
Fia hanya bisa menyesal akan perbuatannya tadi. Kenapa bisa pas banget dia menggerutu soal pacar nya tanpa diduga orang nya langsung muncul tanpa diundang.
"Hemm, siapa guru yang nyebelin,ngeselin terus jelek lagi yang membuat wanita yang aku sayang muka nya ditekuk begini." terdengar suara tanya yang terucap dari sosok laki-laki yang muncul di belakang Fia.
Di pikirannya Fia saat ini adalah mencari suatu alasan yang bisa membuat Fajar percaya dengan apa yang akan dia ucapkan. Entah alasan apa yang akan ia gunakan disaat kondisi mendadak seperti ini.
"Siapa sayang gurunya? Biar aku yang urus. Berani-beraninya tuh guru bikin kamu kesel begini. Aku buat hidupnya susah baru tau rasa tuh guru." tanya Fajar yang sudah duduk disamping Fia sambil mengusap pipi nya.
Fia tak mampu untuk menatap matanya Fajar.Kata-kata yang sudah dia rangkai untuk alibinya mendadak sirna dari isi kepalanya. Jangankan untuk mengucapkan alibinya, mengatakan kata sapaan halo dan hai bahkan tersenyum manis saja Fia tidak mampu melakukannya.
"Kamu dengar enggak sih sayang aku ngomong tadi?" ucap Fajar lagi sambil mengguncangkan pundaknya Fia.
"Emmmm, bukan siapa-siapa kok." sahut Fia dengan pelan.
Fia bersyukur karena sepertinya Fajar tidak mendengar secara menyeluruh ucapannya Fia.
"Katakan padaku, Fi?"ucapnya Fajar yang masih curiga siapa orang yang berani mengganggu wanita berharga miliknya.
"Bukan siapa-siapa kok beneran dah. Aku pengen ke toilet bentar ya." jawab Fia . Pasti membuat Fajar tambah mencurigai dirinya.
Fajar menghembuskan napasnya pasrah dan melihat Fia pergi meninggalkannya ke toilet cafe yang tidak jauh dari sekolah.
Sudah lima menit Fia menghabiskan waktu di toilet. Fia mencoba membalikkan keadaan supaya Fajar tidak menanyakan soal ucapan yang menggerutu soal dia.
"Udah keluar semuanya sayang?" tanya Fajar sambil tersenyum manis saat melihat sosok wanita yang dia cintai muncul di sampingnya.
__ADS_1
"Enggak aku sisain buat dirumah." sahut Fia yang menanggapi ucapan Fajar.
"Kok di sisain say?"
"Yarin, orang yang keluar cuman sepotong." ucap Fia ngasal.
Uuuueeeekkkk.
"Jorok banget sih." protes Fajar yang memuntahkan kentang goreng yang sudah di cemil selama Fia ke toilet.
"Kan kamu duluan yang mulai." jelas Fia.
"Iya sih, aku lagi berusaha agar bisa ngimbangin kamu dalam berbicara."ucap Fajar menjelaskan.
"Kok kamu jadi sinis sih ay." tanya Fajar sambil mengusap punggung tangan milik Fia.
"Dengerin ya bapak Fajar yang terhormat. Alasan apa yang membuat bapak tidak mengijinkan saya ikut acara Promnight di sekolah?" tanya Fia yang terlihat emosi karena Fajar melarang dirinya ikut acara Promnight di sekolahnya.
"Kamu tega aku sakit?" tutur Fajar dengan rasa sedih.
"Kok sakit? kan aku enggak ngapa-ngapain? Gimana ceritanya kamu bisa sakit?"ucap Fia.
"Ya bisa sayang. Nanti kalo kamu dateng ke acara Promnight entar kamu pasti cantiknya pake banget. Terus para murid-murid cowok ngantri dah mo ngajak dansa kamu. Aku enggak rela Fi, liat kamu sama cowok selain aku." penjelasan yang keluar dari mulut Fajar merupakan salah satu kasih sayangnya kepada Fia.
Susunan acara Promnight sudah Fajar ketahui terlebih dahulu disaat Fia meminta ijin kepadanya untuk mengikuti acara tersebut. Saat mengetahui ada acara dansa khusus para murid-murid, dirinya langsung melarang Fia untuk datang ke acara Promnight. Cemburu itu adalah alasan utama, laki-laki manapun pasti tidak akan rela jika wanita yang dicintainya berdansa dengan laki-laki lain.
