
Mark telah sampai dikantor General Manager. Mark mendekat dan menanyakan keberadaan Jennie kepada asistennya.
"Apakah Jennie masih disini?" Tanya Mark kepada Shura
Shura menatap lelaki itu, Shura melototkan matanya ternyata yang didepannya benar benar artis yang sedang booming dikalangan remaja.
"Ttiidaakk." Shura menjawab pertanyaan Mark dengan gugup
"Apakah aku boleh meminta nomermu? untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jennie?"
Wah Shura langsung memberikan nomer teleponnya, jarang jarang bukan seorang idol meminta nomer dari kalangan seperti Shura.
"Aku pergi dulu, jika Jennie datang kesini bilang untuk mengangkat telepon dari ku." Perintah Mark SHura langsung mengangguk patuh.
Setelah Mark menjauh Shura langsung menelepon Jennie.
"Halo Jennie." Sapa Shura
"Tumben kau menelepon ku apakah Manager memarahi kinerjaku lagi?" Jawab Jennie
"Tidak kau malah beruntung hari ini karena seorang idol mencarimu." Ungkap Shura
"Idol? apakah mereka menawarkan kerjasama dengan hotel?" Tanya Jennie yang hanya tentang pekerjaan dan pekerjaan. Tidak ada hari dimana Jennie membahas kehidupan pribadinya bahkan Shura saja hanya teman curhat Jennie tentang pekerjaan.
"Sepertinya tidak." Bantah Shura
"Lalu kenapa mereka ingin tau keberadaanku?"
"Akupun tidak tau Jennie, kalo mereka ingin bekerja sama bukannya yang akan datang manager mereka ataupun dia bisa menitipkan berkas kerja sama pada ku" Ungkap Shura
"Benar jadi maksud mereka datang itu apa? tapi kamu tidak memberikan nomerku bukan?"
"Sepertinya dia sudah tau nomermu Jennie." Ungkap Shura
"Dia seorang idol yang sedang digandrungi dikalangan remaja, namanya Mark."
Wajah Jennie langsung menganga ,tunggu Mark? jangan jangan jadi beneran dia idol? Pasti jika skandal Jennie dengan Mark diketahui media pasti Mark akan terkena masalah begitu juga dengan Jennie.
"Kau yakin dia Mark?" Tanya Jennie
__ADS_1
"Aku yakin sekali, mataku tak akan buram jika melihat cowok ganteng." Dasar Shura tukang ganjen bahkan adik Jennie, Gabriel juga digoda oleh Shura.
"Aku akan mengirimkan fotonya keponselmu"
Setelah itu sambungan telepon antara Shura dan Jennie terputus dan digantikan Shura yang mengirimkan foto idol yang sama persis dengan Mark yang dikenal Jennie.
"Aku harus bagaimana ini?" Gumam Jennie
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mark sedang mengendarai mobilnya sendirian tanpa manager.Mark sedang bingung dengan keberadaan Jennie.Apa karena alasan ini Jennie mencegah Mark untuk mengecek rekaman cctv. Lampu merah mobil Mark berhenti, Mark menoleh kesamping tepatnya diCafe mata Mark terbuka lengkungan dibibirnya tercetak.
"Ternyata kau bersama dengan seseorang pria Jennie?" Gumam Mark
Lampu hijau dan Mark menjalankan mobilnya menjauh dari cafe itu. Mark tau siapa yang bicara dengan Jennie.
Mark telah sampai distudio rekaman disana sudah ada grup Red yang menanti Mark.
"Mark." Sapa JJ dengan bergelayutan manja
Anggota Grup Red lainnya memberi salam kepada Mark.
"Ada apa?" Tanya Mark kepada JJ
Mark sudah menduga JJ akan mengungkit masalah kemarin. "Seorang penggemar gila." Jawab Mark
"Siapa penggemar gila itu?"
"Aku tidak tau, jika aku tau dia sudah habis ditanganku sayang." Bibir Mark menyapa bibir JJ.
"Aku ingin menuduh mu selingkuh tapi sikapmu begini terus denganku."
"Aku selalu setia dengamu Miss JJ."
JJ tersenyum kemudian mengecup pipi Mark,setelah itu JJ pamit untuk rekaman.
Mark melangkah kedalam ruangan pratice disana sudah ada Lucas dan Liam.
"Heyo duo L." Sapa Mark
__ADS_1
Duo L yang merasa terpanggil menoleh kearah Mark.Namun reaksi duo L membuat Mark kebingungan.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Mark
Liam menekan bahu Mark. "Seberapa jauh hubunganmu dengan JJ?" Tanya Liam
Mark menjawab pertanyaan Liam dengan senyuman. "Hanya sebatas pelukan dan saling kiss"
"Aku mengecek media sosial dan disana ada inisial namamu yang kabarnya sedang berkencan dengan seorang idol."
"Kalo mereka tau pasti kau akan dihujat Mark." Lanjut Liam
Lucas menimpali. "JJ sangat disukai para pria dinegeri ini, pasti hubungan kalian akan kena hate."
Mark tersenyum. "Kalian bersikap begini bukan karena kalian masih menaruh harapan kepada JJ bukan?"
Liam memberi pukulan untuk Mark. "Aku mengatakan ini karena aku peduli denganmu Mark!"
"Kau benar benar gila hanya karena seorang wanita Mark." Setelah mengatakan itu Lucas keluar dari ruang pelatihan disusul dengan Liam.
Mark menghapus darah yang keluar dari mulutnya akibat dari pukulan Liam. Mark tidak memperdulikan semuanya yang Mark pedulikan hanya hubungannya dengan JJ harus tetap bertahan.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Liam sedang berada dirooftof, sulit ternyata menjadi leader untuk suatu grup musik. Kita harus siap menerima caci maki dari para petinggi ketika anggota lain membuat masalah. Tempat untuk mencurahkan semua kemarahan Laim adalah rooftof. Awan biru dan angin sepoi sepoi memberikan ketenangan tersendiri bagi Liam.
Liam membuka ponselnya kemudian menekan tombol panggilan.
"Halo Liam ada apa?" Tanya wanita diseberang sana
Liam tersenyum, suara wanita yang Liam rindukan.
"Apa kau punya waktu keluar?" Tanya Liam
Hening sebentar. "Aku punya tapi nanti malam."
"Baiklah aku akan menjemputmu dicafe kemarin."
"Tunggu, jadi kamu mengajakku jalan keluar?" Wanita ditelepon memastikan
__ADS_1
"Benar kau pasti mau bukan?"
"Baiklah aku akan menunggumu dicafe itu, sampai jumpa" Sambungan telepon terputus.