guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Acara Promnight Part Tiga


__ADS_3

Suasana Promnight malam ini sangat meriah. Fia berjalan menyusuri koridor sekolah yang sudah ramai oleh para murid-murid Bhakti Pertiwi 1. Keramaian yang tidak pernah Fia lihat sebelumnya membuat ia terus memandangi seluruh ruangan yang cukup indah terhias pernak pernik party. Tubuh mungil miliknya terbalut gaun yang sederhana berwarna sky blue panjang nya selutut dan sepatu flat shoes berwarna blossom. Namun itu sudah cukup menawan, hingga aura dalam diri Fia terpancar bagaikan seorang wanita polos yang menjadi Cinderella.


"Yoi, cantik banget Lo, Fi. Sumpah gue pangling ngeliat Lo tampil begini." sambut Mira yang terpesona dengan kecantikan sahabatnya itu.


Penampilan Fia memang sangat memukau, semua murid laki-laki memandang tanpa berkedip sedikitpun.


"Apaan sih Lo, bikin gue geer aja." pipi Fia memerah akibat sanjungan dari sahabatnya yaitu Mira.


"Gue serius, Lo liat dah noh anak-anak pada melotot ngeliatin Lo cantiknya bukan main." ucap Mira sambil menunjukkan pada Fia anak-anak yang sudah ngeliatin Fia.


Fia pun melihat kearah sekitarnya. Memang benar dirinya sudah menjadi pusat perhatian para laki-laki seusianya bahkan banyak pujian yang mereka lontarkan.


"Aje gile, cakep bener ya Fia."


"Buset dah cantik banget sih Fia ya."


"Cantik pake banget ya sih Fia."


"Kayak putri ya Fia."


"Cinderella darimana?"

__ADS_1


"Fia kayak bidadari turun dari surga ya."


Lebih banyak dari itu pujian yang mereka ucapkan. Risih pasti, diujung sudut telah berdiri sang kekasih. Bahasa mata yang Fajar lakukan membuat Fia risih.


Tatapan mata yang mengisyaratkan bahwa Fajar tidak suka Fia menjadi pusat perhatian para murid-murid cowoknya. Membuat Fia serba salah.


'Padahal ini baju kan dia yang milih. Tapi ngapa kayak dia enggak seneng gitu ya? Salah gue gitu kalo mereka pada ngeliatin gue.' batin Fia.


Disisi lain


'Sial kenapa Fia jadi banyak yang ngeliatin? Bikin emosi aja dah. Rasanya mo gue colok mata mereka. Tapi emang pantes sih Fia diliatin sama mereka. Orang cantik banget sih kamu sayang rasanya mo meluk aja dah.' batin Fajar.


Jam menunjukkan pukul setengah delapan malam, acara Promnight dimulai. Beberapa kali Fajar dapat tawaran untuk berdansa dengan murid-murid perempuannya. Tak sedikit pula yang mengajak pacarnya juga berdansa. Cemburu memenuhi hatinya, kini sudah menjalar ke seluruh tubuhnya Fajar. Ingin dia tarik Fia dan membawanya pergi dari acara Promnight.


Acara yang paling penting adalah dansa menggunakan topeng. Fia yang terlihat sibuk mencari seseorang yang ingin dia temui. Tapi tak terlihat. Sosok laki-laki yang selalu ada didalam kehidupannya selama ini. Dari Fia kecil sampai dewasa. Siapa lagi kalau bukan Adit.


Mencari Adit bukan untuk melepaskan rindu melainkan penasaran bagaimana kabar sahabatnya yang dari dulu bersamanya. Fia tahu kalau Adit mencoba menghindari dirinya. Menurut Fia bukan berarti tidak ada kabar satu sama lain disaat keadaan seperti ini.


Alunan musik terdengar lembut, sudah mengisi seluruh ruangan. Satu persatu para murid juga sudah memasuki ruangan Promnight setelah mereka sudah mengambil topeng mereka masing-masing diluar ruangan.


Tidak sedikit murid laki-laki yang mengajak Fia dansa, tanpa mengetahui bahwa dia adalah Fia. Tapi tidak ada satu orang pun yang bisa membuat Fia tertarik untuk berdansa dengan mereka.

__ADS_1


"Hai, cantik. Maukah kau menjadi wanitaku dalam waktu lima menit?" ucap sosok laki-laki yang menggunakan kemeja putih, dibalut dengan jas berwarna hitam yang terselip bunga mawar disaku jasnya.


Fia tersentak kaget melihat sosok entah siapa laki-laki yang berani mengatakan bahwa dia ingin Fia menjadi wanitanya dalam waktu lima menit. Bukan hanya itu perlakuan khusus untuk Fia pun laki-laki bertopeng itu lakukan. Fia bagaikan seorang ratu yang sedang disambut oleh sang pangeran untuk berdansa. Sambut tangan yang disertai bunga mawar dari saku jasnya, membuat Fia penasaran siapa laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Alunan musik terdengar merdu, murid-murid pun menikmati setiap detik alunan musik untuk berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Meskipun mereka tidak mengetahui siapa pasangan mereka masing-masing.


"Yo... Yo... Yo... guys. Sorry banget nih musik gue stop sebentar. Tapi kalian jangan kecewa, karena apa? Acara yang paling dinanti-nanti yaitu sekarang bertukar pasangan dansa kalian dari yang sebelumnya. Dan saat musik berhenti kalian bisa mencium kening pasangan yang berada didepan kalian, sambil melepaskan topeng diwajah masing-masing. Gimana setuju dengan ide dadakan ini ?" ucap seorang laki-laki yang bertopeng dan tidak tau juga siapakah dia.


Acara yang udah diumumkan kepada seluruh murid diruang Promnight. Begitu banyak apresiasi dari semuanya. Acara yang direncanakan, bukan. Itu sudah dipastikan bahwa acara seperti itu ide spontanitas dari beberapa murid. Apakah ada penolakan, pasti tidak. Bagi mereka ini hanyalah moment yang tidak akan pernah terjadi dikemudian hari.


Menurut mereka ide spontanitas dari beberapa murid, merupakan salah hal yang indah untuk dilakukan dimasa remaja.


Murid-murid berdansa dan saling bertukar pasangan satu dengan yang satunya. Ada beberapa yang sudah bertukar pasangan hingga lima bahkan lebih dari itu.


Namun sayangnya tidak terjadi dengan Fia. Sosok laki-laki yang berani mengatakan bahwa ingin menjadikan Fia sebagai wanitanya dalam waktu lima menit. Kini menguasai dirinya lebih dari lima menit.


Setiap kali ada aba-aba, 'Tukar pasangan'. Laki-laki dihadapan Fia menarik kembali tangan Fia untuk berdansa bersamanya kembali.


"Are you ready guys. Ini saatnya untuk membuat kenangan terindah di masa remaja kita guys. Gue itung mundur ya siap-siap musik berhenti kalian cium kening pasangan yang ada di depan kalian. Oke."


"Tiga... Dua... Satu..."

__ADS_1


Bibir yang mendarat di kening manisnya Fia. Kini Fia rasakan, dirinya mencoba untuk mengetahui siapa laki-laki didepannya itu. Mengapa dia memaksa untuk mencium keningnya. Padahal Fia udah mencoba untuk pergi meninggalkannya. Tapi apa daya kekuatan laki-laki memang lebih besar dari pada perempuan. Langkah kaki Fia yang tertahan olehnya. Membuat dirinya sadar bahwa apa yang akan terjadi nanti jika Fajar mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.


__ADS_2