
"Memangnya dibagian mana yang salah?" Tanya Jennie setelah mengetahui lembar kerjanya ditolak ceo.
"Entahlah ceo membuang laporanmu, dan aku harus membuat semuanya dari awal,"
"Kau harus fokus kerja, ingat kau belum mendapatkan uang ganti rugi dari restoran." Lanjut Shura.
Jennie mengangguk, benar kata Shura pekerjaannya sekarang lebih penting daripada memikirkan hubungan Mark dan JJ.
"Kau ada masalah?" Tanya Shura yang peka dengan keadaan sahabatnya. Jennie bersyukur masih ada Gabriel dan Shura yang sangat menyayanginya. Jennie tidak akan lupa dengan jasa Gabriel dan Shura.
"Aku belum siap untuk memberitahu kamu." Ucap Jennie.
"Kau kenapa, beda sekali dengan Jennie yang aku kenal,"
"Jennie dulu sangat terbuka dengan ku."
"Sepertinya ini jati diriku." Jennie kembali menelungkupkan wajahnya dilipatan tangan.
"Apa kau sakit?"
"Yah aku sakit bukan fisik tapi hatiku." Ungkap Jennie
__ADS_1
"Apa kau punya pacar?, pacar kamu selingkuh atau gimana, tapi aku merasa kamu jomblo abadi." Shura malah meledek Jennie,.
Jennie mengerucutkan bibirnya, "kau mengerucutkan bibir gak imut tapi jatuhnya jadi kembaran bebek." Shura kembali meledek Jennie. Shura meledek Jennie agar Jennie kembali mood untuk bekerja. Jennie tidak bekerja dan melewatkan banyak peluang bisa jadi gaji Jennie akan berkurang dan berimbas juga kepada Shura.
"Semangat bestie, pacar gak bakalan ngasih kamu gaji jadi kamu harus selalu kerja."
"Ish aku gak punya pacar."
"Lalu kamu kenapa? kok bisa galau?,"
"Gak punya uang?" Lanjut Shura.
Salah satu alasannya juga adalah uang, nanti kalo Jennie tidak bisa membayar kerugian hotel, "entahlah bagaimana aku membayar kerugian hotel," "ceo juga mengejar ngejar aku untuk segera membayar kerugian."
"Rashami Mahira Jennieya, kamu harus semangat gak ada yang gak mungkin,"
"Termasuk aku menjadi pacar dari Gabriel."
Jennie langsung mengangkat kepalanya dan sebuah bantal menubruk wajah cantik Shura, "aku tidak akan memberi restu jika kalian berpacaran." Kata Jennie.
"Kan yang pacaran aku sama Gabriel kenapa harus butuh restu kamu?" Ketus Shura.
__ADS_1
"Aku kakaknya Gabriel."
"Biarin aku gak peduli." Kekeh Shura.
Jennie menggelengkan kepalanya, Shura tidak akan menjadi pacar adiknya jangan sampai. Shura itu buaya betina, kecantikan Shura itu digunakan untuk memikat laki laki polos, nanti kalo Shura udah bosan pasti Shura akan memutuskan hubungan. Hubungan pacaran menurut Shura itu hanya main main jika bukan bersama Gabriel, tapi kalo sama Gabreil, Shura akan setia dan tidak akan pernah memutuskan hubungannya dengan Gabriel.
"Pergi dasar buaya betina, jangan sampai adiku jatuh cinta sama kamu." Kata Jennie.
Shura meninggalkan ruangan Jennie dengan menghentakan kakinya dilantai. Jennie berdoa semoga sepatu hak tinggi Shura rusak setelah menghentakan dilantai.
~ Jennie tersenyum melihat foto Mark yang diupload dimedia sosial milik fans fansnya. Sepertinya Mark memilik banyak fans, maklum orang ganteng pasti banyak yang suka. Jennie tersenyum masam entah hatinya merasa seperti terkena tusukan dari benda tajam. Ada seseorang fans Mark yang mengupload foto sang fans dengan bersanding bersama Mark, caption difoto tersebut juga sangat manis #Jika kita bersama cukup hadiahi aku dengan lagumu#.
"Kenapa fans Mark sangat manis sekali aku bahkan hampir terbawa suasana ingin melabrak mereka." Gumam Jennie. Jennie menunduk setelah sadar dengan ucapannya, bahkan Jennie yang hanya orang lewat bagi Mark saja sudah merasa cemburu bagaimana dengan JJ yang menjadi kekasih Mark, apakah JJ juga cemburu dengan Mark?.
"Aku tidak boleh cemburu kepada mereka karena aku bukan siapa siapanya Mark." Lesu Jennie.
Jennie membayangkan jika JJ bisa bersama Mark, apakah Jennie juga bisa bersama Mark?. Jika Mark bertemu dengan dirinya terlebih dahulu apakah Jennie dan Mark akan bersama?. Jennie mematikan ponselnya, melihat banyak foto Mark yang gantengnya tiada tara membuat hati Jennie berdegup kencang, murahan sekali hati Jennie cuman melihat foto langsung berdebar, apakah efek dari kehamilannya. Jennie mengelus perut yang sekarang sudah lumayan membuncit itu.
"Sabar yah nak papa kamu pasti bakal sayang sama kamu, walaupun nanti gak sayang sama mama,"
"Tapi mama akan buktikan bahwa papa kamu bisa sayang sama kamu." Jennie bergumam sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
Jennie menggeleng menolak jika nanti takdir anaknya adalah kurang kasih sayang dari Mark, Jennie tidak bisa membayangkan jika anaknya iri dengan anak seusianya yang manja dengan sang papa. Jennie yakin Mark pasti akan menyayangi anaknya walaupun nanti Jennie harus merelakan pergi dari keduanya. Dari pada Jennie egois dan membuat Mark jauh dari anaknya, Jennie lebih baik yang menjauh dari sang anak.