
Setelah para anggota team ikut memohon ke pak Fajar agar Fia bisa mengikuti pertandingan basket kali ini . Walau dengan berat hati Fajar terpaksa memberikan ijin . Dari pada para murid nya berpikiran hal yang enggak enggak . Lebih baik Fajar memberikan ijin walaupun hati nya tidak rela .
"Serius nih pak . Bapak ngijinin Fia ikut tanding ?"tanya Bimo dan Daus secara kompak .
Fajar pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban iya karena keterpaksaan .
Kini Fia ikut tanding dengan kaos olahraga milik Adit . Memang awalnya Fajar melarang memakai kaos olahraga milik Adit . Tapi mau gimana lagi , Fia tidak prepare bawa kaos olahraga milik nya . Dipikir nya Fia bahwa dia tidak akan ikut tanding . Yang dia tau hanya bisa menonton pertandingan bola basket bersama team hore nya Adit .
Lagian juga selama ini Fia memang sering meminjam baju punya Adit jika sedang di rumah Adit atau disaat memang kepepet perlu ganti baju pasalnya Adit sering membawa baju kaos cadangan di dalam tasnya .
Pertandingan basket pun berlangsung cukup lama . Tatapan mata Fajar hanya tertuju pada Fia . Begitu mengagumkan nya Fia saat memainkan bola basket ditangannya . Ternyata hebat juga ya dia main nya batin Fajar menganggumi Fia .
Tapi tak hanya sekali dua kali dirinya mendapati tangan Fia tersentuh oleh para lawan mainnya . Membuat dirinya nya kesal dan cemburu setengah mati .
Prrrriiiitttttttt
Bunyi periwitan di tiup oleh wasit sebagai tanda pertandingan telah berakhir.
Yeeeee kita menang ....
Menang ... Menang .... Menang .... Menang ....
Sorak gembira para anggota team basket Adit serta team hore nya.
Fia serta para anggota team basket saling berpelukan saking senangnya menang dalam pertandingan tersebut .
"Fia ikut saya ."ucap Fajar yang datang menghampiri Fia dan menarik tangan Fia secepat kilat .
Adit yang sedang memeluk Fia saking senang nya atas kemenangan ini . Kaget dimana dia terlepas dari pelukan Fia . Adit pun mengikuti Fia yang dibawa oleh Fajar .
"Apaan nih pak pake narik-narik tangan Fia segala , mo di bawa kemana Fia pak ?"ucap Adit sambil menarik tangan Fia yang kanan .
"Terserah saya dong mau narik tangan nya ke , mo bawa kemana ke bukan urusan kamu ."jawab Fajar sinis dan nada bicara yang meninggi sambil menarik tangan kiri Fia yang sudah digenggam nya karena rasa dihati nya Fajar sudah dipenuhi oleh cemburu yang berlebihan .
"Ya gak bisa gitu dong pak kan kita lagi ngerayain kemenangan kita . Bapak maen bawa-bawa aja sih Fia ."protes Adit .
__ADS_1
"Emang harus gitu kalian ngerayain nya pake peluk-pelukan segala ?"ucap Fajar nyolot.
"Mang salah gitu kita pelukan ?"balas tanya Adit yang emosi.
"Ya salah ."sahut Fajar dengan nada membentak .
"Salahnya dimana pak ? Fia kan teman kita wajar aja kali kita pelukan disaat kita merayakan kemenangan kita ?"jelas Adit .
"Tapi saya itu ..."
"UDAH STOP ."teriak Fia sambil melepaskan tangannya dari tarikan Fajar dan Adit .
"Cukup ya kalian ribut . Malu tau , kaya apaan tau ."pinta Fia sambil menatap ke arah Adit dan Fajar.
"Fia."sapa seseorang dibelakang nya.
"Kak Riki ?"sahut Fia yang mengenali wajahnya Riki.
"Ya ampun Lo beneran Fia ? Gw pikir gw salah orang . Rada ragu-ragu gitu gw mo nyapa Lo tadi . Takut zonk entar disangka sksd lagi gw ."ucap Riki sambil tersenyum manis .
"Gimana kabar Lo fi ? Masih aja Lo berduaan sama Adit ? Gimana kabar Lo dit ?"sapa tanya kabar Riki ke Fia dan Adit sambil bersalaman dengan mereka berdua .
Saat Riki abis berjabat tangan dengan Fia dirinya senang tak karuan . Bisa ketemu sama cowok yang pernah dia kagumi . Membuat jantung berdebar-debar . Serasa kalo dia sedang bermimpi dan berharap gak bangun dari tidurnya .
