Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 56


__ADS_3

Julia berteriak penuh emosi, di melempar laptop di tangannya ke jok belakang setelah menerima telfon dari Hendry. Di ancam rumah tangga mereka akan berakhir, seketika nyali Julia jadi ciut. Dia tidak bisa melakukan apapun pada vidio itu meski bisa saja menyebarkannya untuk menjatuhkan nama baik Bella. Sekalian menghancurkan perusahaan Baskoro yang sudah pasti akan kena imbas dari vidio panas Bella. Apalagi Julia sadar kalau perusahaan itu tidak akan pernah menjadi miliknya setelah Baskoro melakukan tes DNA. Jadi vidio itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi Julia, sayangnya dia lebih takut kehilangan Hendry dibanding dibanding menghancurkan Bella.


Bukan tanpa alasan Julia takut dengan ancaman Hendry, karna Julia sadar saat ini di akan kehilangan segalanya. Mulai dari keutuhan rumah tangga orang tuanya, dan tentu saja kehilangan seluruh aset milik Baskoro yang sudah pasti akan jatuh ke tangan Bella.


Itu sebabnya Julia memilih mengalah demi mempertahankan Hendry di sisinya. Selama Hendry masih menjadi suaminya, maka semuanya akan baik-baik saja.


"Arrghhh,,!! Breng-s3k.!" Julia hanya bisa mengumpat geram. Dia kemudian kembali melajukan mobilnya menuju rumah.


Sepanjang perjalanan, Julia terus mengumpat akan kondisi Bella yang tadi sempat terluka dan mengeluarkan darah. Julia berharap Bella tidak bisa selamat agar tidak ada pengganggu lagi dalam hidupnya.


Namun Julia tidak berfikir kalau Bella bisa saja memperkarakan permasalahan itu ke jalur hukum, apalagi ada cctv di depan apartemen Bella. Cctv itu merekam semua perbuatan yang dilakukan Julia pada Bella.


...******...


Di rumah sakit, Bella sudah di tangani oleh Dokter dan perawat di ruang UGD, lalu akan di pindahkan ke ruang rawat inap.


Kondisinya belum sadarkan diri setelah pingsan saat memasuki rumah sakit. Hal itu membuat Hendry terlihat sangat cemas, namun di bersyukur bahwa kedua janin kembar di rahim Bella masih bisa tertolong dan keadaannya baik-baik saja.


Karna cepat dilarikan ke rumah sakit, pendarahan yang dialami Bella bisa di hentikan tanpa ada kendala.


Ya, saat ini Bella sedang mengandung bayi kembar. Bayi kembar yang berasal dari benih Hendry. Pira itu tampak terharu saat Dokter memberikan kabar bahagia tersebut, meski di satu sisi Hendry juga bingung harus berbuat apa.


Tapi yang jelas, dia tidak akan membiarkan Bella mengandung dan membesarkan anak kembarnya seorang diri.


Selama lebih dari 30 menit, Hendry sekalipun tidak pernah beranjak dari samping Bella. Pria itu duduk di samping ranjang sembari menggenggam tangan Bella dan sesekali mengusap perut wanita itu dengan tatapan haru. Sungguh dia tidak pernah menyangka akan ada 2 kehidupan sekaligus di rahim Bella.


Kabar itu cukup mengejutkan, karna selama ini dia dan Bella tidak pernah berfikir sejauh itu selama berhubungan.

__ADS_1


Hendry terperanjat ketika merasakan jemari Bella bergerak pelan dalam genggamannya. Netranya langsung mengarah pada wajah cantik Bella yang tampak pucat. Perlahan matanya mulai terbuka.


Bella terdiam beberapa saat, memperhatikan kondisi sekitar serta mengingat apa yang baru saja terjadi padanya sebelum ada di dalam ruangan serba putih itu.


Setelah mengingat kejadian yang menimpanya, Bella tempak panik.


"Syukurlah kamu sudah sadar. Biar aku panggil Dokter." Ucap Hendry dan ingin menekan tombol di dekat ranjang untuk memanggil Dokter.


"Bagaimana dengan laptopku.?" Cegah Bella. Dia menahan pergelangan tangan Hendry, menatap pria itu dengan pikiran yang kacau. Karna saat ini tidak ada yang lebih penting selain laptop itu kembali ke tangannya tanpa membuat vidio panasnya bersama Hendry tersebar.


Hendry menghela nafas berat, lalu kembali duduk di tempatnya.


"Kenapa kamu begitu ceroboh merekamnya. Ingin menghancurkan Julia dan aku sekaligus.? Apa tidak ada cara lain.?" Nada bicara Hendry terdengar dingin. Dia menatap Bella tak habis pikir.


"Aku mau laptop itu sekarang.!" Tegas Bella, tidak peduli dengan cecaran pertanyaan dari Hendry. Sebelum laptop itu kembali ke tangannya, Bella tidak akan memberikan pernyataan apapun terkait aksi nekatnya yang sengaja merekam percintaan panas mereka.


