guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Hari Jadian Pertama


__ADS_3

Setelah beberapa lama menunggu Fajar turun dari atas kamar nya melalui jendela yang berada di balkon kamarnya .


"Lama banget sih pak turun gitu aja kaya anak perawan abis di perkosa masal ."cerocos Fia asal .


"Mulut kamu tuh ya kalo ngomong suka ngasal . Mang pernah apa kamu ngerasain di perkosa masal ?"sahut Fajar yang menyesali perbuatannya sendiri .


Apalagi kalau bukan lupa dimana kunci kamar nya . Padahal dia sudah mengajukan usulan kepada Fia agar menunggu tukang untuk membongkar pintu kamar nya . Tapi apa daya , jika wanita pujaan hati nya meminta dia turun dengan cara memanjat . Bagaimana bisa nolak , walaupun itu pertama kali ia lakukan .


Fia pun dengan bangganya menjadi wanita yang dicintai oleh Fajar gurunya itu . Memanfaatkan peluang untuk menguji seberapa besar cintanya Fajar kepada Fia untuk bertahan dalam menuruti keinginan nya .


Tapi semua itu tak bisa Fia pungkiri bahwa memang besar dan tulus cinta yang Fajar berikan untuk nya . Hal apapun yang Fia ucapkan pasti Fajar lakukan . Salah satu ya turun lewat balkon untuk bisa keluar dari kamar nya sendiri . Bagi Fajar itu bukanlah perkara yang sulit .


Dia bisa saja membuat keluarga nya Fia hancur berantakan didalam dunia bisnis . Perusahaan milik orang tua nya Fajar merupakan saingan berat untuk perusahaan milik orang tua nya Fia . Semua jalan pasti bisa terbuka seperti apa yang Fajar inginkan . Begitu banyak relasi dan pembisnis yang tidak lain juga merupakan anggota keluarga nya Fajar adalah para relasi dan penanam saham di perusahaan milik orang tua nya Fia .


Itu semua pernah terlintas di benak nya Fajar . Namun entah apa yang membuat Fajar tidak ingin membuat keluarga nya Fia dalam kesulitan dalam hidupnya . Dibenaknya untuk membuat keluarga Fia menderita . Jika keluarga nya Fia menderita pasti Fia pun akan memohon kepada nya untuk melepaskan tindakan yang membuat orang tua nya Fia menderita . Itu tindakan yang bisa membuat Fia menuruti apa kata Fajar pastinya . Termasuk menikah dengan dirinya .


Tapi hati nya Fajar seperti nya memutuskan untuk tidak melakukan hal yang bisa membuat Fia sedih saat nanti keluarga nya menderita karena perbuatannya Fajar . Begitu banyak yang terpikirkan oleh Fajar jika dia melakukan hal itu kemungkinan besar Fia tunduk dan menuruti keinginan nya atau Fia akan membencinya dan memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan nya . Jika kemungkinan buruk yang terjadi lebih besar dari pada kemungkinan manis nya Fia menuruti keinginan nya . Fajar memilih untuk dia saja yang menderita karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan . Setidaknya dia masih bisa melihat Fia orang yang dia sayangi masih tersenyum dan bahagia .


Cups


Kecupan manis pun Fajar terima . Saat dia membersihkan baju nya setelah nempel nempel di tembok .


"Cie udah mulai berani nyium nyium nih ."ledek Fajar yang merasakan betapa bahagianya akan perubahan sikap nya Fia kepada nya setelah dia sakit .


"Kenapa gak boleh ."sinis Fia yang menahan malu . Saking malunya pipinya memanas serta mengerutuki dirinya sendiri betapa mesum nya dia kali ini .


Pasalnya setelah Fia menyadari betapa besarnya cinta Fajar terhadap dia . Membuat Fia mengamati perlakuan dan perbuatannya Fajar kepada nya . Sikap dan tingkah nya Fajar membuat Fia lupa diri . Wajah tampan nya Fajar kali ini seakan mampu membuat Fia lupa akan harga diri nya . Wajah tampan nya Fajar membuat Fia ingin menyentuh dan menciumnya .


"Boleh kok sayang . Tapi lain kali jangan begitu cium nya tapi begini ay ."ucap Fajar yang mencium bibir nya Fia . Menunjukkan bahwa dia menginginkan lebih dari ciuman nya .


"Ish , dikasih di pipi minta di bibir ."tutur kata yang terucap dari mulut Fia yang hendak mengusap bibirnya . Namun terhalang oleh Fajar .

__ADS_1


"Kalo kamu usap bibir kamu tanda nya kamu gak sayang sama aku ."tegas Fajar .


"Oh oke ."singkat Fia sambil melangkah kan kaki nya kearah motor milik nya .


"YES , BERARTI KAMU UDAH SAYANG BENERAN DONG SAMAU AKU ."teriak Fajar yang lumayan jauh jarak nya dengan Fia .


Fia yang mendengar teriakannya Fajar gurunya hanya bisa menjawab dengan tangan mengacungkan jempol jari nya ke atas dan tanpa menoleh ke arah Fajar .


