
Jam pelajaran pertama pun telah usai . Fia pun sudah mengikuti ulangan susulan yang kemarin ia tinggal kan karena suruhan pacar sekaligus gurunya itu dengan rasa kesal .
Di ruang perkumpulan guru.
"Pak Fajar ada yang mau saya bicarakan ."ucap pak Tio selaku guru olahraga di sekolah Bhakti Pertiwi 1 .
"Ya pak , apa yang ingin dibicarakan pak ?"tanya Fajar.
"Sekolah kita akan mengadakan perlombaan bola basket persahabatan antar sekolah lain pak."
"Lalu ?"
"Saya hendak ingin meminta ijin sama bapak selaku wali kelas 3-1."
"Ijin apa ya pak?"tanya Fajar penasaran .
"Saya ingin membawa Adit serta Fia untuk masuk ke dalam team yang sudah saya buat untuk pertandingan tiga hari lagi."jelas pak Tio .
"Kalo Adit saya bisa mengijinkan . Tapi kalo Fia ? Dia kan anak perempuan pak , kenapa dia mesti ikut pertandingan ?"tanya Fajar yang heran .
"Itu dia masalah nya pak Fia itu dulu nya team basket di sekolah ini . Karena banyak nya perlombaan dalam mata pelajaran yang lainnya . Dia memutuskan untuk keluar dari team saya . Dan bukan cuma itu pak Fajar , gara-gara Fia keluar dari team basket sejak kelas 2 semester genap . Adit juga ikut mengundurkan diri ."
"Terus?"
"Kok terus sih pak . Bapak gak ngijinin mereka ikut tanding?"ucap pak Tio meninggi nada bicaranya .
"Ya bukan gak ngijinin . Kalo Adit bisa saya kasih ijin tapi kalo Fia saya gak bisa karena dia perempuan pak Tio . Yang ada sekolah kita akan kalah dan malu nantinya . Gara-gara pemainnya cewek."lerai Fajar .
"Justru pak Fajar salah . Justru karena Fia perlombaan dalam bidang olahraga selalu kita raih pak . Selama ini saya memperhatikan jadwalnya Fia pak . Pas banget sekarang sekolah tidak memberikan jadwal-jadwal perlombaan lagi ke Fia karena dia sudah kelas 3 harus fokus ujian . Karena itu saya meminta ijin kepada pak Fajar agar sekolah kita unggul lagi dalam kegiatan olahraga pak . Udah beberapa kali team basket saya kalah pak karena tidak adanya Fia dan Adit diteam saya."penjelasan dari pak Tio.
"Bapak ngaco kalo ngomong . Anak kaya Fia mana bisa maen basket pak."
"Saya serius pak Fajar ."
"Ya terus hubungan nya bapak minta ijin ke saya apa pak?"
"Tadi saya sudah menanyakan hal ini ke Fia dan Adit . Mereka menjawab ingin mengikuti pertandingan ini . Namun pak Fajar mesti memberikan ijin terlebih dahulu , dengan alasan mereka itu murid dari kelas nya pak Fajar."
__ADS_1
"Baik lah pak saya ijin kan tapi hanya Adit saja yang boleh mengikuti pertandingan , tidak dengan Fia mohon maaf pak Tio ."
"Oke pak saya tidak masalah jika bapak tidak memberikan ijin untuk Fia . Terimakasih banyak loh pak Fajar."kesal pak Tio yang menurut nya inti dari pembicaraan nya dengan pak Fajar tidak mengijinkan Fia ikut dalam lomba .
"Hemm."jawab Fajar.
Masa iya Fia jago olahraga ? Tapi gak menutup kemungkinan sih . Kan dia tomboi abis dalam kelakuan nya . Buktinya sekolah aja pake motor sports . Udah gitu kan gw juga pernah dipanggil kepolisian gara-gara dia balapan liar .
Masa basket aja dia gak bisa , pastinya bisa orang sampe segitu nya pak Tio untuk meminta ijin segala . Fia Fia , kamu tuh banyak banget sih hal yang belum aku tau tentang kamu . Jadi makin kepincut nih gw sama dia . Batin Fajar sambil melihat foto dia bersama Fia pas kemarin taman bunga milik nya .
Foto yang dimana dia mengancam melakukan tindakan yang tidak diinginkan Fia lalu dia menyuruh cium pipi kanan nya dengan suka rela . Tapi maaf ya Fia ku sayang kamu gak bisa mengikuti pertandingan ini , karena aku tidak mau kamu deket-deket sama cowok lain selain aku.
