Gagal

Gagal
33


__ADS_3

*JennieĀ *memilih untuk tidak memikirkan mobil itu, mungkin mobil itu bukan milik Mark. Jennie melangkah dipasir putih. Angin laut membuat hati Jennie tenang seketika, sepertinya anaknya yang didalam perut juga suka. Tapi memang patut dicurigai karena Mark tidak menyebutkan alasan kenapa Mark tidak bisa pergi bersama Jennie.


Jennie berlari lari dipinggir pantai, dipantai kurang bagus kalo gak sambil nyeruput kelapa muda. Rambut Jennie berterbangan karena terkena angin laut, menambah kecantikan Jennie. Tapi walaupun Jennie cantik, Jennie masih saja jomblo. Karena haus Jennie menyingkir dari bibir pantai, Jennie akan membeli minum dicafe yang letaknya dipinggir pantai. Jennie membuka pintu cafe itu, telinga Jennie mendengar suara yang sangat familiar digendang telinganya,


'Suara Mark.' batin Jennie


Jennie menoleh dan netranya menemukan Mark dan seorang wanita yang sedang tertawa bersama, "siapa wanita itu?"


Jennie melangkah semakin dekat, Mark terlihat bahagia sekali beda saat bersama Jennie,


'Apa dia adalah kekasih Mark' batin Jennie


Entah kenapa hati Jennie terasa bagai dihantam benda tumpul, sakit sekali padahal Jennie tidak mencintai Mark atau ini gara gara janin yang dikandung Jennie?. Jennie memilih menyingkir dari tempat Jennie mematai matai Mark. Mungkin Mark tidak akan tau ada Jennie yang mengawasinya, Mark terlalu bahagia mungkin Mark akan lupa dengan masalahnya karena terlalu bahagia.


Jennie tidak jadi makan dicafe itu karena mood Jennie berubah dan tidak menginginkan makanan lagi. Jennie melangkah keparkiran, masuk kemobil kemudian Jennie menghidupkan mobil meninggalkan pantai. Pantai yang membawa kesan bahagiapun sekarang tampak biasa saja menurut Jennie. Jennie menangis didalam mobil, sepertinya calon anak Jennie sedih melihat calon ayahnya sedang berduaan dengan wanita lain. Tapi memang dari awal bukan Jennie yang diprioritaskan. Jennie datang merusak semuannya. Jennie keluar dari mobilnya, Jennie menepi kejembatan yang menampilkan keindahan pantai. Jennie memandang langit,


'kenapa takdirku seperti ini Tuhan' batin Jennie


Jennie menangis dipinggir jembatan, mungkin kalo orang lain akan menyangka bahwa Jennie gila. Jennie menangis sekalian menikmati pemandangan indah dari atas jembatan.


Mark dan JJ akan pulang keapartemen, waktu pacaran mereka jangan terlalu lama takut akan ketahuan media. Mereka berdua harus secepatnya kembali keagensi, melaksanakan latihan comeback grup mereka. Mark fokus menyetir mobil, saat dijembatan netra Mark menyipit, 'itu seperti Jennie,' batin Mark. Kenapa sekarang Mark memikirkan Jennie, biarkan Jennie hidup seperti jalannya, yang penting Mark telah bertanggung jawab.


JJ tiba tiba mengecup pipi Mark, "kamu tadi merhatiin perempuan yang dipinggir jembatan yah?" Tanya JJ


Mark menggeleng, Mark harus berbohong kepada JJ. "Tapi mata kamu, ngelirik kesana."


"Kan aku udah bilang gak merhatiin, kamu harus percaya."


"Kamu hanya boleh mengagumi kecantikanku saja." Mark mengangguk daripada masalah ini akan terus berlanjut.


"Tapi sepertinya perempuan tadi ingin bunuh diri." Ucap JJ

__ADS_1


Mark mengerem dadakan, kalo benar sesuai felling Mark bahwa perempuan dijembatan itu Jennie, apa Jennie akan bunuh diri. Mark mengerem dadakan karena kaget.


Kening JJ terbentur dashbord mobil, "kau!' Kesal JJ kepada Mark, Mark menoleh kemudian mengelus kening JJ yang sedikit menonjol dan berwarna merah, "maafkan aku, sebaiknya mulai sekarang kamu harus memakai sabuk pengaman." JJ menurut kepada Mark kali ini agar keningnya tidak akan terpantuk. Mark dan JJ kembali melanjutkan perjalanan.


