Gagal

Gagal
65


__ADS_3

“JJ itu dewinya negeri ini, banyak laki laki yang pastinya tidak akan sudi JJ menikah dengan kamu.” ucap manajer Yoo.


“Termasuk aku.” lanjut manajer Yoo.


“Wah ada udang dibalik batu ternyata.”


“Yah aku pasti terpesona dengan kecantikan JJ seperti laki laki lain.”


“Ku kira kamu punya kelainan.”


Manajer Yoo melempar bantal yang tadi dilempar Mark. Mark yang tidak siap wajahnya terkena lemparan bantal. Ingin marah tapi manajer yoo yang selalu disamping Mark.


“Beraninya kamu melempar bantal kemuka ku!” geram Mark.


“Kenapa? aku kan lebih tua dari kamu, malah seharusnya tadi saat kamu melempar bantal aku yang marah!”


Mark terdiam, mark mengurut pelipisnya tiba tiba kepala Mark terasa sangat berat.


“Manajer Yoo.” Mark memanggil manajernya.


“Kenapa?” jawab manajer Yoo.


Mark menggeleng menghapus pemikiran gila dari otak Mark.


“Kenapa! jangan bikin manajer mu tercinta ini penasaran.” Manajer Yoo memaksa Mark untuk berbicara.


“Aku takut setelah mengungkapkan isi pemikiran ku, manajer malah memarahi ku.” ucap Mark.


“Aku akan bersikap netral, ayok ceritakan pemikiran mu itu.”


Sebagai manajer, Yoo tentu harus membuat idol yang ada diasuhnya untuk terbuka agar tidak ada hal negative yang akan datang untuk kedepannya.


“Datanglah kepada ku untuk bercerita Mark, aku itu manajer mu bukan orang asing.” ungkap Manajer Yoo berusaha membuat Mark untuk menceritakan pemikiran Mark.


Mark kembali memijit pelipisnya, kalau begini pasti Mark akan mengungkapkan isi hatinya.


 “Aku benar benar takut kamu marah manajer.”


“Padahal aku terus mendengar kamu berceloteh bahwa aku Gay tapi aku tidak merasa sakit hati dan marah tuh, ayok lah aku manajer mu bukan orang asing lagi.”


“Tapi kali ini aku yakin manajer akan marah.”


“Aku belum dengar jadi netral.”

__ADS_1


“Ayok berceritalah mark.” manajer yoo terus memaksa Mark.


Hening seketika, “jadi begini manajer, manajerkan sudah tua aku punya usulan.” Mark mengungkapkan isi hatinya.


Manajer menaruh tangannya didagu seperti sedang berpikir, “lanjut.” respon manajer Yoo.


“Aku mengusulkan bagaimana jika manajer yoo yang menikahi korban mabuk ku kemarin? dia hanya butuh seorang ayah untuk anaknya bukan? lagian manajer yoo juga sedang mencari calon istri kan? jadi klop.” ungkap mark tanpa beban.


Mata manajer yoo terbelalak seketika, ouh karena ini Mark uring uringan mengatakan. Seharusnya jangan mengatakan ini, karena sudah pasti Manajer yoo akan menolak. Manajer yoo melempar sendal, kini bukan lagi bantal yang dilempar.


“Kamu gila atau kekurangan obat!” sentak manajer Yoo.


“Aduh aduh sakit manajer.” ringis mark ketika manajer tidak berhenti memukul mark menggunakan bantal.


Manajer Yoo bernafas dengan tersengal sengal karena capek. “Kalo ngomong dipikir pikir dulu mark.” kesal manajer Yoo.


“Kan aku tadi juga sudah bilang kalau manajer pasti akan marah sok sok an netral bla bla bla pembohong.” mark jadi ikut ikutan kesal.


“Sini duduk aku rasa aku harus ngasih saran kepada kamu Mark.” Manajer Yoo memerintah mark agar duduk disebelahnya, mark menggeleng karena masih taku karena kejadian tadi. Manajer Yoo mendelik, terlihat sangar, “kali ini aku akan menahan emosi ku Mark.”


“Yakin?” alis mark terangkat. Manajer Yoo menjawab dengan mengangguk. Mark menghela nafas dan bangkit duduk dihadapan manajer Yoo yang sedang menatap nyalang seperti musuh.


