
Hampir seminggu setelah Adit pergi meninggalkan rumah . Keputusan untuk ngekost adalah hal yang terberat bagi nya .
Pagi hari dengan suhu udara yang amat dingin . Adit terlebih dahulu datang ke sekolah . Hasil kelulusan pun telah dia dapatkan .
"Fi , selamat ya ternyata lo lulus juga ."ucap Adit yang berdiri di papan mading sekolah sambil menatap ke arah urutan nomor satu tertulis nama Fia . Wanita yang dia cintai sampai saat ini .
"Gw bangga banget sama Lo fi , Lo bisa ngalahin nilai gw kali ini seperti biasa nya pas Lo masuk SMA."ucap Adit lagi yang melihat namanya ada dibawah nya Fia . Karena saat SMP nilai Adit diatas nya Fia . Beda halnya dengan sekarang nilai-nilai Fia berubah menjadi lebih baik dari pada dulu saat SMP .
"Tapi sorry gw gak bisa ngerayain kelulusan kita kali ini berdua seperti sebelumnya . Tapi gw janji fi , saat gw sukses dan gw bisa jauh lebih baik dari pada pak Fajar cowok gila itu . Gw bakalan rebut Lo jadi milik gw seutuhnya . Dan gak akan ada yang bisa misahin kita untuk kesekian kalinya . Gw janji itu walaupun Lo jadi janda nya Fajar gw gak peduli . Selagi ada kesempatan Lo jadi milik gw . Gw pastikan itu terjadi . Dan gw yakin bahwa disaat gw mampu dan sukses disaat itu Lo juga bakalan ada rasa sama gw ."ucap Adit sendirian .
"Weeeeee .... Ngapain bro ngoceh sendirian kaya orang bener Lo ."ucap Bimo .
Bimo satu-satunya orang yang tau bagaimana isi hatinya Adit yang gak pernah orang lain tau . Dari cinta nya ke Fia , gak suka nya Adit , bahkan tau kapan Adit jelous ke Fia . Walaupun tak terlihat diwajahnya , tapi Bimo tau persis sama halnya dengan keputusan Adit kali ini . Sebagai kawan Bimo hanya bisa mendukung dan mensupport sahabat nya itu .
"Apaan sih Lo ganggu ae ."sahut Adit .
"Udah lupain Fia . Sulit coy buat kita gapai , gw aja nyerah . Mending Lo nyerah kaya gw dari pada memaksakan diri . Gak bagus coy ."saran Bimo .
Ucapan yang Bimo ucapkan tak didengar oleh Adit . Adit pun pergi meninggalkan nya . Bagi Adit wanita yang mampu membuat nya jatuh cinta hanya Fia seorang . Apa lagi selama ini di dalam hidupnya . Tidak ada yang tidak bisa Adit dapatkan apapun yang dia inginkan .
Moto hidup nya Adit adalah 'apapun kita bisa miliki selagi masih ada jalan dan kesempatan' .
Sangat terdengar seperti orang yang berambisius banget bukan . Itu lah Adit yang sebenarnya . Prinsip hidupnya yang sangat terkesan optimisme membuat dirinya memiliki rasa percaya diri yang tinggi .
__ADS_1
Disisi lain
"Kok kalian pada keluar dari rumah nya pak Fajar ? Mang orang nya gak ada di rumah ? Apa pak Fajar di rawat di RS ?"cerocos Mira yang melihat teman sekelas nya pada keluar dari rumah nya Fajar dengan cepat .
Pasalnya Mira dan Fia datang belakangan karena Fia membawa motor sport nya dengan pelan tidak seperti biasanya . Parcel buah yang dipangku Mira membuat Fia sulit mendapatkan posisi yang pas membonceng Mira .
