Godaan Adik Ipar

Godaan Adik Ipar
Bab 50


__ADS_3

Hendry mulai memijat punggung Bella yang sudah dia beri sedikit bodylotion. Pria itu benar-benar memijat tubuh Bella, padahal Bella berharap Hendry langsung menyerangnya dengan ganas seperti biasa.


"Bella, jangan tidur,," Bisik Hendry di telinga Bella. Baru 10 menit memijat punggung Bella, tapi wanita itu sudah tidak merespon ketika di ajak bicara.


"Eum,,, ini sangat enak, aku jadi mengantuk." Sahut Bella dengan suara seraknya. Dia kemudian berbalik badan dengan mata masih terpejam. Bella jelas sengaja melakukan hal itu menggoda Hendry karna memperlihatkan dua asetnya yang bergerak bebas tanpa pembungkus.


"Bella,," Suara Hendry terdengar serak. Jemarinya sudah menangkup sebelah pipi Bella dan mengusapnya lembut, seolah meminta agar wanita itu membuka matanya.


"Ya.?" Bella membuka mata, dia sedikit terkejut melihat wajah Hendry begitu dekat.


"Boleh memintanya.?" Bisik Hendry hati-hati, dia seperti takut menyinggung perasaan Bella karna beberapa waktu lalu sempat berdebat soal pernikahan.


Bella mengangguk tanpa berfikir, memang ini yang dia inginkan sejak awal, membuat Hendry menyentuhnya di atas ranjang. Bahkan sebuah kamera sudah di atur Bella di salah satu sudut ruangan untuk merekam aktifitas yang mereka lakukan berdua.


Tidak butuh waktu lama, Hendry sudah menyusul Bella dengan tubuh yang sama-sama polos. Hendry sendiri yang melucuti pakaiannya dan melemparnya ke sembarang arah. Bella beralasan kalau kakinya lumayan sakit jika digerakkan, jadi dia bilang pada Hendry kalau dia akan pasrah saja. Hendry tentu tidak mempermasalahkan hal itu.


Bella dalam hati tersenyum puas. Dia akan menunjukkan bukti pada Julia dimana Hendry begitu buas dan agresif saat ber cinta dengannya. Dengan begitu, Julia bisa melihat sendiri Hendry yang terlihat lebih menginginkan percintaan panas itu di banding Bella yang hanya pasrah saja.


Selama percintaan itu berlangsung, Bella sengaja mengeraskan de sahannya. Dia seolah ingin menunjukkan pada Julia bahwa Hendry cukup hebat dalam memuaskannya.


Bahkan tak jarang Bella memuji kehebatan Hendry dengan kata-kata fulgar. Soal harga diri dan hinaan yang pasti akan keluar dari mulut Julia, Bella tidak begitu memusingkannya. Asalkan bisa menunjukkan video panas ini dan membuat hati Julia hancur berkeping-keping.


Setelah 30 menit bermandikan keringat, Hendry ambruk di atas tubuh Bella. Namun pria itu menopang tubuhnya dengan kedua siku.


"Aku mencintaimu,," Bisik Hendry dengan nafas yang masih tersenggal. Bella tidak merasa senang sama sekali dengan ungkapan cinta yang keluar dari mulut Hendry. Bagi Bella, ucapan itu tidak benar-benar berasal dari hati Hendry. Mungkin hanya sekedar untuk menyenangkannya saja karna sudah memberikan kepuasan pada Kakak iparnya itu.


"Aku kesulitan bernafas Mas." Lirih Bella. Hendry terkekeh kecil, dia mengecup gemas bibir Bella sebelum menyingkir dari tubuh Bella dan berbaring di sampingnya.


Hendry menarik tubuh polos Bella dalam dekapannya, pria itu juga menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


Hendry tampak memejamkan mata, kini setelah melakukan percintaan panas dengan Bella, hati dan pikirannya kembali berkecambuk. Tidak bisa di pungkiri, hati kecilnya juga menginginkan Bella untuk tetap di sampingnya. Namun Hendry juga merasa berat melepaskan Julia. Apalagi ada Ale di antara mereka.


Entahlah, Hendry sendiri bahkan bingung harus membawa kemana hubungannya dengan Bella dan Julia. Apa terlalu serakah jika menginginkan keduanya.?


...******...

__ADS_1


Pukul 7 malam, keduanya sudah duduk di depan meja makan. Beberapa menu makanan kesukaan Bella sudah tertata rapi di atas meja. Hendry yang memesan makan itu setelah kegiatan panas mereka. Pria itu juga yang menatanya di atas meja.


"Aku tidak bisa menginap,," Kata Hendry selesai menghabiskan makan malamnya.


Bella melirik sekilas dengan senyum samar.


"Sejak kapan Mas Hendry bisa menginap disini. Ada Kak Julia yang selalu menunggu di rumah." Sindiran Bella santai, lalu kembali menyantap makan malamnya.


Hendry hanya menghela berat karna merasa bersalah.


