
“Aku cuman fokus pakai sunscreen, karena aku kalau keluar kebanyakan siang hari.” jawab JJ dengan pd nya.
Jennie menonton sesi interview itu dengan khidmat. ‘Apa bener cuman pakai sunscreen bisa sebening itu?’ batin Jennie bertanya tanya.
“Cuman pakai sunscreen atau ada produk yang dipakai lainnya?” host itu bertanya kembali seperti mewakili hati Jennie. ‘Love you sekebon host tv.’ senang jennie didalam hati.
“Sebenarnya ini rahasia tapi untuk kalian aku akan mengungkapkannya.” JJ tertawa.
Mata jennie menyipit, “dia itu bohong, kenapa rahasia dibocorkan dipublik, caper aja kerjaannya.” gerutu jennie masih sibuk menatap layar didepannya.
“Jadi apa rahasianya?” host mulai memancing pembicaraan.
“Saya menerapkan kebahagian, jadi saya bisa awet muda, dan jangan lupa untuk tidak bergadang.” ungkap JJ panjang lebar.
“Selain itu juga jangan terlalu stres jadi kita kelihatan cantik bukan karena selalu tersenyum, yang utama yah itu itu kalau skincare mungkin nomer ke dua.”
“Wah terimakasih infonya.” host tersenyum kepada JJ, dan JJ membalas senyuman host itu.
“Dor.” Jennie kaget dan keselek kacang yang sedang dimakan Jennie. Entah siapa yang mengagetkan Jennie benar benar laknat sekali.
“Kakak apa kamu baik baik saja.” Wah ternyata Gabriel. Gabriel mendekat kemudian menatap wajah Jennie yang sudah memerah. Jennie menepuk bahu Gabriel dan mengkode dengan tangan untuk Gabriel segera mengambil air minum.
“Apa kak aku tidak tau!” Gabriel panik dengan muka super khawatir. Jennie kembali menepuk punggung Gabriel, tapi Gabriel tetap tidak mengerti kenapa tiba tiba Gabriel jadi bodoh seperti ini. Jennie jadi merasa kesal
sendiri. Dari pada menunggu Gabriel mengerti, Jennie berusaha bangkit dan langsung menuju kedapur. Jennie langsung membuka kulkas dan meminum air putih dingin.
“Arghhhh lega banget.” ucap Jennie. Setelah minum air putih, Jennie langsung menatap Gabriel dengan tatapan horor.
“Kamu mau bunuh kakak mu!” sentak Jennie kepada Gabriel.
Gabriel menggeleng, dilihat mata Gabriel sudah berkaca kaca, “aku gak sengaja kak, aku baru pulang tumben kakak fokus banget didepan tv, aku jadi pengin jailin kakak, maafin Gabriel yah kak.” sesal Gabriel.
“Sumpah kalau jail jangan keterlaluan Gabriel!” Jennie masih kesal dengan Gabriel, sampai saat Jennie tidak memandang wajah adiknya itu.
“Tidur kalau capek kalau laper dikulkas ada sandwitch tinggal panasin.” Jennie berkata sambil membereskan barang barang yang berserakan diatas sofa.
__ADS_1
Gabriel langsung duduk disofa, Jennie kembali menatap Gabriel seperti ingin memangsa Gabriel, “Awas!” bentak Jennie. Entah kenapa perasaan kesal Jennie masih besar padahal biasanya tidak mungkin efek hamil muda.
“Maafkan aku kak, aku janji gak berniat jail lagi deh.” Gabriel masih merayu Jennie.
“Awas jangan gangu aku bersih bersih, kakak mu ini sudah capek.” Jennie berusaha mengusir Gabriel dari pandangannya, rasa sakit hati Jennie masih berasa.
“Maafin aku yah kak, kalau kakak gak nerima permintaan maaf ku aku gak bakal pergi dari sini.” Keras kepala sekali adik satu satunya Jennie.
Jennie melempar kemoceng kemuka tampan Gabriel, “yasudah kalau begitu kamu aja yang bersihin ini sekalian capeknya, besok kakak lihat udah bersih.” Jennie berlalu meninggal Gabriel yang sedang benggong ditempat.
“Kak aku kan tidak pernah bersih bersih.” Gabriel ingin menolak tapi sadar kalau Gabriel menolak pasti kakaknya menjadi lebih marah.