"Gak kok pak Fajar ada di rumah cuma gak bisa di jenguk karena dia gak mau . Udah ah kita balik males liat cewek yang gak sadar diri . Gara-gara dia tuh pak Fajar sakit . Gak cuma itu bikin pangeran Adit juga ilang entah kemana lagi . Dasar cewek gatel gak cukup satu cowok apa ? Semuanya yang ganteng dia rebut ."ucap Rere yang sangat menyukai pak Fajar akhir akhir ini .
"Apa sih tuh orang gak jelas deh . Udah fi jangan di pikirin ."ucap Mira sambil mengusap punggungnya Fia .
Fia yang tampak diam , dirinya berpikir dan merasa . Apa benar kata orang-orang jika dirinya terlalu menyakiti hati orang lain seperti Adit , Fajar dan juga Riki .
Diam nya Fia mengandung banyak pikiran . Hati nya bertanya-tanya , gimana rasanya jika dia ada di posisi Adit , Riki bahkan Fajar guru nya sendiri .
Cklek
Suara pintu terbuka .
"Ngapain kamu kesini ?"ucap Sri dengan nada kaget dan nada sinis saat melihat wanita yang muncul bertamu ke rumah nya .
"Kami mau ngejenguk pak Fajar Bu ."ucap Mira yang tau bahwa ibu yang di hadapan nya adalah ibu nya pak Fajar guru bahasa Inggris nya .
"Guru kalian tidak mau di jenguk oleh siapapun . Terimakasih karena kalian sudah jauh-jauh datang ke sini . Mohon maaf sebelumnya kalian bisa pulang ke rumah kalian masing-masing ."ucap Sri meminta dengan nada tegas dan jelas .
__ADS_1
"Tapi Bu ..."ucap Mira .
"Mohon maaf sekali lagi saya tekankan kepada kalian agar pulang ke rumah kalian masing-masing ."ucap Sri lagi memotong pembicaraan Mira sambil memperhatikan Fia yang hanya diam tanpa berbicara apa-apa .
Pintu rumah nya Fajar pun tertutup saat Mira sudah memberikan bingkisan parcel buah yang memang sudah disiapkan untuk gurunya . Saat pintu tertutup Mira pun menyerah dan memutuskan untuk pulang tanpa bertemu dengan guru nya langsung . Tapi beda halnya dengan Fia . Fia pun meminta Mira pulang ke rumah sendiri tanpa dirinya .
Ting tong ting tong
Cklek
"Astaga kamu ngapain lagi sih masih disini ?"ucap Sri dengan nada kesal .
"Mih Fia mohon kali ini aja , ijinin Fia ketemu sama pak Fajar . Ada hal yang mesti aku bicarakan dengan nya ."
Isak tangis pun terpecah dari raut wajah Sri . Tubuh mungil Fia pun dipeluk oleh Sri . Fia kaget dengan apa yang dilakukan oleh Sri mamih nya Fajar . Pasalnya sebelum nya Sri sangat judes dan sinis ke Fia tadi .
"Mamih gak tau sayang . Pikiran dan hati mamih berkata lain . Mamih ingin membenci kamu . Tapi mamih gak sanggup . Ditambah lagi kondisi Fajar yang mengurung diri di kamarnya . Membuat kami semua khawatir ."curhat Sri ke Fia sambil memeluk tubuh nya .
Sri membawa Fia ke depan pintu kamar nya Fajar . Dimana Rio dan Herman papih nya Fajar duduk di bangku yang berada di samping pintu kamarnya Fajar .
Langkah kaki Fia pun terhenti saat berada tepat di depan pintu kamar nya Fajar . Hati yang merasa bersalah gak enak hati , malu serta khawatir yang teramat sangat menyerang dirinya Fia .
Pikiran yang bercabang-cabang dan hati yang bertanya-tanya apakah reaksi Fajar saat tau dirinya ada dirumah nya . Akankah bahagia , sedih atau murka . Entahlah yang penting sekarang bagi Fia adalah meminta maaf kepada Fajar dengan tulus untuk mengurangi rasa bersalah nya pada Fajar .
__ADS_1