Jennie sudah sampai diapartemennya, Jennie merebahkan tubuhnya disofa apartemen. Kamar Gabriel terbuka, sepertinya Gabriel pulang kerumah. Jennie menoleh dan menemukan Gabriel yang sedang menagmbil minum didapur. Gabriel membawakan susu ibu hamil.


"Minumlah." Perintah Gabriel


Jennie menggeleng, rasanya untuk makan saja lidahnya kelu, "ada masalah?" Gabriel bertanya kepada Jennie


Jennie mengangguk, "aku melihat Mark seniormu itu sedang berjalan jalan dengan seorang perempuan." Ungkap Jennie. Jennie sudah menceritakan kepada Gabriel bahwa yang memperkosa Jennie adalah Mark seniornya, Jennie juga sudah menceritakan bahwa Jennie dan Mark akan segera menikah. Awalnya Gabriel tidak merestui hubungan Jennie dan Mark karena alasanya Mark juga sedang menjalin hubungan dengan JJ.


"Apa dari awal kehadiranku salah?"


Gabriel menggeleng jangan sampai gara gara masalah ini Jennie berpikir keras yang nanti dampaknya kepada calon anaknya sendiri. "Jangan terlalu dipikirin,"


"Kan emang udah dari awal Mark sama JJ." Lanjut Gabriel


Gabriel mengelus rambut kakaknya itu, "kalian egois, tapi dipaksa untuk menjadi orang tua,"


"Kalo Mark mau bertanggung jawab tanpa terikat hubungan apapun, tolong pikirkan anak kalian, apa nanti dia akan mendapatkan kasih sayang bergantian?"


Jennie menggeleng membayangkan saja pasti kasian sekali anaknya jika memang seperti itu.


"Memang dari awal kakak gak ada hubungannya dengan Mark, tapi coba setelah menikah kakak semakin dekat dengan Mark, nanti mungkin senior Mark akan jatuh cinta kepada kakak."


"Memangnya semudah itu jatuh cinta? Mark juga pasti sulit jatuh cinta dengan wanita seperti aku."


"Apa yang salah dengan kakak? kakak cantik dan wanita karier kurang apa?,"


"Kalau Mark keluar dari kehidupan peridolan juga uang gaji kakak sanggup menghidupi kehidupan kalian." Lanjut Gabriel

__ADS_1


"Tapi kemewahan hidup Mark tidak akan sanggup ditanggung uang gajiku."


"Ayoklah kak, mana kakakku yang selalu pd, yakinlah untuk menikah dengan Mark demi anak kalian yang akan lahir, jangan egois, kalian berdua egois hancur sudah."


"Entahlah." Setelah mengatakan ini Jennie berlalu meninggalkan Gabriel, Jennie masuk kedalam kamar untuk merenung keputusan. Lagi lagi Jennie bimbang.


Jennie akan kerumah kedua orang tua Mark untuk menjajal pakaian perniakahan yang sudah dibelikan oleh Rose, Jennie mengendarai mobilnya melewati jalanan yang sudah padat. Jennie sudah sampai didepan rumah mewah milik keluarga Mark itu, satpam membukakan pintu karena memang sudah kenal Jennie.


Jennie melangkah kedalam rumah, Rose mengkode Jennie untuk memeluknya. Jennie berlari dan memeluk tubuh Rose. 'Apa begini rasanya dipeluk orangtua, sangat nyaman' batin Jennie


Rose melonggarkan pelukannya, "tunggulah Mark dia akan sampai dalam lima menit lagi." Jennie mengangguk. Dari pagi memang Jennie tidak memberitahu kepada Mark bahwa Jennie pergi kerumah orang tuanya. Jennie tidak mau terlalu terlihat membutuhkan Mark.


"Apa hubungan kalian semakin dekat?" Tanya Rosean, Jennie menggeleng karena hubungan Jennie dan Mark tidak ada kemajuan.


"Kalian sudah pergi beli cincin?" Lagi lagi Jennie menggeleng.


"Kenapa kalian belum beli, apa Mark tidak mau?"


Jennie menggeleng, "tidak tapi memang jadwal kami terlalu sibuk untuk keluar." Jennie terpaksa berbohong.


"Aku yakin bahwa Mark bukan fokus kepada pekerjaan, Mark pasti fokus dengan perempuan murahan itu."


Jennie kaget kenapa oma Rosean memanggil JJ dengan sebutan wanita murahan?


next gak nih?


kalo gak yah sampai disini saja, penggemar novel ini juga sedikit :)


jangan lupa follow instagram author: griliyy


sampai jumpa.

__ADS_1


__ADS_2