Pak Tio yang baru saja keluar dari ruang perkumpulan guru.
"Gimana pak Fia bisa ikut tanding ?"tanya Adit yang sudah menunggu pak Tio kurang lebih lima menitan bersama Fia.
"Maaf dit , pak Fajar tidak mengijinkan ."
"Tuh kan dit gw bilang apa . Lo sih pake nyuruh pak Tio ijin ke dia segala ."kata Fia yang sudah yakin pasti tidak ada ijin dari Fajar .
"Adit benar Fia , bagaimana pun juga saya kan mesti ijin ke pak Fajar karena ini pertandingan antar sekolah bukan pertandingan main-main . Jadi saya pun wajib meminta ijin sama wali kelas kalian . Ya sudah saya pamit mau mengajar di sekolah lain . Dan kamu Adit saya akan menjadi kan kamu sebagai kapten basket di team kali ini."
"Baik pak."
Pak Tio pun meninggalkan Fia dan Adit ditempat.
"Enak banget sih dit , bisa ikut tanding basket lagi."ucap Fia dengan nada kecewa.
"Ya ampun Fia Lo tuh , tenang aja Lo tetep jadi kapten basket bagi gw kok."
"Apaan sih Lo gak lucu."ucap Fia sambil menjitak kening Adit karena Adit berbicara seperti itu seakan meledeknya.
"Laper nih dit makan dulu yuk."
"Yuk kali ini Lo traktir gw ya fi."
"Oke akua gelas aja ya."
__ADS_1
"Ets dah pelit amat Lo."
"Canda gw dit."
Fia dan Adit melangkah kan kaki menuju ke kantin sekolah . Adit juga merangkul pundak Fia seperti biasa nya . Namun sayangnya Fajar melihat kejadian itu . Amarah Fajar pun meluap tanda ketidak terimaan nya atas apa yang baru saja dia lihat . Fajar pun melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka . Sayang nya ponsel miliknya bergetar.
"Ya ampun Fajar kamu tuh udah mulai mau jadi Malin Kundang hah ? Udah beberapa lama kamu gak pulang ke rumah mamih Fajar . Gak kangen kamu sama mamih ? Mana cucu mamih ? Bawa dia kesini biar mamih tinggal bersama cucu mamih . Mamih gak perlu anak lagi . Hanya perlu cucu mamih aja ."suara wanita yang merupakan ibu dari Fajar.
"Ya ampun mih , ngomong nya mulai deh yang macem-macem . Fajar juga kangen sama mamih . Cuman waktu nya gak ada mih . Fajar sibuk banget ngajar di sekolah , dikampus . Belom lagi aku kan mesti ngantor mih."jelas Fajar.
"Sibuk apa sibuk?"
"Aku beneran sibuk mih."
"Sibuk kok bisa bawa cewek ke villa di Bandung sih."usut penasaran mami nya Fajar .
"Pasti Christina yang lapor ke mamih?"
"Ya lah gimana sih kamu Fajar . Bukan bawa itu perempuan ke rumah mamih malah ke villa ? Tapi pinter juga kamu mau buat dia hamil duluan biar dia minta tanggung jawab sama kamu . Jadi cepet deh kamu bisa nikahin dia . Gak perlu deh mamih takut kamu jadi duda lapuk ."
"Kok mamih ngomong gitu ? Maksud mamih apaan coba?"
"Maren bukan nya kamu janjiin Rio punya dede bayi ? Kamu mau ngamilin anak perempuan itu kan sayang ? Berarti secara gak langsung dia menolak untuk menikah dengan kamu . Sampe-sampe kamu mau ngamilin dia dulu sampe dia minta pertanggung jawaban kamu . Iya kan?"
"Gak mih bukan ..."
"Mamih gak mau tau malam ini bawa dia kemari sama Rio juga cucu kesayangan ku."potong Sri mamih nya Fajar
"Tapi mih faj ..."
Tut Tut Tut Tut
"aaar ..."
Diputuskan telpon dari mamih nya Fajar . Fajar pun hendak menelponnya balik , halhasil nihil . Nomor mamih nya tak bisa dihubungi.
Telpon dari mamih nya membuat dirinya berpikir akankah Fia mau bila diajak kerumah orang tua nya?
__ADS_1