Gagal

Gagal
83


__ADS_3

“Jangan gitu, kalau bu jen denger pasti kita dapet masalah.” nasehat dari orang lain.


“Kayaknya bu jen bukan orang kayak gitu, dilihat lihat bu jen itu orangnya penyabar.” ungkap salah satu pelayan.


“Kata siapa? bisa jadi yang kelihatannya polos ternyata suka sinis.” ucap salah satu pelayan.


“Kamu gak suka yah sama bujen? kelihatan banget mau jatuhin bujen.” Setelah mengatakan itu para pelayan kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Jangan sampai mereka lalai dalam bekerja, pasti nanti bakal kena marah.


__ADS_1


Jennie membereskan barang barang yang ada diatas meja kerjanya.


“Kalau mau keluar mending mandi. ganti baju dulu gak sih?” gumam Jennie.


Jennie menimbang nimbang pilihannya, “tapi kalau mandi. Harus pulang dulu dong?”


“Aduh gimana nih? bingung banget.” Jennie masih bergumam.


Jennie mengelus perutnya yang lumayan sudah membuncit, “maafin papa kamu yah nak, mungkin papa kamu sibuk jadi jarang nengok in kamu.” Jennie merasa sedih jika takdir akan memisahkannya dengan anaknya, jika Mark dan Jennie cerai.

__ADS_1


Jennie menggeleng berusaha membuang pikiran negative itu.



Samuel masuk kedalam ruangan kerjanya dengan senyum lebar.


“Kalau Jennie sering masuk kerja, dijamin aku gak bakalan ninggalin restoran.” Samuel senyum senyum sendiri.


Samuel duduk dikursi kerjanya, masih terbayang bayang wajah Jennie yang manis rupawan menghiasi otak Samuel.

__ADS_1


“Kenapa aku jadi tergila gila sama Jennie yah?” Samuel jadi bingung sendiri.


“Apa aku harus pdkt dulu? jangan langsung menyatakan perasaan?”


__ADS_2