guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Pernikahan Part 2


__ADS_3

Fajar cemas akan apa yang terjadi pada Fia, apakah wanitanya akan berubah pikiran untuk menikah dengan nya atau diculik oleh cowok lain yang sama halnya ingin memiliki Fia. Rasa panik tercampur dengan rasa gelisah membuat pikiran dan hati Fajar tak karuan.


Ia pun langsung menggendong Rio dan berbisik "Sayang seperti ada yang mau mengambil mama kamu dari papa dah."


Wajah tak terima pun terlihat jelas di wajahnya Rio.


"Capa pah yang mo ambil mama na Lio?" tanya Rio.


"Coba kamu cek di ruangan mama dih sana." ucap Fajar.


Menurut Fajar itu satu-satunya cara yang paling ampuh untuk membuat Fia tidak berpikiran yang aneh-aneh sehingga memungkinkan untuk pembatalan pernikahan nya.


"Rio kamu mo kemana?" tanya Sri ibunya Fajar.


"Biarin aja mih Rio cuma mo keruangan nya Fia ko." cegah Fajar saat Sri ingin menghalangi Rio pergi.


"Dadi Om yang mau ngambil mama na Lio?" ucap Rio sambil terisak dan marah melihat Adit berdiri ruang pengantin wanita.

__ADS_1


"Ehh, Rio. Sapa yang mau ngambil mama kamu sayang?" ucap Adit yang mencoba mendekati Rio namun di hindari nya.


"Lio nda telima ya om mau ambil mama na Lio." ucap Rio sambil mengepalkan kedua tangannya seakan dia ingin mengajak Adit berduel tinju.


Suasana yang sedikit berisik membuat Fia melihat kondisi apa yang sedang terjadi di depan ruangannya.


"Astaga Adit. Lo apa-apaan sih, sama anak kecil aja begini." ucap Fia yang melihat Adit sedang memegang kepalanya Rio yang sedang berusaha melayangkan pukulan tinju nya.


"Ntu mah, Om mo ambil mama na biak nda dadi mama na Lio." keluh Rio saat di gendong oleh Fia.


"Papah." ucap Rio yang makin erat memeluk tubuhnya Fia.


Fia pun tersenyum menanggapi ucapan Rio. Begitu sayang kah anak ini terhadap Fia pikir nya.


'Ternyata masih ada yang mengharapkan aku untuk ada di sisinya. Malaikat mungil ini yang selalu berharap aku jadi ibu di sisinya.' batin Fia.


"Dit, tolong panggilin tukang riasnya ya suruh benerin makeup gue." ucap Fia yang menyuruh Adit.

__ADS_1


"Jangan gila deh Fi. Mending Lo batalin pernikahan yang nantinya akan bikin Lo sakit hati." ucap Adit mengingatkan.


"Jangan ngomong gitu ada Rio, Dit." tuai Fia memberi peringatan agar Adit tidak berbicara yang sedikit tidak baik didengar anak kecil.


"Biarin aja. Biar nih tuyul tau kalo bapaknya bikin Lo nangis dan sakit hati." ucap Adit sambil melotot ke arah Rio.


"Papah nda ikin mama angis ko. Olang papah ada di cana cama Oma Opa." ucap Rio yang tidak mengerti keadaan.


Fia mengancam Adit untuk menuruti permintaan Fia.


Penampilan Fia yang sudah di tata ulang kembali riasan wajahnya. Kini dengan hati lapang Fia berjalan menuju tempat dimana ikrar sumpah sehidup semati bersama Fajar yang disaksikan oleh orang terdekat dan keluarga kedua belah pihak.


Adit yang sudah mencoba mencegah terjadinya pernikahan tapi apa daya. Permohonan dan keinginan Fia tidak bisa dia abaikan.


Seisi ruangan menyaksikan ikrar janji mereka berdua. Acara pernikahan pun berlangsung begitu lama bagi Fia. Dirinya memiliki penat dari apa yang ia terima hari ini membuat kepalanya sedikit sakit.


"Aku seneng banget Fi. Akhirnya kita nikah juga ya." ucap Fajar yang tidak berhenti tersenyum dan enggan untuk melepaskan tangannya Fia.

__ADS_1


__ADS_2