Gagal

Gagal
58


__ADS_3

“Aku mau nasi goreng kak.” jawab Gabriel.


“Tapi kamu gak dimarahin sama manajermu kan? nanti pas berangkat latihan perut kamu melembung.”


“Kan aku cuman sepiring gak sampai satu mejikom kak jadi aman aman aja.” Gabriel memberikan senyuman termanisnya untuk kakaknya itu.


“Yaudah aku buatin mau topping apa? ayam atau seafood?”


“Kalau ditawarin aku mau topping seafoood, emang ada kak toppingnya? bukannya kakak gak berbelanja berbulan bulan? kayaknya udah habis deh.” ucap Gabriel.


Benar juga kata Gabriel, Jennie memang belum berbelanja bulanan. Semua uang milik Jennie ditabungkan. Jennie mengecek kedalam kulkas dan benar disana hanya ada telur dan roti serta nuget nuget, ayam dan daging sapi.


“Gak ada, mau telur aja?” tawar Jennie kepada Gabriel.


Gabriel terdiam, mau tidak mau gabriel mengangguk padahal siang tadi sudah makan telur diagensi sekarang harus makan telur lagi, mabok telur nanti gabriel. Jennie menyiapkan bahan bahan dan alat untuk memasak.


“Kamu tolong dong telurnya dipecahin lalu dikocok kasih bumbu sama bawang daun dan cabai.” perintah jennie kepada Gabriel. Gabriel mematuhi perintah kakak tercintanya itu dengan sedikit ogah ogahan. Jennie ternyata mendapati tingkah Gabriel itu, jennie menatap Gabriel dengan tatapan kebingungan, “kenapa kamu kayak gak ikhlas gitu bantuin kakak?” tanya Jennie kepada Gabriel.


Gabriel yang sedang memecahkan telur itu menghentikan kegiatannya dan menoleh kekakaknya, “aku melaksanakan perintah kakak, dengan baik dan benar kok kak.” seru Gabriel.


“Tapi kamu kelihatan males, kenapa?”


“engggak tuh kata siapa.” Gabriel berkilah.


“kelihatan banget jangan bohong sama kakak.” ucap Jennie.


“Yaudah deh nanti gabriel bakal niat banget ngaduk telurnya.” Gabriel kembali menganduk telur yang sudah diwadah itu.


“Kamu beneran mau makan nasi goreng gak sih? kamu marah karna gak jadi makan seafood?” Jennie jadi kesal sendiri maklum bumil.


“Aku beneran mau makan kak, pasti bakal aku habisin kok.” Gabriel jadi tambah kesal sudah capek ditambah dituduh gak niat, serba salah kalo jadi cowok.


Jennie dan Gabriel kembali melanjutkan kegiatan masak masaknya, mereka berdua sepakat untuk saling menolong. “Gimana kamu beneran didebutin?” tanya Jennie setelah lama terdiam.


“Yah harus jadi dong kak, aku latihan dengan semangat kok.” sahut Gabriel yang sedang memperhatikan Jennie memasak karena tugas Gabriel sudah selesai.

__ADS_1


“Aku denger ada trainee yang belum tentu debut.”


“Memang ada yang gitu kak, kadang keluar karena keputusan agensi ataupun pribadi, tapi kebanyakan gak debut karena memang keahliannya kurang dan tidak layak didebutin.”


“Kamu beneran mau jadi idol Riel?”


Jennie membuka matanya, untungnya malam ini jennie tertidur dengan nyenyak. Pagi ini juga sepertinya tidak ada gejala morning sickness. Jennie senang sekali janinnya tidak terlalu rewel, biarkan seperti ini agar Jennie bisa bekerja tanpa ada halangan. Jennie mengelus perutnya, “adek jangan rewel yah, gini aja mama tambah sayang deh sama adek.”


Jennie merentangkan kedua tangannya dan berlalu melangkah kedalam kamar mandi. Jennie menyiapkan peralatan mandi termasuk skincare routine yang wajib bagi para perempuan. Jennie cantik karena rajin merawat wajahnya. Jennie memulai mandinya. Jennie membuka pintu dan keluar dari kamar mandi, diatas ranjangnya sudah ada Gabriel.


“Kak.” Gabriel memanggil Jennie.


“Ada apa?”


