
“Kamu sudah disuruh diam masih aja nyentak nyentak Jennie.” kesal oma Rose kepada Kate.
Kate jadi kesal sendiri karena dari tadi Jennie terus dibela sama oma Rose. “Lihat dia oma! dia aja kelihatan gak peduli sama Mark.” ucap Kate berusaha memanas manasi suasana.
‘Kata siapa! aku malah peduli namun mark acuh saja.’ kesal Jennie didalam hati.
Oma Rose dan juga Robert hanya menjadi saksi saksi kemarahan Kate kepada Jennie, oma Rose diam karena masih memikirkan dimana keberadaan mark.
“Jadi dimana keberadaan Mark, Jennie?” oma Rose berusaha tetap tenang.
Jennie menghela nafas mungkin sudah saat nya dia membuka mulut, biar saja mark marah pada dirinya. “Mark pergi dari malam oma.” jawab Jennie.
Oma Rose dan Kate membelalak kaget, sedangkan Robert masih tetap stay cool.
“Kamu pasti yang ngusir Mark bukan? mark tidak mungkin meninggalkan rumah tanpa adanya keterpaksaan, kamu pasti buat mark gak nyaman!.” tudingan palsu dari mertuanya.
Kenapa mertua Jennie sangat kejam sekali sih, gak ada lembut lembutnya dikit.
“Kamu tidak berbohong bukan Jennie?” tanya oma Rose kepada Jennie. Jennie langsung mengangguk, karena memang jujur dari awal.
__ADS_1
“Sekarang kamu tahu dimana Mark?” Jennie menggeleng. Oma Rose menghela nafas.
“Dia pergi karena gak suka sama kamu! kenapa juga oma dengan seenaknya naro dia dikamar Mark sih, oma kan paling tahu kalau mark itu gak suka kamarnya diisi orang asing!” sentak Kate.
Jennie semakin menunduk, kenapa semua kesalahan mark dilimpahkan keJennie.
“Sudah jangan diambil hati, kamu makan aja jen.” ucap oma Rose.
Jennie menatap Kate yang masih saja menatap tajam kearah Jennie, benar kata oma mending Jennie meneruskan kegiatan makannya.
Setelah semua sudah makan, Robert meninggalkan meja makan dan akan pergi berangkat kerja disusul Kate yang bangkit dari kursi, “kamu mau kemana Kat?” tanya oma Rose kepada Kate.
Oma Rose menggeleng geleng, “kamu bisa tidak satu hari saja dirumah? dari dulu sampai sekarang yang dipikiran mu cuman belanja belanja dan belanja.” kesal oma Rose.
“Yah karena aku masih punya uang ma, jadi lebih baik aku belanjain.” emang orang kaya original.
“Harusnya kamu kalau ke mall ngajak menantu baru kamu, biar orang orang tahu.” nasehat oma Rose untuk Kate.
Kate menatap tidak suka kepada Oma Rose, “gak mungkin ma, aku itu cuman ngenalin JJ kepada teman teman ku.”
__ADS_1
Oma Rose memanyunkan bibirnya tidak suka dengan sikap Kate, “dasar kamu cuman tau cara menghabiskan uang suami.” kesal Rose. Kate tidak memperdulikan omongan dari orang tua itu yang terpenting saat ini bagi kate adalah menghabiskan uang dan pergi healing. Jennie hanya jadi penonton.
Sedetik kemudian, oma Rose menatap kearah Jennie. “Kamu mau kemana, kenapa make baju kerja?” tanya oma Rose yang curiga kepada Jennie.
“Jennie mau pergi berangkat kerja oma.” jawab Jennie jujur.
“Kamu tidak bisa libur dulu Jen?” pinta oma Rose.
Jennie menggeleng, Jennie tidak mungkin libur terus disaat Jennie membutuhkan uang untuk membayar kerugian hotel.
“Kamu sedang hamil, bisa kamu dirumah aja nikmatin uang dari suami kamu seperti mertua kamu.” oma Rose melihat prihatin Jennie.
‘Gak gak mungkin aku ikut ikutan jadi seperti mertua aku.’ batin Jennie menolak.
“Oma jangan khawatir jennie pasti baik baik saja kok.” ucap Jennie berusaha menyakinkan oma Rose.
“Baik lah oma gak akan mengengkang kamu untuk bekerja, jangan pulang terlambat Jen.”
\~\~\~
__ADS_1
next gak nih?