Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 48


__ADS_3

Tangan Julia gemetar membaca laporan hasil tes DNA yang dilakukan oleh Papanya. Pikirannya semakin kalut. Entah sejak kapan rahasianya terbongkar, sampai Baskoro berinisiatif untuk melakukan tes DNA dengannya.


Hasil tes DNA itu tentu saja tidak cocok, karna tidak ada sedikitpun darah Baskoro yang mengalir di tubuh Julia. Ya, Julia sudah tau lebih dari 5 tahun yang lalu kalau dia bukan anak kandung Baskoro.


Sejujurnya Julia juga tidak ingin semua ini terjadi padanya. Kalau boleh memilih, dia ingin menjadi darah daging Baskoro saja, di banding darah daging seorang pria yang tidak jelas asa usulnya.


Saat itu Julia juga sempat marah pada Mamanya, tapi seperti apapun dia meluapkan amarahnya, semua itu tidak akan mengubah fakta bahwa dia bukan anak kandung Baskoro. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Marah pun percuma.


sejak saat itu, dia dan Mamanya merencanakan hal jahat pada Selana. Karna satu-satunya orang lain yang mengetahui rahasia besar itu adalah Selena. Keberadaan Selena menjadi ancaman besar untuk dia dan Mamanya. Jadi mereka dengan sengaja mencampur virus ke dalam minuman ataupun makanan Selena setiap kali Selena datang ke rumah utama.


Mereka menyiksa Selena secara perlahan. Membuat wanita itu jatuh sakit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir hanya dalam waktu 1 minggu. Kematian Selena tentu saja menjadi kabar bahagia bagi Natalie dan Julia, karna saksi kunci tidak akan bisa mengadukannya pada Baskoro. Kini setelah lebih dari 5 tahun, rahasia itu justru terbongkar.


Julia langsung meninggalkan rumah utama dan pergi ke rumah sakit untuk menemui Mamanya. Entah separah apa kondisinya sampai harus di larikan ke rumah sakit. Yang jelas gugatan cerai dan laporan hasil tes DNA itu pasti mempengaruhi kondisi fisik dan mental Natalie.


Apalagi beberapa hari terakhir Baskoro juga masih bersikap biasa saja padanya. Tentu saja Natalie tidak menyangka kalau dia akan di gugat cerai oleh Baskoro dengan bukti tes DNA dan tuduhan penipuan karna memalsukan identitas Julia sebagai anak kandung Baskoro.


...*****...


Di salah satu ruangan rawat inap rumah sakit, Natalie terbaring tak berdaya dengan selang infus dan oksigen melekat di tubuhnya. Wanita paruh baya itu mendadak kesulitan bernafas dan akhirnya jatuh pingsan setelah mengetahui dirinya digugat cerai oleh Baskoro dan rahasia terbesarnya telah terbongkar.


Tidak ada yang bisa di lakukan Natalie saat ini, kecuali menangisi kondisi rumah tangganya.


Tak berselang lama, Julia masuk ke ruangan tersebut dengan wajah panik.


"Mah,, apa yang terjadi.?" Suara Julia bergetar, air matanya tak terbendung saat melihat kondisi sang Mama tidak baik-baik saja.


Julia mendekat, dia menunduk dan memeluk tubuh lemas Natalie.


"Julia, cepat telfon Papamu. Mama tidak mau diceraikan." Ucap Natalie lirih.


Ketakutan terbesarnya adalah di ceraikan oleh Baskoro. Natalie sadar bahwa dia pernah melakukan kesalahan besar pada Baskoro di masa lalu, tapi semua itu terjadi karna ketidak sengajaan hingga Julia hadir dalam rahimnya.

__ADS_1


Natalie terpaksa menutup rapat kesalahannya di depan Baskoro karna takut pria itu akan meninggalkannya jika tau bahwa janin yang dia kandung bukan darah daging Baskoro.


Julia melepaskan pelukannya.


"Mah, bagaimana Papa bisa tau hal ini.?" Tanyanya penasaran.


Natalie menggeleng, dia juga bingung darimana Baskoro tau hal itu dan sampai melakukan tes DNA.


"Apa Bella yang memberi tau Papa.? Jangan-jangan selama ini Bella juga tau rahasia kita dari Ibunya sebelum wanita itu meninggal." Tebak Julia yakin. Pasalnya hanya Selena saja yang tau tentang rahasia mereka.


"Sepertinya tidak mungkin, kita sudah mengancam Selena agar tutup mulut." Jawab Natalie. Dia tau betul bagaimana sifat Selena yang terlalu bodoh dan penakut. Digertak sedikit saja, Selena langsung tidak berkutik. Bahkan selama bertahun-tahun dia memperlakukan Selena dengan buruk, wanita itu tidak pernah sekalipun mengadukannya pada Baskoro.


Jadi Natalie tidak yakin Selena membongkar rahasia besar itu pada Bella. Karna Natalie sudah mengancam Selena akan melenyapkan Bella kalau membongkar rahasia itu.