__ADS_1
Semua akan terasa lebih mudah kalau saja Fajar merupakan murid yang sekelas dengan Fia. Namun sayangnya tidak seperti itu, dirinya berstatus sebagai seorang guru dari wanita yang dia cintai. Apa jadinya kalau dia terlibat ikut campur dalam urusan dansa yang dibuat khusus untuk para murid-muridnya.
Solusi yang tepat hanya membuat Fia tidak hadir dalam acara Promnight. Akan membuat hatinya terasa aman dan damai tanpa harus gelisah dibuat oleh Fia nantinya.
"Mulai deh, aku enggak ngerti dah kenapa bisa gitu kamu berpikiran yang jauh banget. Aku janji kalo nanti disaat acara dansa, aku enggak akan ikut dansa. Supaya kamu enggak sakit karena kecemburuan kamu yang gak jelas." ucap janji yang Fia lontarkan kepada Fajar.
"Tapi."
"Enggak ada tapi tapi sayang. Please ini acara Promnight di sekolah say. Masa aku lewatin gitu aja acara perpisahan yang sudah ciri khasnya sekolah. Please ya, aku janji. Aku enggak akan macem-macem sama cowok-cowok. Sumpah." Fia memohon kepada Fajar dengan wajah yang terlihat sedikit penuh harap pada Fajar.
Wajah Fia yang terlihat sedikit penuh harap kepadanya, membuat Fajar menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya. Meski berat hati untuk mengiyakan, tapi apa daya dia juga tidak bisa melihat Fia dalam raut wajah yang sedih. Terbukti bahwa Fajar memang tidak bisa melihat wanitanya bersedih.
"Tapi janji ya, kamu jangan deket-deket sama cowok-cowok manapun dan jangan macem-macem sama cowok-cowok yang pada ngedeketin kamu." ucap Fajar menekan kata-katanya.
"Ya ampun, iya aku janji. Lagian nih ya asal kamu tahu aja. Aku ngapain macem-macem sama cowok-cowok yang pada ngedeketin aku. Mereka itu masih jauh tingkat kegantengannya sama pacar aku yang satu ini. Jadi aku gak bakalan macem-macem kok, kamu jauh lebih ganteng dari mereka. Enggak ada satu pun yang bisa membuat aku jatuh cinta seperti aku jatuh cinta sama kamu." jelas Fia kepada Fajar.
"Ya untungnya gak ada Riki, coba kalo dia ada disekolah dan seumuran sama kamu. Kalo gak kamu nempel sama dia dan ngelupain aku."
"Ya ampun sayang, kan aku udah pernah bilang perbedaan antara cinta aku ke kamu sama cinta aku ke kak Riki itu beda say. Dia memang cinta pertama aku, tapi kamu aku pastikan kamu adalah cinta terakhir aku."ucap Fia yang memang sudah menempatkan hatinya hanya untuk Fajar seorang.
Penjelasan dari Fia membuat Fajar senang bukan kepalang. Pasalnya Fajar memang pernah bertanya kepada Fia apa perbedaan cinta yang Fia rasakan antara Riki dengan dirinya? Bagi Fia cintanya kepada Riki karena Riki cowok yang pertama kalinya dia temui yang selalu berbuat baik kepada siapapun, cowok yang memperlakukan Fia berbeda dengan cowok-cowok yang lainnya. Riki yang mampu membuat dunia Fia berwarna.
Tapi beda halnya dengan cintanya kepada Fajar. Cintanya datang karena terbiasa. Sikap Fajar yang selalu overprotektif dan suka ngatur-ngatur dirinya meninggalkan kesan dirinya Fia. Cinta yang Fajar tunjukkan persis sama seperti yang Oma tercinta nya Fia katakan. Laki-laki yang berani menangisi wanita yang dia cintai itu tandanya dia benar-benar tulus mencintaimu.
Ketulusan cinta Fajar yang mampu membuat Fia bertahan dalam menghadapi sifat-sifatnya Fajar. Jengah itu sudah pasti apalagi harus menghadapi sifatnya Fajar yang berlebihan, tapi kalau mengingat kembali seberapa besarnya Fajar melakukan apapun untuk Fia. Itu akan musnah dan sirna. Overprotektif yang Fajar milik hanya dia lakukan untuk menjaga pasangannya untuk tetap bisa dalam genggamannya.
__ADS_1