“Apa kakak tidak merasa kasian aku kan baru pulang latihan kak.” Gabriel tidak mendapatkan Jennie mendekat dan meneruskan bersih bersih, Gabriel malah mendapatkan gebrakan dari pintu kamar Jennie, sepertinya kakaknya benar benar emosi.
Jennie membuka pintu kamarnya bersiap membuat sarapan, dan pergi bekerja, untung pagi hari ini perut Jennie tidak mual mual seperti kemarin. Jennie membulatkan mata tidak salah lihat kan? Gabriel sibuk berkutat didapur, Jennie memang baru bangun dan sudah mandi tapi penglihatan Jennie masih normal bukan? yang dilihat didapur benar benar Gabriel bukan?.
“Gabriel.” Jennie memanggil dengan nada lirih. Gabriel menoleh kemudian tersenyum, “kakak makan lah aku sudah menyiapkan omlete.”
“Iyalah bener Gabriel, memangnya ada orang setampan Gabriel lagi didunia? pasti gak ada kan.” sombong Gabriel.
‘Mark dia tampan melebihi kamu.’ jennie menjawab didalam hati.
“Kenapa tumben nyiapin sarapan.” Jennie merasa aneh dengan sikap adiknya yang berubah 50% bukan seperti biasanya.
“Memangnya kenapa kak? aku tidak boleh menyetuh dapur? apa kakak lupa tadi malam aja Gabriel bersih bersih.”
Jennie baru ingat jika Gabriel dimarahi olehnya dan disuruh bersih bersih, Jennie bangkit tapi tidak melangkah hanya saja jennie menoleh dan mengecek apa sofa didepan tv sudah bersih. Benar dugaan Jennie bahwa Gabriel membersihkan sofa, Jennie jadi merasa kasian kenapa malam tadi tidak bisa mengontrol emosinya sendiri.
“Kamu gak capek Riel?” Jennie bangkit dan mendekat kearah dapur, mengambil ahli alat masak ditangan Gabriel, “biar dilanjut kakak aja.”
Gabriel mencak mencak tidak suka, “kak padahal Gabriel masak biar bisa belajar mandiri.” seru Gabriel tidak suka dengan Jennie yang mengambil ahli.
“Kamu jangan protes!”
__ADS_1
“Kak Gabriel juga pengen ngerasain gimana memasak.”
“Bukannya udah biasa yah? kan kamu kerja dicafe jangan bohong deh, sok sokan mau belajar mandiri.” cibir Jennie.
“Cihhh adeknya masak malah kena cibir, kakak apa tuh.” Gabriel kesal.
Jennie menatap tajam kearah Gabriel, “lagian jujur saja enakan mana masakan kamu atau kakak?” Jennie memberi pilihan kepada adiknya.
“Yah jelas enak masakan kakak.” jujur Gabriel.
“Terima aja sekarang kakak gak bakalan ngasih kamu kesempatan buat ngobrak ngabrik dapur kakak.” memang yah perempuan akan marah jika tempat dapur diobrak abrik orang lain padahal cuman numpang masak aja bisa kena damprat.
“Iya deh aku mau diem aja nunggu masak.” Gabriel berlalu dan duduk dikursi meja makan setelah itu Gabriel menatap kedepan dengan tatapan sedih.
“Ini dia omlet with nasi goreng korea.” seru Jennie dengan mata tertarik makanan yang sudah dihidangkan diatas meja makan.
“Ayo dimakan Gabriel.” Jennie langsung mengambil bagiannya diikuti dengan Gabriel.
Kunyahan pertama Jennie sudah langsung menaruh hati kepada nasi goreng korea yang masaknya tidak terlalu banyak bumbu seperti nasi goreng lokal.
“Wah enak banget kak omlet sama nasi gorengnya.” puji Gabriel.
“Kalau kakak mau resign dari hotel mending buka usaha cafe.” ungkap Gabriel.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terimakasih yang sudah membaca novel tidak jelas ini.
Jangan lupa follow IG: griliyy
ayo berteman atau gak kalian bisa ngirim dm berupa cuthatan:) pasti saya bakal ngasih wejangan, kalau gak saya kasih semangat deh.
Jangan lupa bersyukur dan belajar.
__ADS_1
Bebahagialah belum tentu orang lain seperti kita. Sekali lagi terima kasih