Bella menggeleng tidak percaya, dia tau betul siapa Julia. Mana mungkin Julia akan diam saja setelah vidio itu ada di tangannya. Sedangkan vidio itu bisa digunakan untuk menghancurkan Bella. Aneh saja kalau Julia tidak memanfaatkan situasinya hanya karna di ancam oleh Hendry.


"Aku tidak mau tau, minta pada Julia agar mengembalikan laptopnya padaku." Pinta Bella.


Kali ini dia sedikit memaksa dan mendesak Hendry. Karna jika laptop itu tidak segera kembali ke tangannya saat ini juga, Bella khawatir Julia sudah menyebarkannya walaupun Hendry bilang kalau Julia tidak kan berani menyebarkan vidio itu.


"Baik, aku akan menemui Julia dan mengambil laptopmu, tapi nanti setelah Dokter menjelaskan kondisimu saat ini." Ujar Hendry tak punya pilihan lain, daripada Bella terus menagih laptopnya dan terlihat sangat gelisah, mungkin lebih baik menuruti permintaan Bella.


Dokter sudah datang ke ruangan Bella beberapa menit yang lalu, dia mengecek keseluruhan kondisi Bella, terutama mengecek perut untuk memastikan janin di dalam sana masih aman.


Bella hanya bisa menautkan alisnya ketika beberapa kali Dokter itu meraba perut untuk memeriksanya. Karna Bella belum tau tentang kehamilannya, jadi merasa heran ketika Dokter lebih fokus memeriksa perutnya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya kenapa Dok.? Apa ada luka dalam di perut saya karna benturan.?" Tanyanya penasaran. Padahal benturannya tidak terlalu kuat, Bella sampai merasa bingung kenapa bisa mengeluarkan darah dari area intinya.


Dokter itu tidak menjawab, melainkan melirik pada Hendry. Begitu Hendry mengangguk kecil, barulah Dokter itu mengatakan pada Bella soal kehamilan kembarnya.


Jangan ditanya bagaimana reaksi Bella. Dia wanita single, belum menikah. Hubungan dengan Hendry pun hanya sebatas selingkuhan, tentu saja kabar kehamilan itu seperti petir di siang hari tanpa ada hujan.


Bella hanya memaku, pikiran dan tatapan matanya menerawang jauh. Entah apa yang harus dia lakukan dengan kehamilan kembarnya itu. Mau di gugurkan tapi Bella tidak bisa sejahat itu untuk melenyapkan dua nyawa sekaligus yang bahkan belum lahir ke dunia.


Tapi jika mempertahankan kedua janinnya, bagaimana dengan masa depannya.? Bagaimana cara memberitahu Papanya soal kehamilan ini. Bella mengkhawatirkan kondisi kesehatan Papanya. Kabar kehamilannya bisa saja membuat kesehatan sang Papa semakin memburuk. Belum lagi nama baik sang Papa dan perusahaan akan dipertaruhkan jika kabar kehamilannya sampai di ketahui orang lain, terutama rekan bisnis sang Papa.


Memikirkan hal itu, Bella hanya bisa memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Niat hati membuat Julia hancur, tapi sepertinya malah Bella sendiri yang lebih hancur dibanding Julia.


"Aku akan bertanggungjawab, kita akan menikah." Suara tegas Hendry membuyarkan lamuman Bella. Dia menoleh datar, sedikitpun tidak tertarik dengan pertanggungjawaban yang di tawarkan oleh Hendry.


"Aku tidak mau menikah dengan siapapun. Sejak awal aku hanya ingin balas dendam, apa yang selama ini kita lalui hanya bagian dari skenario yang aku buat sendiri. Sedikitpun aku tidak berharap untuk dinikahi." Tutur Bella dengan tatapan datar.


"Soal kehamilan dan anak ini, aku tidak akan meminta Mas Hendry untuk bertanggungjawab." Ujarnya tegas.


Hendry menggeleng cepat, tidak setuju dengan perkataan Bella. Bagaimana pun, Hendry merasa berhak atas kedua janin di rahim Bella. Dia yang menabur benih, tidak seharusnya Bella menolak pertanggung jawaban darinya seolah memintanya agar tidak ikut campur atas darah dagingnya sendiri.


"Soal balas dendammu, aku tidak peduli." Sahut Hendry yang merasa kecewa.


"Pikirkan mereka yang menjadi korban atas kesalahan dan keegoisan kita.! Apa kamu ingin membiarkan mereka tumbuh tanpa seorang ayah.?! Jangan keras kepala.!" Nada bicara Hendry sedikit meninggi, dia kemudian beranjak dari duduknya.


"Tetap disini,! Akan aku ambilkan laptopmu." Ucap Hendry sebelum menghilang di balik pintu. Hendry keluar dari ruangan itu dengan perasaan kalut dan kecewa.

__ADS_1


__ADS_2