“Aku kayaknya bakal pulang telat hari ini, jangan ditungguin yah takutnya nanti kakak kecapekan.” ungkap Gabriel.


“Kamu gak makan malem dong? kalau bakal pulang malam jangan lupa makan pas malamnya mau dimanapun itu.” Jennie memberikan perhatian dengan kata katanya.


“Iya kak aku terlambat karena malemnya aku mau kerja dicafe.”


“Cukup kok kak, malah gabriel kerja karena gak mau jadi beban kakak. Gabriel baca chat dari Shura katanya kakak lagi ada masalah keungan.”


Oalah dari Shura, memang ember sekali perempuan satu itu, tumben juga Gabriel membaca chat dari Shura, apa Gabriel mulai suka dengan buaya wanita itu?. Jangan sampai deh walaupun Shura teman Jennie tapi jangan deh sampai menikah dengan Gabriel.


“Tumben kamu baca chat dari Shura, biasanya juga enggak.” karena penasaran Jennie bertanya kepada Gabriel.


“Karena Gabriel lihat dipop up ada nama kakak disebut, yaudah Gabriel baca.” adik satu satunya Jennie ini memang sangat perhatian plus ganteng.


“Jangan baca chat Shura, biarin aja diakan buaya wanita kamu juga jangan sampai suka sama Shura yah, kakak gak bakalan ngerestuin.”


Jennie sampai diruangan kerjanya, dimeja kerja Shura tidak ada raga Shura, kemana wanita itu pergi, tumben sekali pagi pagi belum kelihatan batang hidungnya. Jennie mengecek berkas berkas penting, setelah mengecek dan merasa tidak ada masalah, Jennie membuka ponselnya dan mulai mengetikan nomer rekening, Jennie berencana hari ini akan membayar kerugian hotel menggunakan tabungannya. Walaupun masih dicicil sedikit dikit tapi Jennie merasa lega.


“Lima juta dulu deh nanti yang lain nyusul.”


Shura membuka pintu ruangan Jennie tanpa mengetuk terlebih dahulu. “Salam atau ketuk dulu gitu, main nyelonong aja.” geram Jennie.

__ADS_1


“Maaf Manajer kesayangan ku.”


“Dihh enak aja, aku gak mau disayang sama kamu.” harusnya Jennie tidak berbicara seperti ini karena setiap terpurruk dan kesulitan Shura selalu berusaha membantu Jennie. Shura definisi teman sejati.


Shura meletakan lemon tea diatas meja kerja Jennie, “spesial lemon tea buat manajer yang selalu bekerja keras.” Jennie menyeruput lemon tea itu, enak juga. “Tumben baik.” Jennie curiga tidak mungkin Shura tiba tiba baik.


“Aku bahagia banget Gabriel baca chat aku.” Shura tersenyum malu malu. Benar bukan pasti ada niat terselubung.


“Bukan kamu kan Jen yang baca chat aku dihandphone Gabriel?” lanjut Shura.


“Memang Gabriel yang baca, aku gak pernah baca chat dihandphone Gabriel, itu privasi Gabriel sendiri.” jawab Jennie.


“Kamu itu memang kakak ipar idaman banget.” seru Shura.


“Aku bukan kakak ipar kamu yah.” tolak Jennie mentah mentah.


“Jangan gitu nanti jilat ludah sendiri tau rasa.”


“Jangan sampai deh Gabriel jodohnya sama kamu, takut Gabriel diduain.”


“Gak gitu, aku pernah bilang bukan, kalo sama Gabriel aku bakal setia, cukup Gabriel.”


“Aku gak bakalan percaya.”


“Kamu sama temen sendiri kok gitu sih.”


“Yah salah kamu sendiri punya banyak pacar, aku susah buat percaya, harusnya kamu itu setia sama satu cowok.” ucap Jennie.


“Akukan pernah disakiti sama satu cowok Jen, sekarang aku jadi susah percaya sama satu cowok oleh karena itu aku mendua.”


“Tau gak sih, biasanyakan yang mendua itu lakinya ini malah ceweknya, hadeuh capek deh.”


“Kalo capek istirahat.”


Terimakasih yang meluangkan waktunya untuk membaca karya ini. Maaf jika belum bagus, masih belajar dan pasti banyak kesalahan. Jangan lupa kasih love.

__ADS_1


IG: griliyy


__ADS_2