Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 75


__ADS_3

Baskoro sedang dalam perjalanan dari bandara menuju rumah. Kondisi kesehatannya sudah cukup baik setelah melakukan pengobatan di Amerika. Kini Baskoro kembali dan siap menyelesaikan urusannya dengan Natalie. Baskoro memang sudah menggugat cerai Natalie, namun Natalie menolak gugatan cerai darinya. Wanita itu berusaha keras untuk di ceraikan, sampai menyewa beberapa pengacara dan kuasa hukum. Tentu saja itu membuat Baskoro harus turun tangan. Dia sadar Natalie pasti tidak akan diam saja jika hanya mendapatkan 20 persen kekayaan miliknya, jadi tidak heran kalau Natalie tidak mau di ceraikan.


Mobil yang di tumpangi Baskoro berhenti di halaman rumah utama. Kedatangannya mungkin akan mengejutkan Natalie, sebab Natalie tidak tau keberadaan Baskoro sejak beberapa minggu yang lalu. Mungkin Natalie juga tidak tau bahwa Baskoro sedang melakukan pengobatan. Karna Baskoro meminta pada orang-orang kepercayaannya supaya merahasiakan hal itu di depan Natalie ataupun Julia.


Sekarang sudah saatnya Baskoro mengakhiri kebohongan yang dilakukan Natalie selama 29 tahun. Menyembunyikan fakta bahwa Julia adalah anak kandung mantan kekasih Natalie.


Dengan tidak tau malu, Natalie masih berani hidup di sampingnya dan membuat Julia seolah-olah adalah darah daging mereka.


Baskoro cukup menyesal baru mengetahui fakta itu setelah 28 tahun. Natalie terlalu pandai menyimpan bangkai. Bukan hanya Baskoro saja yang ditipu, tapi seluruh keluarga besarnya.


"Tuan,,," Panggil seorang ART dengan suara lirih. Dia seperti mengendap-endap saat menghampiri Baskoro.


"Ada apa.?" Baskoro menatap curiga melihat ART nya seperti ketakutan dan cemas.


ART itu memberikan isyarat dengan meletakkan jari telunjuk pada bibir, meminta supaya Baskoro diam. Lalu menggerakkan tangannya, menyuruh Baskoro dan pengawalnya mengikutinya ke sebuah ruangan yang sepi dan tertutup.


"Nyonya Natalie membawa laki-laki asing ke rumah ini."


"Katanya seorang pengacara, ada hal penting yang akan mereka diskusikan. Tapi kami di larang pergi ke lantai atas, kecuali jika di panggil." Adunya sedikit gemetar.


Murni, wanita 42 tahun itu sebenarnya tidak berniat mengadu. Tapi berhubung Tuannya sudah pulang, jadi dia memilih untuk memberitahu Baskoro. Murni curiga dengan apa yang sedang dilakukan oleh majikannya di atas sana, hanya berduaan dengan seorang pria.


Memang dari penampilannya mendukung seperti seorang pengacara, memakai setelan jas lengkap beserta dasi. Juga membawa tas hitam tempat membawa laptop. Tapi wajahnya tidak mendukung, tatapan mata cukup tajam dan menakutkan. Alih-alih seperti seorang pengacara, di mata Murni malah wajah pria itu lebih mirip penjahat.


Baskoro mengangguk paham, dia kemudian menyuruh Murni agar semua pekerja di rumah itu masuk ke kamar masing-masing. Soal Natalie dan pria asing itu, Baskoro yang akan mengurusnya dengan beberapa pengawalnya.


"Kunci smua pintu keluar, perketat penjaga di gerbang depan.!" Titah Baskoro pada salah satu orangnya.

__ADS_1


"Baik Tuan." Dia bergegas pergi dari ruangan tersebut untuk menjalankan perintah Baskoro. Mengunci semua akses keluar dan meminta security serta bodyguard di luar rumah untuk memperketat penjagaan.


Sementara itu, Baskoro mulai pergi ke lantai atas menggunakan lift, ditemani 1 orang. Sedangkan 2 orang lagi, naik ke lantai atas menggunakan tangga.


Di kamar utama, Natalie sedang bertukar peluh dan cairan dengan sorang pria dalam keadaan sama-sama te lanjang. Hampir 1 jam mereka ber cinta di atas ranjang yang biasa di gunakan tidur bersama Baskoro.


Natalie mungkin sudah kehilangan akal sehatnya sampai melakukan perbuatan kotor dan menjijikan itu di kamar pribadinya sendiri.


