ke Jennie.


Oma Rosean


Jennie tersenyum melihat


Jennie


Aku akan menantikan oma bisa merasakan pancake buatanku


Tidak lama ternyata Gabriel menelepon Jennie, tumben adiknya menelepon Jennie.


"Ada apa?" Tanya Jennie


"Aku melihat statusmu yang membuat pancake, kau pasti membuatkan untuk aku bukan? aku ingin memakai selai anggur, setelah ini aku pulang."


Sepertinya membuat Gabriel ngambek akan seru, "kata siapa aku membuatkan untukmu? aku sedang ngidam dia menginginkan pancake."


"Kamu berbohong tidak mungkin kamu melupakan adikmu."

__ADS_1


"Anaku yang menginginkan pancake kenapa aku harus membuatnya juga untukmu?" Tanya Jennie untuk Gabriel.


"Kakak, jangan bercanda." Sepertinya Gabriel sudah masuk kedalam perangkap Jennie.


"Aku kan akan punya anak, mungkin tidak akan membuatkan makanan untukmu setiap waktu." Jennie menakuti Gabriel, Gabriel itu tidak bisa masak dari kecil yang memasak adalah Jennie. Mungkin setelah ini Jennie akan mengajarkan Gabriel memasak walaupun hanya masak mie instan yang penting Gabriel pernah masak.


"Apa aku sudah dianggap bukan keluargamu?" Tanya Gabriel tiba tiba


"Enggaklah kau tetap adikku selamanya juga adiku."


"Tapi tidak biasanya kamu tidak membuatkan aku makan,"


"Apa calon anakmu itu sekarang jadi kesayangan mu dan mengeser aku?" Sepertinya Gabreil cemburu dengan calon keponakannya.


Biasanya yang cemburu adalah suami dari istri yang sedang hamil, tapi ini malah calon paman yang cemburu dengan keponakannya. Jennie tertawa sepertinya pulang nanti Gabriel akan terus mengerutu.


"Maafkan aku Gabreil, aku hanya ingin membuatmu marah." Ungkap Jennie


"Kakak mau membuatku marah? tapi sayang sekali aku tidak akan bisa marah kepada kakakku yang tercantik ini." Gabriel memuji diakhir kalimat.


"Aku hanya ingin melihat kau marah Gabriel, sepertinya belum pernah."


"Aku sudah bilang mungkin ketika marah aku ingat bagaimana sayangnya kakak kepadaku aku jadi tidak bisa marah kepada kakak."


"Kakak aku harus pulang kerumah." Gabriel mematikan telepon


Jennie kembali kekegiatannya awal membuat pancake, Jennie menuang adonan keempat. Adonan keempat kini jadi pancake yang tampak menggiurkan, nanti kalo Jennie sudah pensiun menjadi manager hotel sepertinya Jennie bisa menjadi penjual pancake, cita cita yang mulia bukan?. Jennie menuangkan adonan kelima dan akhirnya empat pancake telah tersedia diatas meja makan tinggal menunggu Gabriel pulang dan mencoba pancake buatan Jennie. Jennie akan menanyakan juga berapa nilai dari makanan yang dibuat Jennie kali ini kepada Gabriel.


Jangan lupa follow ig author: griliyy


mampir difb Author juga biar dapet updatetan: Alfae Kpopers Ikonic


Terimakasih sudah mampir :)

__ADS_1


__ADS_2