guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Keutangan Jasa


__ADS_3

Fajar yang sudah berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat tapi tidak bisa terwujud. Begitu banyak pekerjaan yang silih berganti datang. Sudah hampir dua bulan ia mengurus semua pekerjaan yang tidak kunjung usai.


Lain halnya dengan Fia kebebasannya saat ini sangat terasa.


"Indah banget hidup gue Mir." ucap Fia yang sedang berkomunikasi dengan Mira sahabatnya saat sekolah sekaligus tempat curhatnya tentang Fajar.


"Lah kok indah?"


"Indah lah kan cowok gue gi sibuk sama kerjaannya." ucap Fia.


Tok tok tok tok tok tok tok.


Tok tok tok tok tok tok tok.


"Kayaknya ada yang ngetok-ngetok kamar gue dah Mir."


"Ya udah sono bukain kali aja pak Fajar yang dateng. Cara gue buruan dah nikah. Keburu buku nikah abis." celetuk Mira sambil memutuskan panggilan teleponnya.


Cklek.


"Nih, laptop Lo gue balikin." ucap Radi.


"Okeh." sahut Fia yang santai dan singkat.


"Tunggu, ikut gue." ucap Radi sambil menghalangi Fia yang hendak menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


"Eh KEMANA?" ucap Fia yang tangannya ditarik sambil menggenggam laptopnya.


Radi pun menghentikan langkahnya dan mengambil laptop yang diperlukannya Fia ia taruh dimeja dekat pintu keluar dan kembali menarik tangannya Fia.


"Masuk."


"Mobil sapa nih keren banget Lamborghini cuy." ucap Fia sambil mengelilingi mobil tersebut.


"Mobil gue. Udah naek."


"Mo kemana kita?" tanya Fia.


"Nyokap Lo nyuruh gue ngajak Lo makan di luar. Soalnya nyokap bokap Lo hari ini gak pulang." ucap Radi sambil nyetir.


"Sue tau gitu gue ganti sendal sama baju." sambil ngeliatin pakaian yang dikenakan oleh dirinya sendiri.


'Tau gini, gue pake baju okean tadi. Pasti sih anak rada-rada ngajak gue makan di restoran mewah. Mobilnya aja kece badai yang dia bawa. Gue mah heran, kok bisa dia punya mobil ini. Udah lama dia tinggal di rumah gue. Kok bisa gue gak tau. Pantes aja Yeli bilang kalo Radi anak tajir melintir yang mesti gue pepet.' batin Fia.


Flash back


Di kantin kampus.


"Cie, gue liat liat akhir-akhir ini ada yang berangkat bareng pulang bareng nih. Mana Lo lagi yang nganterin doi pulang. Katanya sebel katanya kesel sama senior entu." ledek Yeli temen kampus Fia.


"Bacot deh Lo. Kan gue udah cerita. Kalo bukan dia yang nolong nyokap gue. Gue ogah bareng sama dia. Ditambah lagi gue keutangan jasa tolong lagi sama dia."

__ADS_1


"Wih, superhero dong di di hidup Lo." sahut Yeli.


"Tau deh gak paham gue. Tapi berkat dia gue bae-bae aja dia yang tambah parah."


"Mang dia nolongin apaan lagi?" tanya Yeli yang penasaran.


Fia menceritakan tentang kejadian yang menimpanya. Dirinya yang dicegat oleh para perampok tapi Radi yang ngebantuin untuk ngelawan. Hingga akhirnya ada luka tusuk di bagian perutnya. Fia kaget melihat Radi yang melawan empat orang perampok saat hendak pulang ke rumahnya. Menurut Fia ngapain dia ngelawan toh yang perampok pinta kan motor sportnya. Bagi Fia lebih baik dia nyerahin motor sportnya dari pada kehilangan nyawa. Tapi siapa sangka Radi bila berantem walaupun akhirnya kalah dengan senjata tajam para perampok.


Flash back end


"Turun!" ucap Radi memecahkan lamunannya Fia.


"Ngapain berhenti disini?" sahut Fia yang bingung.


"Pesenin gue nasi goreng spesial telor nya di ceplok."


"WAH sarap Lo ya? mobil bagus bagus ngajak gue makan di pinggir jalan." kaget Fia yang belum lama berpikir bahwa dia akan diajak makan di restoran mewah.


Tapi memang pahit yang namanya kenyataan kadang tidak seindah hayalan.


"Jangan bawel buruan pesen." tegas Radi.


Fia pun turun dari mobil memesan makanan yang ia inginkan dan Radi mau dengan raut wajah yang kecewa.


"Bang tar anter ke mobil yang onoh ya." ucap Fia setelah memesan makanan yang sudah dia ucapkan tadi.

__ADS_1


Langkah kaki pun Fia lakukan menuju mobilnya Radi.


'Dasar emang cowok aneh. Dirampok dia lebih milih nyawa yang ilang. Sekarang makan nasi goreng dipinggir jalan pake Lamborghini. Dasar sarap.' oceh-oceh Fia.


__ADS_2