Baskoro tidak melihat siapapun di lantai 2, dia menduga Natalie dan pria itu ada di kamar utama karna posisi pintunya terkunci dari dalam.


"Dobrak saja pintunya.!" Tegas Baskoro pada orang-orangnya. Kalau saja kondisinya memungkinkan, Baskoro sudah pasti akan melakukannya sendiri tanpa perlu menyuruh anak buahnya. Tapi saat ini dia baru pulang dari Amerika setelah pengobatan, Baskoro tidak mau mau mengambil resiko. Lebih baik menyuruh orang lain untuk mendobrak pintu kamarnya.


Braaakk,,, !!


Natalie dan pria itu langsung kapang kabut melihat pintu kamar di dobrak dan banyak orang di luar kamar. Natalie semakin syok melihat Baskoro juga ada di sana.


Dia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, sedangkan pria yang tadi sedang menunggangi Natalie, kabur ke kamar mandi dengan terbirit-birit.


Benar-benar menjijikkan melihat tubuh te lanjang Natalie di gagahi pria lain.


Ya, Baskoro hanya merasa jijik. Pengkhianatan yang dia lihat sama sekali tidak membuatnya sakit hati. Pasalnya, Baskoro bahkan ingin membuang wanita menjijikkan itu karna sudah membohonginya.


Natalie gemetar melihat Baskoro berjalan mendekat. Dia berubah menjelaskan, tapi Baskoro malah membentaknya dan menyuruhnya agar tutup mulut.


"Ja-lang sepertimu seharusnya di jebloskan ke penjara.! Aku terlalu berbaik hati hanya menceraikanmu tanpa memberimu efek jera.!" Sinis Baskoro seraya mencengkram kuat dagu Natalie.


Di kamar mandi, pria tadi baru selesai memakai bathrobe. Dia menutupi tubuh polosnya dengan kain putih itu. Ketiga anak buah Baskoro kemudian datang dan menyeret paksa pria tersebut keluar dari kamar mandi. Menyeretnya seperti pelaku kriminal tanpa ada rasa kasihan sedikitpun.

__ADS_1


"Maaf Baskoro,, aku minta maaf. Tolong ampuni, aku tidak mau di penjara." Natalie memohon, dia mengatupkan kedua tangannya di depan wajah Baskoro.


Bruukkk,,,!!


Anak buah Baskoro melempar pria tadi di bawah kaki Baskoro dan Natalie, tentunya mereka sudah mengikat kaki dan tangannya supaya tidak melarikan diri ataupun melakukan perlawanan.


Baskoro melepaskan cengkraman di dagu Natalie dengan kasar, lalu menyuruh anak buahnya untuk mengikat tangan Natalie. Baskoro bahkan tidak memberi kesempatan pada Natalie untuk memakai baju. Tubuh wanita itu hanya di lilit selimut tebal.


"Kamu bukannya bajingan yang menghamili Natalie.!" Sentak Baskoro setelah memindai wajah pria yang bersimpuh di kakinya.


Dalam posisi menundukkan badan, Baskoro mengangkat dagu pria itu dengan satu tangannya.


Tidak salah lagi, pria di hadapannya adalah ayah biologis Julia.


"Kalian luar biasa.!" Seru Baskoro kemudian bertepuk tangan dengan tatapan meledek.


Natalie menelan ludah dengan susah payah, dia tidak menyangka Baskoro mengenali ayah biologis Julia.


"Sekap mereka di gudang.! Jangan biarkan mereka lepas.!" Titah Baskoro kemudian keluar meninggalkan kamar.


Dia tidak menghiraukan teriakan Natalie yang meminta ampun dan memohon agar tidak di sekap di gudang.


"Baskoro sialan.!! Aku akan membunuhmu.!!" Teriak Natalie yang sudah tersulut emosi. Sekarang dia benar-benar di masukkan ke dalam dan dikunci dari luar.


Natalie kemudian melirik mantan kekasihnya yang terlihat tidak berdaya itu lantaran sudah babak belur di hajar anak buah Baskoro lantaran melawan saat akan dimasukkan ke gudang.


"Ini semua gara-gara ide bodohmu.!" Cibir Natalie geram.

__ADS_1


"Hei.!! Jangan lupa kamu yang menawarkan kerja sama ini padaku.! Kamu sendiri yang melempar tubuhmu padaku sebagai imbalan untuk menculik anak Baskoro.!" Bentak Rudi tak mau di salahkan.


Natalie berdecih sinis dan memilih diam. Dia harus mencari cara supaya bisa keluar dari gudang itu.


__ADS_2