
Pandangan Fajar tak lepas sedikit pun dari sosok wanita yang duduk disebelahnya.
"Apalagi sih? kenapa kamu terus ngeliatin aku kayak gitu? kesannya aku abis berbuat tindakan kriminal tau gak." keluh Fia.
"Aku masih gak terima kamu lebih milih kuliah yang dimana aku bukan jadi dosennya kamu."
"Ya ampun sayang. Kamu masih mau bahas itu? Kita udah tunangan loh." sahut Fia sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manis kanannya.
"Ya sih tapi aku tetep masih enggak rela jauh dari kamu." ucap Fajar.
"Terus apa gunanya dong aku mengiyakan pertunangan kita kalo kamu masih uring-uringan gak jelas. Aku juga udah terima persyaratan kamu yang masang GPS di handphone aku, terus pake baju yang sesuai keinginan kamu nih. Ditambah lagi aku terima kamu antar jemput aku kuliah. Jadi mana mungkin sih aku bisa mencari cowok lain ay." ucap Fia mencoba menenangkan pikiran Fajar yang memikirkan hal yang sama sekali tidak mungkin Fia lakukan.
"Tapi Fi..."
"Enggak ada tapi tapi. Masa iya kamu mo jadi dosen aku di kampus? cukup ya pas SMA guru aku jadi pacar aku. Jangan sampe dosen aku adalah pacar aku. Makin memperburuk keadaan aku tau gak."
__ADS_1
"Kok memperburuk?"
"Iya lah memperburuk. Inget gak pas kamu jadi guru aku dan kamu ngejebak aku saat aku lagi ngelamun sampe aku ngeluarin kata-kata asal yang sampe akhirnya satu kelas taunya aku yang suka banget sama kamu. Padahal kita pacaran aja sebelum kejadian itu terjadi. Itu juga karena ancaman dari kamu aja. Makanya aku mo pacaran sama guru sendiri."
"Terus memperburuk nya dimana?" potong Fajar sambil bertanya.
"Em, kamu lupa? dari pas kejadian itu kamu lebih posesif, ngelarang aku kerja kelompok. Sering ngasih aku tugas yang beda dari murid yang laen. Kamu selalu nyuruh aku macem-macem yang membuat aku selalu ada diruang kerjanya kamu. Aku tau kamu cemburu kalo aku deket atau ngobrol sama cowok lain. Tapi itu kelewat batas. Kamu tau gak kenapa aku mengajak kamu untuk bertunangan seminggu sebelum aku masuk kampus? Karena aku ingin kamu yakin bahwa aku cuma milik kamu." penjelasan Fia.
Flash back
"Ya ampun pak. Kenapa sih ngotot banget aku kuliah di sana sih?"
"Kita tunangan besok." ucap Fia.
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Ya kita tunangan besok. Tapi minggu depan kamu harus tetap terima kampus pilihan aku. Kalo kamu nolak gak akan ada kata tunangan untuk kedua kalinya. Malah semakin gak ada ikatan apa-apa kita semakin bebas aku nyari cowok lain walaupun kamu dosenku."
"Tapi Fi."
"Mo apa enggak?" ucap Fia menegaskan.
"Gak mo. Aku tetap pengennya kmu kuliah di tempat aku ngajar."
"Ayolah mas. Aku janji kita tunangan besok dua tahun kemudian kita nikah."
"Enggak." tolak Fajar yang sudah memikirkan banyak resikonya jika Fia kuliah yang tidak bisa dia pantau setiap saat.
"Oke deh kalo gitu. Kita tunangan besok, satu tahun ke depan kita nikah gimana?" ucap Fia mencoba tawar menawar kesepakatan dengan Fajar.
"Okeh deal." jawab Fajar dengan cepat tanpa pikir panjang.
__ADS_1
'Bagus Fia karena kamu sendiri yang minta aku akan mengabulkannya. Liat aja nanti tahun depan aku bakalan buat kamu hamil terus menerus. Sampe kamu gak perlu lagi kuliah.' ucap Fajar di dalam hati dengan perasaan senang.
Flash back end