“Ada apa manajer? jangan menambahi beban pikiran aku, nanti tambah pusing dan pasti latihan akan gagal dan gak fokus untuk debut.” ungkap mark mewanti wanti.


“ayo, bicara seperti seorang teman.” lanjut manajer Yoo. Mark mengangguk mengiyakan.


“Aku ingin mendengar lebih jelas tentang usulan mu tadi.”


“Bukannya sudah jelas aku bimbang kalau menikah dengan dia.” jawab Mark sejujur jujurnya.


“Jadi kalau menikah dengan JJ kamu tidak bimbang?” Manajer yoo memberikan pertanyaan yang mudah dijawab oleh mark.


Tentu saja mendengar pertanyaan itu mark langsung mengangguk dengan yakin. Manajer Yoo mengeram marah, ingin memukul mark lagi tapi manaker yoo sudah janji tidak ingin emosi.


“Peace katanya gak mau pake emosi.” mark sudah jaga jaga jika manajer yoo kembali menyerang Mark.


“Oke, aku janji.” Manajer yoo menenangkan pikirannya dulu, padahal manajer bukan siapa siapanya Jennie tapi entah kenapa manajer yoo ikut emosi.


Hening kembali melanda, “kau tidak merasa kasihan kepada Jennie mark?” tanya Manajer Yoo kepada Mark mengusir keheningan.


Mark menggeleng tapi juga mengangguk, mark sendiri bingung dengan pikirannya.


“Jadi kamu kasihan atau tidak?” Manajer Yoo kembali bertanya.

__ADS_1


Mark terdiam sendiri merenungi, Mark sendiri bingung dengan perasaannya. “Entahlah manajer.” jujur Mark.


“Kamu sebentar lagi mau menjadi seorang ayah mark, kamu harus tegas dan jangan seperti ini, kalau bisa lepasin JJ karena Jennie pasti akan merasa sakit hati jika kamu dekat dengan JJ.” manajer Yoo memberi pengertian.


Mark melotot kepada Manajernya, “ngelepasin jj? gila atau gimana gak mungkin aku lepasin jj dan orang lain akan mendapatkan jj, jj itu dewi gak bakalan aku lepasin cuman demi perempuan itu.”


“What! perempuan itu? mulailah terbiasa mark, panggil dia dengan namanya.” mark menggeleng tidak setuju.


“Bukalah hatimu sedikit Mark, beri jennie perhatian sedikit, kamu bisa lepas jennie setelah anak itu lahir dan menikah dengan JJ.”


Mark menatap manajernya, “kalau jj tau aku duda anak satu apa mungkin dia mau sama aku?”


“Tidak tau mungkin juga mau menikah dengan kamu, kalau menikah dengan JJ, dan JJ tidak mau merawat anak mu nanti kamu mau ambil keputusan apa Mark?”


“Aku akan menitipkan anak itu kepada oma atau mama ku.”


“Kalau dititipkan mama mu sudah pasti jalan hidupnya akan sama seperti mu, kabur karna tidak kuat dijadiin alat popularitas mama mu.”


Mark memijat pelipisnya, yang dikatakan manajer yoo tidak sepenuhnya salah.



Jennie membuka kulkas dan menaruh barang belajaannya.


“Kenapa dia cantik sekali sih? pakai skincare apa yah?” jennie masih terbayang bayang wajah JJ yang sangat tidak manusiawi saking cantiknya.


“Pasti skincarenya produk mahal dan juga perawatan, aku pasti gak sanggup beli.” gumam Jennie.


“Aku jadi merasa insicure banget,”


“apa aku pantas bersanding dengan Mark? pasti banyak yang bilang gak pantas.” lesu Jennie.


Jennie dengan langkah lemas duduk didepan Tv, Jennie menyalakan Tv, ternyata channel tv yang dipilih jennie sedang menayangkan girl grup  Red.


“Ouh yah JJ, rahasia kamu cantik itu apa yah?” tanya host kepada JJ.


Dilayar tv J terlihat malu malu kucing, “gak usah malu malu juga bisa gak, sok cantik loh.” geram Jennie.


‘lah JJ kan memang cantik.’ lanjut jennie didalam hati.


JJ memandang kamera, ‘cantik sekali.’ lagi lagi jennie hanya bisa memuji dibelakang JJ.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Next gak nih?


__ADS_2