
Rumah tangga yang di akhiri dengan cara tidak baik, tidak selalu buruk kedepannya. Nyatanya baik Hendry ataupun Julia, keduanya tak pernah mempermasalahkan hak asuh anak ataupun memperebutkan harta. Seiring berjalannya waktu, keduanya bisa berdamai dengan keadaan, terutama Julia yang sebelumnya masih menaruh kebencian pada Bella karna berfikir bahwa Bella satu-satunya penyebab rumah tangannya hancur.
Kini meski tidak ada kata ikhlas yang terucap dari bibir Julia, dia sudah ikhlas menerima takdir dengan menjalani hidupnya seperti dulu. Apalagi masih ada Ale. Julia mampu bangkit berkat Ale dan dukungan dari mantan Mama mertuanya serta orang-orang terdekatnya.
Begitupula dengan Hendry dan Bella, keduanya selalu dilimpahi kebahagiaan setiap harinya. Mereka berdua sudah sangat menantikan kehadiran bayi kembarnya tanpa melupakan sosok Ale. Hampir setiap minggunya mereka berdua datang ke rumah Julia untuk menjemput Ale dan mengajaknya jalan-jalan.
Ale mungkin tidak bisa merasakan tinggal bersama dengan kedua orang tua kandungnya lagi, tapi balita itu tidak kekurangan kasih sayang sama sekali. Opa dan Omanya juga sering mengunjungi Ale, cucu pertama dari pernikahan anak mereka dengan Julia.
Kini sudah 5 bulan berlalu, kehamilan Bella sudah memasuki detik-detik persalinan. HPLnya masih 1 minggu, tapi sering mengalami kontraksi palsu sejak beberapa hari yang lalu. Untungnya ada Hendry yang jadi suami siaga. Pria yang baru merayakan ulang tahun ke 33 tahun itu sangat over protective pada Bella menjelang persalinan. Khawatir Bella dan kedua anak-anak kenapa-napa, Hendry sampai memantau apa saja yang di lakukan oleh Bella selama di rumah.
Bella tentu saja di larang mengerjakan sesuatu yang berat-berat, di larang naik turun tangga terlalu sering. Malah Bella di suruh menghubungi ART saja jika ingin makan akan minum. Jadi tidak perlu keluar dari kamar, nanti makanannya yang akan datang sendiri. Bella benar-benar di manjakan dan menjadi ratu di rumah megah itu.
Untungnya punya suami yang dewasa dan berpengalaman, Bella jadi tidak pernah merasakan yang namanya ribut, apalagi sampai bertengkar.
Tapi terlepas sedewasa apapun seorang suami, sikap istri juga sangat berpengaruh bagi keharmonisan rumah tangga. Kalau sikapnya bertolak belakang, tidak sejalan dan sepemahaman, rasanya sulit untuk menciptakan keharmonisan itu. Jadi keharmonisan itu tercipta dari kedua belah pihak, tanpa ada yang di bebankan salah satunya.
Seperti pagi ini, pasangan suami istri itu sudah bikin baper para ART dengan menunjukkan keharmonisan di depan mereka.
Padahal hanya menemani Bella keliling di halaman belakang, tapi Hendry tidak pernah jauh dari Bella. Tangannya bahkan bertengger di pinggang Bella dengan posesif, ikut keliling halaman. Bella sudah menyuruh Hendry duduk di kursi taman, tapi tidak mau. Katanya ingin merasakan perjuangan istrinya sebelum melahirkan. Sebab banyak berjalan katanya bisa mempermudah proses persalinan normal.
Ya, Bella sendiri yang minta melahirkan normal. Katanya ingin tau bagaimana perjuangan Ibunya saat melahirkannya. Hendry sebentar menentang, takut terjadi sesuatu mengingat bukan hanya satu bayi yang akan dilahirkan oleh Bella.
Tapi setelah konsultasi dengan Dokter terbaik, Hendry akhirnya mendukung keputusan Bella. Dengan catatan tidak boleh memaksakan diri untuk melahirkan normal jika ada kendala.
