Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 57


__ADS_3

Selepas kepergian Hendry, Bella reflek menyentuh perutnya. Ada perasaan aneh yang menyeruak dalam hatinya saat mengetahui kehamilan kembarnya. Dua janin itu tidak bersalah, tapi sayangnya hadir di waktu dan kondisi yang salah. Tanpa ada ikatan pernikahan, bahkan hadir karna sebuah aksi balas dendam.


Bella tersenyum kecut, kenapa jadi seperti ini.? Niat balas dendam untuk melihat kehancuran Bella, tapi malah membuat Bella terjebak sendiri dalam situasi yang sulit.


Sekarang Bella jadi harus memikirkan nasibnya, lalu masa depan kedua anaknya yang baru 5 minggu berada dalam rahimnya.


"Apa yang harus aku lakukan dengan kehamilan ini.?" Lirihnya bingung.


Di gugurkan tidak mungkin, di pertahankan juga sulit. Pasti akan banyak masalah yang datang ketika Bella harus mempertahankan kehamilannya.


Salah satunya adalah kondisi kesehatan Baskoro. Entah bagaimana kondisi Baskoro jika mengetahui Bella memiliki hubungan terlarang dengan Hendry, bahkan sampai hamil dua anak sekaligus. Bisa-bisa Baskoro hanya tinggal nama saking terkejutnya mendengar anaknya hamil di luar nikah dan menjadi selingkuhan.


Memikirkan hal itu, Bella mendadak sakit kepala dan stress sendiri. Dia memilih memejamkan mata, berusaha tidur agar nanti terbangun dari mimpi buruknya. Walaupun hal itu tidak mungkin, karna semua ini adalah kenyataan.


...******...


Di kediamannya, Hendry dan Julia sedang bertengkar hebat perkara laptop dan kasus perselingkuhan. Julia meluapkan amarahnya dengan membanting benda apapun yang ada disekitarnya. Beruntung mereka sedang ada di kamar yang kedap suara, jadi kegaduhan itu tidak akan di dengar oleh orang lain.


"Hentikan Julia.!! Apa kamu sudah gila.!" Sentak Hendry. Untuk kesekian kalinya dia mencekal pergelangan tangan Julia yang ingin membanting barang.


Julia tertawa miris mendengar perkataan Hendry yang menyebutnya gila. Padahal Julia berusaha keras menyangkal perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya itu dengan melimpahkan semua kesalahan pada Bella. Menganggap bahwa Bella yang telah menggoda Hendry sampai akhirnya melakukan hubungan terlarang.


Tapi setelah melihat bagaimana Hendry memperjuangkan laptop itu, lalu mengancam supaya vidio itu tidak disebarkan, ditambah perkataan Hendry yang cukup menyakitkan, kini Julia sadar bahwa perselingkuhan Bella dan Hendry terjadi atas kesadaran mereka berdua.


"Tega sekali kamu menyebutku gila.! Kamu pikir siapa yang sudah membuatku jadi seperti ini.?!" Teriak Julia frustasi. Air matanya semakin membanjiri pipi, tangisnya pecah akibat sakit hati atas perselingkuhan suaminya.


"Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat.!" Seru Hendry yang memilih pergi dengan membawa laptop milik Bella di tangannya.


Julia semakin emosi melihat Hendry memilih pergi dengan membawa laptop itu.

__ADS_1


"Kamu mau mengembalikan laptop itu.?! Silahkan saja temui ja-lang itu. Vidionya sudah aku salin, kapanpun bisa aku sebarkan.!" Ancam Julia tidak main-main. Julia tidak bodoh, dia memang tidak bisa menyebarkan vidio itu karna di ancam oleh Hendry, tapi bukan berarti tidak melakukan sesuatu pada barang bukti tersebut. Julia langsung menyalin vidio itu ke ponselnya, agar sewaktu-waktu bisa dijadikan bahan untuk mengancam Hendry ataupun Bella.


Hendry menghentikan langkah, dia menoleh dengan tatapan tajam.


"Berani melakukannya, jangan harap aku pulang ke rumah ini lagi.!" Tegas Hendry dan memilih berlalu dari sana, teriak Julia hanya angin lalu, sedikitpun tidak di hiraukan oleh Hendry.


"Aaarghhh.!! Sialan.! Bella sialan.!!" Umpatnya makin frustasi.


...*****...


"Ini, aku sudah menghapusnya." Kata Hendry sembari menyodorkan laptop dan laptop itu langsung di ambil Bella dengan cepat.


Seolah tidak mempercayai ucapan Hendry, Bella membuka laptop itu untuk memastikannya sendiri vidio itu masih ada atau tidak.


Hendry tampak menghela nafas berat, menatap nanar pada sosok wanita di depannya. Sebenarnya apa yang di inginkan Bella sampai dengan sengaja merekam percintaan panas itu untuk di tunjukkan pada Julia. Rasanya tidak mungkin kalau tujuannya hanya untuk merebutnya dari Julia, karna masih ada cara lain tanpa harus menjatuhkan harga diri dengan membuat Vidio tersebut.