"Maaf, lain kali aku usahakan menginap." Ucapnya penuh sesal. Apalagi melihat senyum Bella yang tampak di paksakan. Hendry sadar hubungan mereka sangat merugikan Bella.


"Lupakan saja, aku tidak mempermasalah hal itu." Sahut Bella.


Ya, setelah ini dia tidak akan mempermasalahkan apapun. Karna setelah menunjukkan video panasnya pada Julia, Bella sendiri yang akan mengakhiri hubungannya dengan Hendry.


Masalah bagaimana kehidupan rumah tangga Julia dan Hendry setelah ini, Bella tidak akan peduli. Yang terpenting dia bisa menunjukkan bukti pengkhianatan Hendry.


...*****...


Pukul setengah 9 malam, Hendry baru tiba di rumah. Dia memarkirkan mobilnya di garasi. Tak berselang lama, mobil milik julia juga memasuki garasi. Hadi Hendry mengernyit, mantap mobil Julia dari kaca spion mobilnya. Setelah mobil itu berhenti, Hendry kemudian keluar dari mobilnya, bersamaan dengan Julia yang tampak tergesa-gesa keluar dari mobil.


" Sayang,,"


Ujar Hendry dan Julia bersamaan. Keduanya saling menatap dengan perasaan was-was dan ekspresi terkejut. Karna keduanya sama-sama memiliki rahasia yang sedang disembunyikan.


Hendry berfikir bahwa Julia baru saja membuntutinya, begitu juga sebaliknya. Itu sebabnya keduanya tampak khawatir.


"A-aaku habis dari rumah Mama." Ujar Julia gugup, padahal Hendry tidak bertanya sama sekali. Hal itu justru menimbulkan kecurigaan, apalagi kegugupan Julia sangat kentara.


"Kamu baru pulang Mas.? Aku tadi mengirim pesan." Ujarnya seraya tersenyum, tampak berusaha terlihat santai di depan Hendry.


"Hemm, ada pekerjaan yang harus di selesaikan malam ini," Jawabnya bohong.


"Ponselku mati, tidak sempat mencharger." Hendry kemudian menghampiri Julia dan mengajak istrinya itu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Ya, mana sempat Hendry memikirkan ponselnya yang mati. Bukannya mencharger ponselnya, Hendry malah asik mencharger Bella sampai 2 kali.


...*****...


Bella tersenyum smirk menatap layar laptopnya, dia baru saja memindahkan video dari kamera ke laptop. Bella berencana datang ke rumah Julia di saat Hendry sedang berada di kantor. Dia akan menunjukkan video panas itu dari laptopnya langsung, karna tidak mau gegabah dengan mengirimkan video tersebut ke ponsel Julia. Karna Julia cukup licik, bisa saja video itu akan digunakan untuk balik menyerangnya.


Jadi setelah menunjukkan video itu pada Julia melalui laptop, Bella bisa langsung menghancurkan laptopnya agar Julia tidak bisa berbuat apa-apa untuk balik menyerangnya.


"Ya ampun, aku sudah tidak sabar melihatmu terbakar melihat video panas suamimu." Gumam Bella seraya terkekeh sinis.


Tak lupa, Bella mengedit videonya agar durasinya lebih cepat. Dia ingin membuat Julia melihat permainan Hendry sampai selesai.


Bella menyimpan laptopnya, kemudian bergegas untuk tidur. Dia belum ada rencana untuk menemui Julia dalam waktu dekat, karna masih ingin menikmati kehancuran Natalie yang sayang untuk di lewatkan. Setelah puas melihat penderitaan Natalie, Bella baru akan bergerak menghancurkan hati Julia.


...*****...


Pagi datang begitu cepat. Bella kembali pada rutinitasnya untuk berangkat ke perusahaan. Wanita itu sudah rapi dan cantik dengan pakaian formalnya. Dua bodyguardnya juga sudah menjemput di lobby apartemen.


"Silahkan Nona." Salah satu dari bodyguard itu membukakan pintu mobil untuk Bella.


Sedangkan satu lagi sudah duduk di belakang kemudi.


"Terimakasih." Bella masuk ke dalam mobil mewah milik Papanya.


Bodyguard itu kemudian ikut masuk, duduk di samping kemudi.


"Nona, semalam Nona Julia datang ke rumah dan mencari anda." Ujar bodyguard yang duduk di depan kemudi. Pria berusia 35 tahun itu menatap Bella dari kaca spion.


Bella tersenyum miring mendengar penuturan bodyguardnya. Tanpa perlu dikasih tau, Bella sudah bisa menebak tujuan Julia datang ke rumahnya. Wanita itu pasti akan mengamuk karna tidak mendapatkan apapun dan Mamanya juga akan di ceraikan.


"Apa kalian membiarkannya masuk.?" Tanya Bella datar.


"Tidak Nona, tapi dia mengamuk di luar gerbang." Jawabnya.


Bella tersenyum puas mengetahui Julia tidak di ijinkan masuk.

__ADS_1


"Bagus. Jika dia datang lagi, langsung usir saja.!" Ucapnya dingin.


"Dimengerti Nona."


__ADS_2