Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 53


__ADS_3

Julia dan Hendry duduk berhadapan di ruang kerja. Hendry sengaja mengajak Julia bicara di ruang kerjanya agar obrolan mereka tidak di dengar penghuni rumah yang lain.


Beberapa saat saling terdiam, Hendry memberikan tatapan menyelidik yang membuat Julia menelan ludahnya beberapa kali. Perasaan Julia mulai berkecambuk, wajahnya terlihat semakin panik. Padahal Hendry belum mengatakan apapun, tapi Julia merasa sudah di interogasi oleh tatapan Hendry yang penuh selidik.


"Soal Papamu yang memberikan Bella kedudukan di perusahaan dan kabar lain yang beredar, apa semua itu benar.?" Hendry hanya bicara datar, tapi terdengar seperti sedang mendesak di telinga Julia.


Julia menggeleng pelan, dia bukan tidak tau, tapi bingung mau menjawab apa. Julia juga takut terlihat buruk di mata Hendry jika membenarkan gosip yang beredar tentang dirinya. Itu sebabnya Julia juga menyembunyikan tentang kondisi Mamanya yang mendadak sakit dan harus mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit.


"Jangan bilang kamu tidak tau Julia. Mamamu pasti tidak akan diam saja kalau berita itu tidak benar, lalu kenapa tidak memberikan klarifikasi.? Kabar itu sudah semakin menyebar, tidak hanya di perusahaan Papa Baskoro saja."


"Beberapa rekan bisnisku bahkan mengkonfirmasi kabar itu padaku hari ini." Tutur Hendry tak habis pikir.


Hendry bahkan tidak tau apa-apa, tapi di berondong banyak pertanyaan oleh orang-orang karna posisinya sebagai suami Julia sekaligus menantu Baskoro, orang yang mengumumkan bahwa hanya Bella anak kandung satu-satunya.


Julia reflek menggeleng untuk menyangkal kabar itu di depan Hendry.


"Mungkin ada kesalahpahaman disini, aku akan menghubungi Mama dan Papa untuk menanyakan hal itu." Kata Julia dengan senyum kaku. Nyatanya bersikap santai tidak mudah bagi seseorang yang sedang menyembunyikan kebohongan.


Hendry tampak menghela nafas, tidak mungkin juga mendesak Julia untuk menjelaskan situasinya, karna Julia terlihat tidak tau menahu soal kabar itu.


Sebenarnya Bella yang lebih tepat di datangi dan diminta penjelasan, karna Baskoro menyampaikan hal itu bersama dengan ada Bella di sampingnya. Tapi Hendry ingin mengonfirmasi pada Julia lebih dulu, karna yakin Julia pasti tau sesuatu. Sayangnya Julia tidak bisa memberikan kejelasan apapun dari gosip yang beredar.


...*****...


Hendry turun dari ranjang dengan perlahan, sebisa mungkin tidak membuat gerakan yang akan membangunkan Julia. Istrinya itu tampak tertidur pulas, bahkan tidur lebih awal dari hari biasanya. Hendry jari curiga, karna Julia terlihat sengaja tidur lebih awal untuk menghindarinya. Seolah takut di cecar pertanyaan seperti tadi sore.


Sambil beranjak dari ranjang, Hendry menyambar ponselnya di atas nakas. Dia berjalan sangat pelan, sesekali menoleh ke arah ranjang, memastikan istrinya masih terlelap dan tidak menyadarinya turu dari ranjang.


Hendry membuka pintu balkon kamar, lalu keluar dan kembali menutup pintu dengan hati-hati.

__ADS_1


Begitu berada di balkon, Hendry tampak leluasa mengotak atik ponselnya. Mengetik sesuatu untuk dikirim pada Bella hanya untuk memastikan nomor Bella bisa di hubungi. Melihat chat yang dia kirim sudah ceklist 2, Hendry buru-buru menelponnya sembari mencari posisi yang sedikit lebih jauh dari pintu balkon.


Di seberang sana, Bella langsung menerima panggilan dari Hendry sembari memegang buku bisnis di tangannya. Sejak di beri kepercayaan untuk memimpin sementara perusahaan Papanya, Bella bertekad akan mempelajari bisnis. Lagipula lembat laun perusahaan itu akan menjadi miliknya, Bella merasa perlu memiliki ilmu bisnis untuk mempertahankan perusahaan tersebut agar tetap berkembang.


"Ya, ada apa.?" Sapa Bella datar. Dia sebenarnya sudah tidak ingin berinteraksi dengan Hendry lagi, walaupun dalam hati kecilnya merasa sulit jika harus benar-benar lepas dari Hendry. Namun kembali lagi pada kenyataan, bahwa cinta Hendry lebih besar untuk Julia dan tidak mungkin melepaskan istrinya itu.


"Kamu belum tidur.?" Tanya Hendry. Dia sebenarnya tau kalau Bella belum tidur, karna selama Bella tinggal dirumahnya, adik iparnya itu jarang tidur di bawah jam 9.


"Ada beberapa hal yang harus lakukan sebelum tidur." Jawab Bella santai.