"Bahkan kamu sengaja mengeditnya," Komentar Hendry yang sempat melihat vidio itu beberapa detik sebelum menghapusnya.


Bella menyimpan laptop di atas nakas, ternyata benar vidio itu sudah tidak ada di sana. Bella berharap Julia tidak memiliki salinan vidio tersebut karna laptop itu sempat ada di tangan Julia selama lebih dari 1 jam. Jadi kemungkinan menyalin vidio itu pasti ada.


"Apa perlu aku jelaskan semuanya.?" Bella malah balik bertanya, melempar tatapan sendu yang berkabut luka.


Pikiran Hendry malah berkecambuk melihat sorot mata Bella. Dia sama sekali tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara Bella dan Julia. Walaupun statusnya saudara tiri, tapi sejak dulu Hendry melihat hubungan keduanya baik-baik saja, tidak pernah ada keributan.


Hendry memberanikan diri meraih tangan Bella, wanita itu sedikit kaget dan ingin menarik tangannya. Namun Hendry menggenggam kuat, tidak membiarkan tangan Bella lepas dari genggamannya.


"Aku tidak tau ada permasalahan apa antara kamu dan Julia. Kamu bisa menceritakannya padaku kalau mau, aku juga butuh penjelasan kenapa jadi seperti ini." Hendry menatap teduh, berharap Bella luluh dan mau sedikit saja memberikan penjelasan padanya agar tidak salah paham dengan menerka-nerka.


Bella terdiam, seperti sedang mempertimbangkan perkataan Hendry. Sebenarnya kalau di ceritakan semua perbuatan buruk yang di lakukan Julia dan Natalie selama ini, mungkin Hendry akan semakin berpihak pada Bella. Tapi Bella seperti ragu untuk bercerita, lebih tepatnya takut Hendry tidak mempercayai ucapannya. Jadi memilih diam saja.

__ADS_1


...*****...


Sampai pukul 9 malam, Hendry masih setia menemani Bella di rumah sakit. Walaupun sudah di usir bekali-kali, Hendry seolah pura-pura tidak mendengarnya. Lagipula mana mungkin Hendry tega meninggalkan Bella sendirian di rumah sakit, apalagi kondisinya sedang lemah karna hampir mengalami keguguran. Hendry tidak mau mengambil resiko, dia lebih baik berada disamping Bella 24 jam untuk memastikan mereka baik-baik saja sampai Bella diperbolehkan pulang.


Bella menoleh saat pintu kamar mandi di buka. Hendry muncul dengan penampilan yang lebih segar. Pria itu baru sempat mandi setelah menyuruh orang untuk membawakan baju ganti miliknya.


Saat Hendry menatap ke arah Bella, Bella malah memalingkan wajah.


"Jangan membuat situasi semakin rumit, Julia tidak akan tinggal diam jika tau Mas Hendry masih disini. Jadi ebaiknya Mas Hendry pulang saja." Untuk kesekian kalinya Bella mengusir Hendry, tapi pria itu malah acuh dan duduk di sofa.


Dia membuka laptop miliknya untuk mengecek email dan menyelesaikan beberapa pekerjaan supaya besok tidak perlu pergi ke perusahaan.


Bella mendengus kesal, rasanya percuma saja mengusir Hendry puluhan kali kalau yang diusir malah pura-pura tidak dengar. Yang ada malah Bella cape bicara dan kesal sendiri.


...******...


Pagi hari ketika membuka mata, Bella di suguhkan dengan pemandangan yang sedikit menyentuh hati. Hendry tertidur sambil duduk di samping ranjang Bella, pria itu menggunakan 1 lengannya sebagai batal. Sedangkan satu tangannya diletakkan di atas perut Bella.


Masih pagi, tapi Bella sudah dibuat galau. Karna setelah mendengar kabar kehamilannya, Hendry seperti tidak mau jauh-jauh darinya. Di usir berkali-kali saja tidak mempan, lalu bagaimana caranya menyuruh Hendry untuk melupakan darah dagingnya dan tidak ikut campur atas janin yang ada di rahim Bella. Rasanya sangat tidak mungkin Hendry mau melakukannya.


Di saat sedang menatap Hendry, pria malah membuka matanya. Bella langsung memalingkan wajah, tapi terlambat. Hendry sudah terlanjur memergoki Bella menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Hendry mengulas senyum tipis, sangat tipis. Lalu mengusap lembut perut Bella sebelum menyingkirkannya dari sana, takut Bella akan marah.


"Kamu mau minum atau ke kamar mandi.?" Tawar Hendry penuh perhatian.


Bella menggeleng.


"Aku mau ponselku, ada di apartemen." Jawab Bella tanpa menatap Hendry.

__ADS_1


"Baik," Jawabnya tanpa ada protes sedikitpun. Bella sampai mengerutkan keningnya, segampang itu menyuruh-nyuruh Hendry.?


Tapi Bella langsung berdecak pelan setelah melihat Hendry menelfon seseorang. Hendry pasti menyuruh orang yang biasa di tugaskan membersihkan apartemen itu untuk mengantarkan ponsel ke rumah sakit.


__ADS_2