guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Radi


__ADS_3

Pagi ini Radi membuka mata tepat pukul delapan. Saat Radi bangun tidur langsung ia lihat layar handphone yang telah berada di samping tempat tidurnya.


Radi mencari nama Fia di dalam chat WhatsApp messenger miliknya. Radi pun langsung mengirimkan Fia pesan.


Fi di rumah Lo lagi ada siapa? nyokap ada nggak? gua mau main ke rumah nih.


Pesan pun iya kirim melalui WhatsApp dengan alibi yang pas agar Fia tidak curiga.


Radi pun mengarahkan pandangannya ke arah luar jendela.


"Betapa indahnya cuaca dipagi hari ini Tuhan. Nikmat mana yang harus aku dustakan. Hubungan ku dengan Fia semakin hari semakin dekat. Memang sih Fua sudah memiliki tunangan tapi nggak ada salahnya kan selagi belum janur kuning. Aku masih ada kesempatan." ucap Radi sambil tersenyum.


"Astaga Udah jam segini aku siap-siap mandi. Abis itu langsung Aku menuju ke rumahnya Fia." ucap Radi kembali yang sadar saat matanya melihat kearah jam dinding kamarnya.


Entah apa yang membuat perasaan Radi semakin hari semakin berbunga-bunga. Awalnya dia berpikir kalau Fia itu bagaikan pengganti Eva, sosoknya yang sama persis membuatnya jatuh hati dan memperhatikan Fia. Hanya berbeda dari tinggi badannya saja, tapi sikapnya dan sifatnya sangat lah sama.


Tapi itu bukan membuat Radj menjadi menyukai Fia karena sikap atau sifat yang sama dengan Eva atau melainkan Radi mencari sosok pengganti Eva di dalam diri Fia.


Bukan karena itu tapi karena emang Fia yaitu wanita yang berbeda. Dia unik, lucu, menggemaskan bahkan nyaman saat orang tersebut disisinya Fia.


Suara pesan masuk di ponsel Radi pun berbunyi.

__ADS_1


"Ayo baca pesan aku. Ayo baca pesan aku. Buruan. Buruan."


Tanpa basa-basi Radi langsung membuka layar ponselnya untuk membaca pesan WhatsApp dari Fia.


Ada kok. Jangan kan nyokap, bokap gue juga kok. Ya udah kalau mau main, main aja nggak pa-pa.Tapi jangan lupa bawain makanan yang banyak. Oh ya jangan lupa es krim sama jus ya gue lagi pengen banget nih. Oke.


Isi pesan yang dikirim oleh Fia untuk Radi.


Radi pun tersenyum langkah pun langsung ia lajukan ke dalam kamar mandi. Guyuran air yang dingin dari shower kamar mandinya, telah membasahi seluruh tubuhnya.


Alunan nada Radi dilantunkan sambil bergumam sambil menggosokkan sabun di seluruh tubuhnya. Sesekali Radi menari-nari di dalam kamar mandi. Melakukan joget ala tari Hawai.


Sebuah nomor tak dikenal masuk ke dalam layar ponselnya Radi sedang memanggil. Dalam panggilan telepon Radi mengerutkan dahinya saat mendengar suara perempuan.


"Halo Radi." ucap wanita yang menelepon Radi.


"Aish, kan udah gue bilang kita udah putus. Jangan ganggu gue lagi dah." ucap Radi yang menegaskan.


Radi tahu suara panggilan tersebut dari siapa. Radu pun tak menghiraukan panggilan tersebut langsung mematikan panggilan tersebut dan memblokir nomornya.


"Dia pikir biar gue lupa kali sama suaranya. Gue apa kali. Mo Lo ganti nomor kek mo ganti muka ke. Gue inget Lo yg nyelingkuhin gue. Ngapain coba tuh cewek masih nelponin gue. Selingkuhannya kurang muasin apa? kayak gue. Sampe-sampe dia ngejar-ngejar gue lagi. baru sadar kali gue doang yang bisa muasin?" ucap Radi yang sedikit emosi.

__ADS_1


"Mending gue siap-siap deh buat ke rumahnya Fia."


Kunci mobil pun Radi ambil dan ia putar-putar sambil berjalan menuju ke parkiran mobilnya.


Langkah pertama yang ia harus lakukan adalah mencari toko makanan serta mencari minuman jus yang bisa sukai oleh Fia seusai permintaannya. Apalagi kalau bukan jus alpukat kesukaannya Fia.


Hampir setiap kesukaran Fia, Radi tahu karena menurut Radi kesukaannya Fia tidak jauh dari kesukaannya dirinya sendiri.


Apa yang Fia suka pasti Radi suka juga, jadi tidak begitu sulit untuk tadi mengingat apa yang Fia suka dan apa yang tidak Fia suka. Karena kesamaan dalam kesukaan atau ketidaksukaan mereka adalah hal yang sangat mudah untuk diingat.


"Mbak sama ini." ucap Radi kepada pelayan toko.


"Oh ya mas ada lagi yang lain nya? pulsanya enggak sekalian?" ucap pegawai toko tersebut.


"Enggak itu aja ini mas."


"Terima kasih." ucap pelayan toko tersebut setelah Radi usai membayar semua belanjanya.


Radi kini meninggalkan toko tersebut dan masuk ke dalam mobilnya. Radi pun tinggal mencari minuman kesukaan Fia yaitu jus alpukat sesuai permintaannya.


"Okeh tinggal beli jus doang deh. Apa gue sekalian beliin martabak manis ya? cemilan dia kan udah gue beliin nih buat dikamar. Pas banget nih kan dia lagi gak ngampus. Ngemil martabak kan pas banget."

__ADS_1


__ADS_2