"Lalu siapa lagi.? Saat ini Bella juga sudah menggantikan posisi Papa di perusahaan. Bahkan Papa mengenalkan wanita sialan itu sebagai satu-satunya anak kandungnya." Tutur Julia penuh kekesalan. Ya, kesal pada Bella tentunya. Dia menyesal tidak memastikan Bella pergi dari negara ini setelah mengusirnya. Ternyata Bella menjadi ancaman terbesarnya, padahal selama ini Bella terlihat lemah dan sekalipun tidak pernah melawannya.


"A-apa.?!" Natalie semakin kaget. Dia sampai memegangi dadanya yang kembali nyeri.


Julia menelan ludahnya dengan susah payah. Dia seharusnya tidak memperburuk keadaan Mamanya dengan mengatakan hal itu. Tapi sudah terlanjur. Julia terpaksa menjelaskan lebih detail saat Natalie meminta penjelasan.


Kini wanita itu malah mengacaukan hidupnya.


"Masalah Bella, kita pikirkan nanti saja. Sekarang hubungi Papa, Mama harus bicara padanya." Pintar Natalie yang semakin cemas.


Julia lantas mengambil ponsel dan menghubungi nomor Baskoro. Sayangnya mereka berdua harus menelan kekecewaan karna nomor ponsel Baskoro tidak bisa di hubungi.


Di saat Natalie dan Julia merasa sedang terpuruk, hal sebaliknya justru di rasakan oleh Bella. Dia tertawa puas saat mendengar Natalie di larikan ke rumah sakit setelah menerima surat gugatan dari pengadilan. Bella mendapatkan kabar itu dari salah satu pekerja di rumah utama. Pekerja yang sejak 6 bulan lalu menjadi kata-kata Bella untuk melaporkan apa saja yang terjadi di rumah tersebut.


"Ini belum seberapa, aku bahkan belum menunjukkan balas dendam ku pada kalian.!" Gumam Bella dengan senyum miring.


Hal seperti ini sudah Bella tunggu-tunggu sejak lama. Yaitu melihat Natalie dan Julia terpuruk. Ternyata takdir sudah berpihak padanya, tanpa perlu susah payah membuat keduanya terpuruk, mereka jatuh sendiri akibat perbuatannya.

__ADS_1


Meski begitu, Bella tidak akan mengakhiri balas dendamnya sebelum Julia mengetahui perselingkuhan Hendry dengannya. Setidaknya hal itu akan membuat Julia semakin terpuruk dan hancur.


...*****...


Seharian berada di perusahaan, Bella berusaha beradaptasi dan belajar tentang bisnis dari sekretaris dan beberapa orang kepercayaan Papanya. Bella sepertinya sudah berubah pikiran, dia berniat untuk belajar dan menekuni dunia bisnis, alih-alih menjadi designer seperti cita-citanya dulu. Karna ingin mempertahankan perusahaan sang Papa agar tetap menjadi miliknya. Dengan begitu, Natalie dan Julia tidak bisa seenaknya lagi padanya.


"Nona, sudah waktunya pulang." Ujar sekretaris Baskoro yang saat itu masih berada di ruangan Bella untuk meng-handle semua pekerjaan.


Bella menoleh dan mengangguk kecil. Dia membereskan beberapa buku yang baru saja di pelajari.


Begitu selesai, Bella langsung pamit pada sekretaris itu dan keluar dari ruangan dengan diikuti oleh dua orang pengawal.


Suara dering ponsel menghentikan langkah Bella, termasuk dua pengawal yang mengikutinya di belakang.


Bella mengambil ponsel dari dalam tasnya, dahinya mengernyit membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Seketika sudut bibir Bella terangkat, dia tersenyum miring.


Dengan tatapan sinis, Bella menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari Hendry. Pria yang 2 hari lalu memblokir nomornya, kini sudah menghubunginya lagi.


"Ya, ada apa.?" Ucap Bella ketus.


"Kamu dimana.?" Nada bicara Hendry terdengar khawatir. Bella mengumpat dalam hati mendengar Hendry yang seolah sedang mengkhawatirkannya.


"Mas Hendry di apartemen.?" Tebak Bella karna Hendry langsung menanyakan keberadaannya.


"Hmm. Kamu mau pulang sendiri atau aku jemput.?" Tawar Hendry.


"Apa ada sesuatu yang penting.? Sepertinya aku tidak bisa kembali ke apartemen." Bella berucap tegas penuh penekan. Dia sebenarnya hanya ingin tau seperti apa reaksi Hendry dengan bersikap acuh padanya.


"Arabella, kita harus bicara. Maaf karna sudah memblokir nomormu. Situasinya sedang tidak baik-baik saja saat itu." Nada bicara Hendry terdengar penuh sesal.


"Katakan kamu dimana.? Aku akan menjemputmu sekarang." Ucapnya memohon.

__ADS_1


"Aku akan sampai di apartemen kurang dari 1 jam.!" Tegas Bella kemudian memutuskan sambungan telfonnya.


Ada sesuatu yang ingin Bella lakukan untuk melancarkan balas dendamnya pada Julia.


__ADS_2