__ADS_1
"Sudah berkeringat banyak seperti ini. Lanjut nanti sore ya." Komentar Hendry seraya mengusap buliran keringat di pelipis Bella. Sudah hampir 30 menit keduanya mengitari halaman belakang yang cukup luas itu.
Bella mengangguk tanpa protes, kakinya juga sudah pegal dan nafasnya mulai berat. Terlalu capek berjalan juga beresiko.
"Duduk di taman dulu ya.? Mumpung mendung, udaranya lumayan sejuk." Ujar Bella. Dia mendekap lengan Hendry dan sedikit bergelayut.
Akhir-akhir ini Bella semakin manja. Makin menempel. Tak jarang ikut Hendry ke kantor karna tidak mau di tinggal.
"Sebentar ya, kamu tunggu di sini dulu. Aku minta Bibik bawakan buah sama minuman." Hendry membiarkan Bella duduk di kursi taman. Ibu hamil itu mengangguk patuh dan membiarkan Hendry masuk ke dalam rumah.
Bella memandang tubuh tegap suaminya yang perlahan mulai menjauh. Ada gurat senyum di wajah manis Bella ketika menatap Hendry dengan tatapan kagum. Bahkan kebahagiaan juga terpancar dari wajahnya yang membulat sejak kehamilannya masuk bulan ke 5.
Hubungan dia dengan Hendry memang di awali dari sebuah kesalahan. Walaupun sudah bahagia dan semua orang bisa menerima takdir, nyatanya sampai detik ini Bella tidak pernah melupakan kesalahannya. Dia bukan orang yang gampang melupakan kesalahan sekecil apapun, apalagi kesalahan yang dia buat dengan Hendry cukup besar. Namun Bella selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi dan sebisa mungkin tidak mengulangi kesalahan, apapun itu.
Bella lantas reflek mengusap perutnya yang besar. Tinggal menghitung hari, dia akan segera bertemu dengan bayi kembarnya yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Ya, Bella dan Hendry akan dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan.
Hal itu membuat keduanya semakin tidak sabar ingin melihat wajah anak-anaknya yang sudah pasti cantik dan ganteng. Sebab kedua orang tuanya sama-sama good looking.
...*****...
Beberapa saat kemudian, Hendry sudah kembali ke taman belakang. Buah-buahan dan minuman juga sudah ada di atas meja.
Hendry lantas mengupas buah jeruk dan memberikannya pada Bella.
__ADS_1
"Ada undangan dari Julia minggu depan,," Ucap Hendry, namun masih fokus memisah satu persatu buah jeruk di tangannya.
"Undangan apa.? Ulang tahun Julia masih bulan depan." Tanya Bella dengan dahi berkerut.
"Bukan undangan party, tapi pernikahan. Dia mau menikah." Jelas Hendry.
Bella mengangguk-anggukan kepalanya tanpa sadar dengan membulatkan bibir membentuk huruf O.
Detik berikutnya Bella seperti terkejut. Matanya terlihat membulat.
"Apa.? menikah.?!" Serunya. Antara kaget, senang, lega dan penasaran menjadi satu.
"Dengan Dokter Arseno.?" Tanyanya memastikan.
Hendry mengangguk cepat.
"Tentu saja, memangnya siapa lagi." Jawab Hendry.
Selama ini Julia memang hanya ada satu pria yang dekat dengan Julia. Wanita itu sudah banyak berubah, tidak lagi suka keluyuran, dia juga sudah keluar dari genk sosialitanya. Selain malu karna kondisi ekonominya tidak seperti dulu, Julia juga lebih fokus menghabiskan waktu bersama Ale. Dia lebih memprioritaskan Ale sejak keluar dari rumah sakit.
"Syukurlah, semoga pernikahannya lancar dan mereka selalu bahagia." Ujar Bella tulus.
Dia sangat mendukung hubungan Julia dengan Dokter Arseno, walaupun Julia tidak pernah mengakui ada hubungan spesial. Julia selalu mengatakan kalau dia dan Dokter Arseno hanya berteman. Tapi siapa yang percaya. Tidak ada yang namanya pertemanan antara pria dan wanita, pasti salah satunya ada yang menaruh perasaan.
__ADS_1