Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 55


__ADS_3

"Upss,, aku pikir,,?" Bella sengaja menggantungkan ucapannya dan pura-pura memasang wajah kikuk bercampur panik. Padahal sebenarnya dia ingin tertawa puas karna melihat wajah penuh amarah dari orang yang telah dia anggap sebagai musuhnya.


"Kak Julia, bagaimana Kakak tau aku disini.?" Tanya Bella berlagak bodoh.


Padahal sudah bisa menebak kalau Julia membuntuti Hendry dan memergoki suaminya itu datang ke apartemen ini.


"Ja-lang sialan.!! Beraninya kamu menggoda suamiku.!!" Teriak Julia yang langsung mencekik Bella penuh amarah.


Bella tidak tinggal diam, dia menarik kasar tangan Julia dari lehernya dan mendorong tubuh Julia.


Bella tertawa puas.


"Bagaimana rasanya Kak Julia ku tersayang.? Pasti sangat sakit melihat suamimu berselingkuh dengan adikmu sendiri."


"Tunggu, sepertinya aku harus meralat ucapanku. Kita sebenarnya bukan kakak adik karna kamu bukan anak kandung Papa." Ujarnya mengejek.


Setiap perkataan Bella semakin menyulut amarah Julia. Tatapan matanya pada Bella seolah ingin menghabisi wanita itu tanpa ampun. Julia tidak terima dengan semua perkataan Bella dan perbuatannya yang telah menggoda Hendry.


"Dasar tidak tau malu.!! Kamu pasti sengaja menggoda Hendry kan.?! Dia tidak mungkin mau berselingkuh dengan wanita sepertimu kalau bukan karna kamu yang menggodanya lebih dulu.!" Maki Julia seraya mendekat, lalu berusaha kembali menyerang Bella untuk memberi pelajaran padanya.


Sayangnya Julia tidak tau kalau Bella bukan lagi Bella yang lemah dan hanya diam saja ketika ditindas. Terlalu sering di perlakuan kasar dan buruk, membuat Bella merasa muak hingga punya keberanian untuk membalas lebih kejam dari apa yang pernah Julia lakukan.


"Aku sebenarnya tidak tega mengatakan ini, tapi sayangnya memang buka aku yang menggoda lebih dulu. Mas Hendry saja yang menyukaiku." Bella menjawab dengan percaya diri, sengaja ingin membuat Julia semakin terbakar.


"Ja-lang sialan.! Jangan bicara omong kosong.! Kamu bahkan tidak ada apa-apanya di banding aku.!" Sentak Julia geram.


Bella tertawa untuk kesekian kalinya. Dia kemudian memilih masuk ke dalam apartemen tanpa menutup pintunya karena memang sengaja agar Julia ikut masuk kedalam.


"Kalau tidak percaya, biar aku tunjukkan buktinya. Kamu harus liat sendiri bagaimana suami tercintamu itu tergila-gila padaku." Ucap Bella dengan senyum sinis. Dia mengambil laptopnya di ruang keluarga, lalu membawanya ke ruang tamu.


Julia masih setia berdiri di dekat sofa, lalu mendekat ketika Bella meletakkan laptop di atas meja dan mulai menyalakannya.


"Semoga kamu tidak gila setelah melihat vidio ini." Ledek Bella seraya mengulum senyum penuh kepuasan.


Padahal dia berniat mendatangi Julia ke rumahnya, tapi wanita itu malah datang sendiri padanya. Sepertinya balas dendamnya pada Julia memang harus segera di akhiri. Bella juga sudah muak berpura-pura lagi.

__ADS_1


Julia sebenarnya ingin langsung menghajar Bella, tapi entah kenapa dia merasa tertarik dan penasaran dengan vidio di dalam laptop milik Bella. Dengan menahan amarah, Julia mencoba memperhatikan vidio yang baru saja di putar oleh Bella.


Baru beberapa detik melihat rekaman vidio itu, darah Julia seakan mendidih. Kedua tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras dan wajah semakin memerah.


Rasanya sulit dipercaya melihat Hendry begitu panas dan liar di atas tubuh wanita lain. Julia tidak yakin Hendry bisa melakukan hal itu secara sadar. Lagi-lagi Julia berfikir kalau Bella melakukan cara kotor untuk tidur dengan Hendry.


"Kau pikir aku percaya.?" Sentak Julia. Dia berjalan mendekat, mencengkram kuat dagu Bella dengan tatapan tajam.


"Pasti kamu mencampurkan obat di dalam minuman Hendry agar dia mau menidurimu." Tuduhnya. Julia berusaha menyangkal kalau suaminya berkhianat, jadi berusaha mencari alasan untuk menyangkalnya.


Bella menepis tangan Julia, lalu terkekeh santai.


"Kamu ingat saat berlibur ke Paris 2 bulan yang lalu.? Kami juga berlibur di pantai bersama Ale, menginap selama 4 hari di resort. Sejak saat itu kami sering tidur bersama, tidak ada paksaan. Apa yang kamu lihat dalam vidio itu adalah kenyataan. Terima saja kalau Mas Hendry berselingkuh denganku dan tergila-gila padaku." Ujarnya kemudian mengotak-atik laptop untuk menghapus vidio tadi.