Sisi lain nya Fajar hanya bisa diam menahan diri dan menyimak mereka bertiga berbincang-bincang .
"Baik bang . Lo ndiri gimana kabar nya ?"sapa Adit balik ke Riki .
"Baik juga gw dit . Gimana nih ada kemajuan gak dalam hubungan Lo berdua ?"tanya Riki sambil menepuk pundak kanan Adit.
"Maksud nya Lo kemajuan dalam hubungan gimana nih bang ?"tanya Adit yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan Riki .
"Ya elah dit , masih aja sok polos . Ya maksudnya gw pacaran bro Lo sama Fia ."sahut Riki memperjelas .
Saat mendengar ucapan Riki , Fajar pun langsung mendekati Fia mengisyaratkan kan bahwa dirinya masih ada disitu . Dan seolah minta Fia untuk mengakui statusnya Fajar bahwa dia adalah pacar nya Fia yang sebenarnya .
__ADS_1
Namun Fia tak menghiraukan . Fia hanya fokus mendengar kan percakapan Riki dan Adit . Mata Fia tak berkedip saat Riki ada di hadapannya .
"Apaan sih Lo bang . Ya kali gw sama cewek begini . Gak banget bang , kurang sexy . Gak ada aura-aura menggoda bang."jelasnya Adit mengelak .
"Alah pake bilang gitu Lo . Kalo gak menggoda ngapain Lo selalu ngintilin Fia terus ?"ucap Riki yang ngeledek Adit sambil melirik ke arah Fia memberikan kode .
Fia yang tidak ingin membahas lebih panjang lagi soal dia dengan Adit . Yang menurut dia memang hubungan Fia dan Adit hanya sebatas teman gak lebih dari rasa apa pun.
Fia pun mencair kan suasana dengan melayangkan pertanyaan ke Riki.
"Kak kok bisa disini ?tanya Fia yang penasaran . Karena Fia pikir ini pasti jodoh bisa bertemu lagi sama cowok yang dia sukai dulu .
"Oh itu kebetulan ade gw Putra tanding basket sama Lo tadi fi . Gw gak nyangka kalo dia bakalan tanding sama Lo . Pasti dia kalah lah secara Lo kan jago banget maen basket nya ."penjelasan Riki kenapa dirinya bisa berada di sekolahan Fia .
"Oh jadi Putra ade Lo kak ?"ucap Fia rada kaget .
'Tau gitu rada manis dikit gw sama putra , kali aja dia bisa nerima gw jadi kakak ipar nya nanti .'batin Fia .
"Yoman . Eh fi bisa kali minta no hp Lo . Biar kalo kita mo jalan bisa saling kontek-kontekan."pinta Riki yang memang sebelumnya pernah kenal dan deket sama Fia walaupun sebentar .
"Mana sini hp Lo bang."ucap Fia sambil menadahkan tangan kearah Riki .
Fia pun memasukkan no hp nya dia ke hp nya Riki . Adegan itu membuat Fajar kesel bukan kepalang bisa-bisa nya ceweknya memberikan no hp nya ke laki-laki lain . Rasa mau marah namun tak bisa diluapkan . Membuat dia emosi dalam hati saja , itulah yang bisa dia lakukan saat itu juga .
"Ehem ...."
Fajar pun yang gak sanggup lagi menahan rasa kekesalannya dan kecemburuan nya pada Fia . Dengan keasyikan Riki berbicara dengan Fia serta ucapan-ucapan Riki yang seakan menjelaskan bahwa Adit ada rasa ke Fia sebelumnya . Menurut Fajar belum disadari oleh mereka berdua . Membuat Fajar berpikir akankah Fia ada rasa juga ke Adit . Pikiran Fajar bercabang cabang .
"Eh , maaf pak . Kita jadi asyik ngobrol . Maklum ketemu temen lama pak ."ucap Adit yang lupa akan perdebatan nya dengan guru nya sendiri .
Fia pun yang tak enak pergi meninggalkan Adit dengan Riki bersama Fajar .
"Gw cabut duluan ya guys ."pamit Fia yang rada sedih harus berpisah sama Riki . Padahal itu kesempatan langka di dalam hidupnya Fia .
"Ya fi , gw mo ngobrol bareng Riki dulu .kata Adit menjelaskan .
__ADS_1
Fajar pun tanpa berkata apa-apa langsung mengikuti Fia dari belakang dengan emosi yang meluap-luap .