"Sebelumnya Mas Hendry tidak pernah meneleponku di luar jam kantor, sepetinya ada hal yang mendesak.?" Bella tidak asal menebak, dia merasa aneh saja di hubungi Hendry di saat pria itu ada di rumah. Biasanya Hendry hanya akan menelponnya ketika jam kantor, tepatnya saat sedang tidak bersama Julia. Itupun hanya beberapa kali saja.


Hendry tampak ragu untuk bicara, itu sebabnya dia sempat diam beberapa detik sebelum akhirnya menjawab perkataan Bella.


"Sebenarnya aku punya beberapa hal yang ingin di tanyakan padamu. Tapi sepertinya lebih baik bicara langsung saja agar semuanya jelas dan tidak ada kesalahpahaman." Ujar Hendry yang tiba-tiba mengurungkan niatnya bertanya pada Bella lewat sambungan telepon.


"Besok saja aku tanyakan langsung padamu. Kita bertemu di apartemen setelah pulang kantor." Jawab Hendry. Dia membuat Bella penasaran karna tidak jadi bertanya.


"Aku tutup dulu telfonnya. Jangan tidur terlalu malam. Sampai bertemu besok, aku rindu padamu." Ucap Hendry seraya mengukir senyum teduh dan menawan meski sadar senyumannya tidak bisa dilihat oleh Bella.


"Hmm,, aku mengerti." Jawab Bella datar.


Hendry kemudian memutuskan sambungan telfonnya dan berusaha menghilangkan jejak dengan menghapus riwayat chat dan panggilan. Jadi sewaktu-waktu Julia memegang ponselnya, tidak perlu khawatir ada bukti perselingkuhan di sana.


Tapi sepertinya takdir sudah menggariskan Julia mengetahui perselingkuhan. suaminya. Karna beberapa menit yang lalu Julia baru saja menguping semua pembicaraan Hendry lewat telfon dengan seseorang. Julia sangat yakin kalau orang itu adalah perempuan dan pastinya memiliki hubungan spesial dengan Hendry.


Sebelum keberadaannya disadari oleh Hendry, Julia buru-buru kembali ke ranjang dan pura-pura tidur seperti sebelumnya.


Ya, Julia memang sengaja pura-pura tidur lebih awal siapa terbebas dari pembahasan soal gosip yang beredar.

__ADS_1


Tapi Julia tidak menyangka keputusannya untuk pura-pura tidur malah membuatnya mendapatkan fakta mencengangkan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Rasanya seperti mimpi mendengar Hendry mengatakan rindu pada seseorang, mengingat selama ini Hendry sangat setia dan sedikitpun tidak tertarik dengan wanita lain di luar sana.


Kini saat Hendry menunjukkan gelagat perselingkuhan, Julia bukannya marah ataupun kesal pada Hendry, tapi malah marah pada orang yang menjadi selingkuhan suaminya itu.


"Breng-s3k, wanita murahan seperti apa yang berani menggoda suamiku.!" Batin Julia penuh amarah.


Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita itu dan memberinya pelajaran karna sudah merayu Hendry.


Dalam benak Julia, dia sangat mempercayai Hendry yang begitu setia dan memiliki cinta yang besar untuknya. Sampai menyalahkan orang lain tanpa mau tau kebenarannya seperti apa.


Tanpa berusaha untuk introspeksi diri, dan tidak berusaha menyadari kesalahannya yang mungkin saja membuat Hendry tidak tahan dan akhirnya terjadi perselingkuhan.


Julia terlalu percaya diri dan menganggap dirinya sangat sempurna sebagai seorang istri sampai tidak mungkin untuk diselingkuhi.


...*****...


Pagi harinya setelah bangun tidur, Julia tetap bersikap biasa pada Hendry. Julia juga tidak membahas apapun soal pembicaraan yang dia dengar semalam. Apa Julia sudah menyuruh orang lagi untuk mengikuti Hendry hari ini, karna yang ingin di beri pelajaran okeh Julia adalah wanita yang menjadi selingkuhan Hendry.


Julia beranjak dari ranjang saat melihat Hendry sedang memakai kemeja. Wanita itu menghampiri Hendry untuk membantunya mengancing kemeja.


"Hari ini aku pulang terlambat, ada beberapa klien yang minta bertemu membahas proyek." Ujar Hendry sambil memperhatikan Julia yang menantunya mengancing kemeja.


Gerakan tanga Julia reflek berhenti, ekspresi wajahnya juga berubah drastis. Ada amarah yang tidak bisa dia lupakan pada Hendry ketika mengetahui suaminya itu sedang berbohong padanya. Namun reaksi Julia tidak berlangsung lama, dia cukup pintar menyembunyikan amarahnya di depan Hendry.


"Tidak masalah. Sepertinya aku juga akan ke rumah Mama hari ini. Aku harus memastikan kabar yang beredar tidak benar." Ujar Julia penuh kebohongan.


Hendry tidak banyak berkomentar, dia hanya menyuruh Julia supaya diantar oleh supir saat akan pergi ke rumah Mamanya nanti.

__ADS_1


__ADS_2