Tapi tanpa di duga, Julia langsung merebut laptop itu dari atas meja dan menyeringai licik.


Bella seketika panik, dia menghampiri Julia dan mencoba merebut kembali laptop miliknya.


"Kenapa.?! Kamu takut vidio murahanmu ini dilihat orang lain.?!" Julia tertawa puas dan menyembunyikan laptop itu di belakang punggungnya.


"Kau.!! Berikan laptopnya padaku."


Bella masih berusaha merebut laptopnya dari tangan Julia, tapi Julia terus menghindar.


Bella semakin panik ketika melihat Julia akan keluar dari apartemen. Dengan cepat, Bella mengejar dan mendorong tubuh Julia hingga wanita itu tersungkur. Namun laptop di tangan Julia justru terbanting ke luar apartemen.


Keduanya saling menatap, lalu sama-sama beranjak untuk memperebutkan laptop yang tergeletak di luar apartemen.


Namun, seseorang lebih dulu mengambil laptop itu. Membuat Bella dan Julia seketika terdiam di tempat.


Bella mendadak panik dan berkeringat dingin, begitu juga dengan Julia yang tampak tegang. Termasuk orang yang baru saja mengambil laptop dari lantai.


Beberapa menit yang lalu setelah meninggalkan unit apartemen Bella, Hendry terpaksa harus kembali lagi karna ponselnya tertinggal di dalam kamar. Beruntung saat itu mobilnya baru keluar dari basemen apartemen, jadi langsung naik lagi ke unit Bella.


Tapi hal yang tak terduga rupanya sedang terjadi di depan apartemen Bella. Hendry mendengar semua percakapan mereka berdua karna diam-diam bersembunyi tak jauh dari sana.

__ADS_1


Hendry bukan tidak mau melerai saat keduanya terlibat kontak fisik, dia hanya ingin tau sampai sejauh mana pembicaraan mereka, terutama perkataan Bella yang selalu membuatnya tercengang.


Melihat Hendry diam saja, Bella memberanikan diri untuk mendekat.


"Berikan laptopnya, itu milikku." Bella mengulurkan tangannya, tapi Hendry malah menyembunyikan benda itu di dibelakang tubuhnya.


"Kamu sengaja merekamnya.?" Tanya Hendry tak percaya. Dia tidak percaya Bella akan berbuat sejauh itu, seolah sengaja ingin menghancurkan pernikahannya dengan Julia.


"Sayang, katakan padaku kalau kamu di jebak oleh ***-*** sialan ini.!" Cibir Julia sambil menunjuk wajah Bella. Julia perlahan mendekati Hendry dan berdiri di samping suaminya itu. Julia berusaha memprovokasi Hendry agar memberikan pelajaran pada Bella. Karna Julia bisa melihat kemarahan Hendry soal rekaman vidio itu.


Bukannya menjawab perkataan Julia, Hendry justru terdiam. Pandangan matanya lurus ke depan, menatap Bella dengan sorot mata sendu. Ada rasa sakit dan kekecewaan yang tidak bisa Hendry lampiaskan pada Bella. Dia cukup kecewa karna pada akhirnya tau bahwa Bella memiliki rencana buruk padanya.


Melihat ada celah untuk mengambil laptop dari tangan Hendry, Bella dengan cepat maju dan merebutnya dari tangan Hendry.


Sayangnya ada Julia yang tidak membiarkan hal itu terjadi. Wanita itu dengan kasar mendorong tubuh Bella hingga badannya membentur tembok.


Bella reflek berteriak kesakitan dan memegangi perut bagian sampingnya yang terbentur tembok. Laptop di tangannya jatuh bebas ke lantai, tubuh Bella juga ambruk.


"Bella.!" Teriak Hendry Hendry panik. Dia reflek menghampiri Bella dan menopang tubuh belakang Bella dengan berlutut di belakangnya.


Bella merintih kesakitan, terlebih di bagian perut bawahnya yang tiba-tiba merasakan nyeri luar biasa.


"Julia.! Apa yang kamu lakukan.!" Sentak Hendry.


Julia tampak tidak peduli, dia malah sibuk mengambil laptop dan memastikan laptop itu masih berfungsi.


"Darah," Lirih Hendry dan Julia bersamaan. Keduanya syok melihat darah segar mengalir dari celah paha Bella.


Dalam keadaan hampir tidak sadarkan diri, Bella mencoba melihat kebawah. Tubuhnya seketika makin melemas melihat darah dari area pahanya.


Julia yang panik dan ketakutan, dia memilih pergi dari sana sambil membawa laptop milik Bella.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit." Hendry dengan sigap langsung mengangkat tubuh Bella.


"Laptopku,," Lirih Bella menahan sakit. Dalam keadaan seperti itu, Bella juga mengkhawatirkan masa depannya yang bisa hancur karna vidio itu ada di tangan Julia.

__ADS_1


"Kamu terluka, pikirkan dulu kondisimu.!" Sahut Hendry setengah kesal. Dia mengunci pintu apartemen sebelum membawa Bella ke rumah sakit dengan perasaan kacau dan khawatir.


__ADS_2