Fajar yang melihat respon Fia dia dengan senang nya mengucapkan "Akhirnya gw gak ngeduda lagi . Tinggal ngitung hari gw punya bini . Eh tunggu tunggu ngapain beberapa hari lagi kenapa gak hari ini aja gw nikahin Fia . Kan lebih cepat lebih baik keburu tar digondol daun muda lagi . Bisa kalah saing gw . Tapi entar ditolak lagi ajakan nikah gw . Mesti bikin strategi yang ampuh nih biar Fia setuju ajakan nikah sama gw nya ."


"Pak ngapain coba ngoceh sendiri . Gila ya ? Kalo gila saya cari cowok lain aja yang otak nya gak gesrek ngoceh sendiri kaya bapak ."ucap Fia dengan nada kenceng .


"Ya saya gila karena kamu ."ucap Fajar yang sudah duduk di atas motor nya Fia sambil memeluk erat tubuh nya Fia .


"Gombal ."


"Pelan-pelan ya ngendarain nya . Kepala saya masih sakit ."pinta Fajar yang merengek sambil menaruh kepalanya dipunggung nya Fia untuk bersandar .


Tapi apa daya jika menolak kemauan nya Fajar yang ada tadi bisa panjang urusannya . Sifat asli pria yang diboncengin nya ini keluar saat dia menyatakan bahwa Fia mencintai nya . Manja , posesif , egois dan kekanak-kanakan Fajar tunjukkan dalam waktu singkat . Bukan ketidak sukaan yang Fia rasakan melainkan ia menyukai tingkah lakunya Fajar yang menurut nya lucu dan menggemaskan . Bahkan Fia merasakan betapa berbedanya Fajar saat menjadi guru dan dimana dia menjadi orang yang mencintai nya .


Guru killer yang dia benci kini seratus persen berbanding terbalik dengan apa yang selama ini dia lihat , tidak ada kegalakan dan omelan yang selama ini Fia dengar . Hanya kelembutan yang dia rasakan dari perlakuan Fajar terhadap dirinya .


"Dasar pinter ."ucap Fajar yang mengencangkan pelukan nya dilingkar pinggang Fia diatas motor sport merah .


"Emang aku pinter buktinya aku bisa buat guru killer yang super duper nyebelin cinta sama aku ."ucap Fia membanggakan diri .


"Iya deh , tapi kamu juga bukan cuman bisa membuat aku jatuh cinta . Tapi kamu bisa membuat aku nyerahin nyawa ku ke kamu ."


"Maksud nya ?"


"Ya bagaimana manapun kondisi badan aku aku ingin selalu ngelindungi kamu . Maka nya aku ikut kamu pulang ke rumah kamu . Sekalian meminta ijin untuk mencintai anak dari bapak Diki dan ibu Lia ."penjelasan Fajar .

__ADS_1


"Apaan sih pak kok minta ijin segala kan udah pernah minta ijin pacaran sama aku bahkan minta ijin nikahin aku lagi ."


"Dulu sama sekarang beda sayang . Kalo dulu kan kamu belum cinta sama aku . Lupa sama apa yang kamu omongin ke papa kamu pas batalin acara pernikahan kita . Kalo sekarang kan cinta aku gak bertepuk sebelah tangan . Dan aku juga mo mengawali hubungan kita dengan baik ay kedepannya sama kamu ."


"Preeeetttt bisa aja bapak yang satu ini ."


"Ay jangan manggil aku bapak sih . Kesannya kayak aku bapak kamu . Gak enak tau didenger orang . Bisa salah paham ."pinta Fajar .


"Ya terus manggil apa ? Kan mang bener kamu aku panggil bapak kan karena kamu guru aku . Ya kali aku manggil kamu nama kamu gitu aja ? Kurang ajar dong sama guru sendiri ."


"Panggil sayang ke , apa enggak cinta gitu . Lagian tuh kamu kan udah lulus bukan jadi murid aku lagi Fia . Ini juga bukan disekolah . Kamu kan pacar saya , seenggaknya panggilan sayang ke aku gitu ay ."


"Apaan sih pak aneh tau ."


"Kok aneh ? Ya enggak lah ay . Kamu liat di film-film orang yang pacaran pasti manggil nya sayang kalo gak cinta , bebeb , huny atau apalah . Lah kamu masa pacaran manggil nya bapak sih . Gak seru ah kamu mah ."ucap Fajar yang ngambek dan menundukkan kepalanya dibelakang badan nya Fia .


Motor sport merah yang Fia kendarai pun terparkir di depan rumah nya .


"Ya udah lepas dong pak pelukan nya . Udah sampe ini ."


Tanpa suara Fajar hanya duduk di atas motor sport dan tak bergerak sama sekali .


"Iya sayang . Aku gak panggil kamu dengan sebutan bapak lagi . Aku panggil sayang aja gimana ."tawaran yang Fia tawarkan untuk Fajar .


"Janji ."


"Iya pak saya janji ."


"Tuh kan bapak lagi ."


"Astga aku kelepasan gara-gara terbiasa manggil kamu bapak . Iya aku janji manggil kamu sayang . Ayo sayang ku cinta ku . Ini gak enak kalo sampe diliat orang kamu masih meluk aku begini ."pinta Fia pun dilakukan Fajar dengan senyuman manis diwajahnya .

__ADS_1


'Astaga gini amat ya pacaran . Kalo ngambek harus dibaein dulu baru mo nurut .'bathin Fia.


__ADS_2