
Bunyi alarm pun seperti biasanya Fia selalu membuang jam weker yang ada disamping meja dekat kasur empuknya.
"AAAAHHHHHH."
Teriakan yang sudah biasa Fia lakukan tidak membuat seisi rumah kaget dan heran.
"Bisa gak sih kalo kesini jangan asal masuk-masuk aja. Aku kan cewek, enggak pantes tau bapak maen masuk kedalam kamar cewek yang masih singgel lagi." ujar Fia yang kaget melihat sosok lelaki yang selalu datang untuk mengantarkan dia ke kampus.
"Kamu tuh udah hampir dua minggu loh, kuliah selalu aku yang anter. Aku juga yang bangunin kamu. Dan kamu masih kaget juga aku hampir tiap hari datang ke? Ditambah lagi kamu bilang cewek singgel?"
Cups.
"Iiiiiihhhhh. Aku kan Lom mandi, maen nyosor bae sih." sebel Fia sambil mengusap bibir mungilnya .
"Morning kiss sayang."
"Kan aku malu pak."
Cups.
"Tuh kan nyium lagi. Aku belum gosok gigi juga bau jinggong, abis ileran." pukulan manja pun melayang ke tubuhnya Fajar.
"Yarin abis aku suka sih. Lagian utu hukuman kamu karena manggil aku bapak terus ditambah bilang kamu singgel lagi. Inget kamu tunangan aku jangan lupa sama status kamu." ucap Fajar mengingatkan Fia akan hubungannya.
__ADS_1
"Iye aku inget kamu bisa gak sih. Jangan ngomong gitu terus sama aku. Aku inget kok kalo aku udah punya tunangan. Gimana aku bisa lupa kalo hampir setiap saat kamu ngomong nya gitu terus. Sampe budek nih kupingku." sambil menunjukkan kedua kupingnya.
"Tapi tunggu dulu kenapa calon suami aku pakaiannya begini? Pake jas segala lagi sama kemeja putih." ucap Fia kembali yang baru sadar apa yang dikenakan oleh Fajar saat itu berbeda dari hari-hari biasanya.
"Aku mau ada meeting sayang." jelasnya.
"Ih kegantengan."
"Lah aku mang ganteng sayang. Kalo aku cantik aku cewek dong."
"Apa sih narsis dah."
"Aku tuh gak narsis cuman ngomong secara fakta."
"Sssstttt jangan bawel."
"Ye kamu tuh mandi beloman juga pake lipstik segala. Yeh malah ngambil minyak wangi juga lagi. Kamu gak mandi gitu ke kampusnya? Jorok dah." dumel Fajar yang melihat kelakuan wanita pujaannya begitu.
"Fi, kamu jangan ngaco deh. Udah pake baju tidur yang tipis, kelekan, pendek ditambah pake lipstik merah banget. Di monyong monyongin lagi tuh bibir. Fi kamu jangan gila jangan mancing birahi aku dong Fi." oceh Fajar yang mencoba menghentikan aksinya Fia yang sedang menuju kepadanya.
Langkah kaki Fia lakukan sambil berlenggak lenggok seakan dia sedang menggoda Fajar.
"Diem deh."
__ADS_1
Cups.
Cups.
Cups.
Ciuman terus mendarat di beberapa bagian tubuh nya Fajar dikedua bawah telinganya, dagunya, bibir serta tidak lupa Fia menghapus bekas lipstik dikerah kemeja putih nya Fajar.
"Fi..."
"Udah deh diem aja ini aku lakuin biar gak ada cewek yang ngedeketin kamu disaat aku gak ada."
"Kamu cemburu?" tanya Fajar.
"Iya kenapa gak boleh?" sewot Fia.
"Ya boleh dong, justru aku malah seneng banget kamu bisa cemburu sama aku." ucap Fajar yang memang senang luar biasa.
"Makanya diem aja." sahut Fia sambil menyemprotkan minyak wangi miliknya yang beraroma khas dirinya apalagi kalau bukan vanilla.
"Ya tapi ngapain aku di semprot minyak wangi segala sayang?"
"Dengerin aku baik-baik bapak Fajar yang terhormat, lipstik untuk cewek-cewek bisa liat dengan mata kepala sendiri ada bekas lipstik cewek jadi kamu sudah ada yang punya. Terus aku tambahin minyak wangi biar kalo ada cewek yang mo meluk-meluk dia nyium tubuh kamu ada wangi perempuan. Pasti kamu aman dari para wanita yang mengincar kamu."
__ADS_1
"Ngapa gitu?"
"Karena aku paling gak suka dan gak rela berbagi tunangan aku sama cewek-cewek di luaran sana. Kamu cuma milik aku seorang." ucap Fia di samping kanan kupingnya Fajar.