
Langkah kaki terhenti di depan lemari pakaian dalam kamar, yang kini akan menjadi kamar sekaligus saksi bisu Fia bersama Fajar selama di kamar.
"Ko ada baju cewek sih ay? Baju sapa nih? Baju Vina?" celetuk Fia saat membuka pintu lemari melihat ada beberapa baju yang sudah tergantung.
"Bisa gak sih sayang mikir nya jangan jelek-jelek gitu sama aku. Kan kamu udah liat video yang aku kasih terakhir aku ketemu sama dia. Sedikit pun aku gak ada rasa sama dia. Jadi ngapain juga aku masih nyimpen baju ataupun barang-barang dia. Nyempetin rumah aja." sahut Fajar sambil melingkarkan kedua tangannya di perutnya Fia.
'Iya juga sih.' batin Fia.
Mengambil salah satu pakaian yang tergantung membuat Fia melongo.
"Iiii..nii baju ay?" tanya Fia yang sedikit tercengang.
"Iya sayang ini bisa kamu pakai khusus di rumah."
"Baju kekurangan bahan begini? Terus kalo ada yang liat aku pake begini gimana? Ogah aku make mana tipis banget terus bahannya renda-renda begini gatel dah kalo di pake." ucap Fia sambil memutar-mutar baju yang tali nya segaris berwarna hitam.
"Kan ada cover nya sayang." ucap Fajar menanggapi Fia sambil menunjukkan cover baju.
Matanya Fia pun melanjutkan untuk melihat-lihat baju yang lainnya.
__ADS_1
"Ini kok ada seragam sekolah? Punya siapa ini? Mana rok nya pendek banget lagi."
"Semuanya punya kamu sayang." sahut Fajar.
"Termasuk itu juga?" tunjuk Fia yang melihat baju ala kucing yang ada ekornya.
"Iya sayang. Aku mau kamu make itu semua secara bergiliran."
'Aneh banget sih nih laki masa gue di suruh pake baju yang gak jelas begini.' batin Fia.
••••••
"Ay bisa gak jalan nya jangan begini. Kayak apaan tau gak kamu gelendotan sama aku begini berat tau kamu tuh." keluh Fia.
"Biarin aja orang aku mau." sahut Fajar.
Terdiam adalah hal yang benar bagi Fia. Jika dirinya melanjutkan pembicaraan dirinya akan kalah dengan Fajar yang selalu ada jawabannya.
"Makan dulu ya ay." ucap Fia yang mengajak Fajar untuk makan setelah mengambil koper mereka.
__ADS_1
Tepat di food court yang ada di bandara Fia melihat ada donat kesukaan Rio.
"Kenapa Rio gak ikut kita sih honeymoon. Padahal pasti seru ay kalo dia ikut." ucap Fia yang ingat donat kesukaannya Rio.
"Kan aku udah bilang, mami sama papi mau Rio ikut mereka ke Granada." balas Fajar.
Flash back.
"Jar, mami sama papi mo ke Granada. Rio ikut kita, kamu ingat ya harus gas pol jangan kasih kendor Fia. Mami sama papi udah gak sabar pengen nimang nimang bayi."
"Iya Jar. Harus tokcer." ucap Herman sang papi.
"Pah, Lio itut Oma Opa alan-alan bial papa ama mama na bica bikinin dede bayi buat Lio. Bikinin cepuluh ya pah." ucap Rio.
Sri, Herman serta Fajar tertawa mendengar ucapan Rio.
Flash back end.
"Ye malah senyum-senyum sendiri." ucap Fia yang memperhatikan Fajar.
__ADS_1
"Gak sayang. Aku tuh masih seneng kita bisa nikah. Bahkan sekarang kita lagi honeymoon." sahut Fajar sambil membuka mulutnya lebar-lebar untuk minta Fia menyuapkan makanan yang sudah ada di meja.