
Setelah dokter mengecek kondisi Fia dan memberikan selamat atas kehamilan istrinya, sekarang Fajar merasa bersalah.
"Maafin aku ya sayang. Aku gak tau kalo kamu lagi hamil. Please Fi sadar." ucap Fajar yang menciumi tangan kanannya Fia.
Tak lama kemudian Fia sadar dari pingsannya. Dia hanya mendengar kata 'please Fi sadar' yang Fajar ucapkan tanpa ia respon sedikit pun.
"Fi, kamu udah sadar? kamu mau makan apa? atau minum apa gitu?" tanya Fajar.
"Enggak aku mau istirahat aja." pintanya.
"Kamu yakin? Gak mo makanan yang asem-asem gitu? Apa enggak yang seger-seger ay?" tawar Fajar.
"Apaan sih aku cuma lelah mau istirahat aja." pintanya Fia kembali.
"Yakin? anak kita gak kepengen apa gitu?" pertanyaan yang menegaskan bahwa benar tidak meminta apapun itu.
"Anak kita?" Fia yang sedikit tidak paham dengan ucapannya Fajar.
"Iya ay anak kita."
"Lah kalo anak kita mo juga tar ngomong. Lagian mang Rio udah pulang?"
"Kok Rio sih kamu bahas."
"Terus kalo bukan Rio sapa coba?"
"Anak kita sayang." elusan mendarat di perutnya Fia.
Koneksi cepat berpikir nya pun langsung gercep.
"Aku hamil?" tanya Fia untuk meyakinkan pendapatnya.
"Iya sayang."
Dengan senang nya dia memeluk tubuh Fajar.
"Fi... Fi... kamu keberatan nahan tubuh aku.'' ucap Fajar saat Fia memeluk tubuhnya dalam posisi berbaring.
"Tapi kamu gak masalah ay?'' tanya Fajar karena takut Fia belum siap untuk hamil.
__ADS_1
"Apa sih? masalah apa? justru aku seneng." sahut Fia.
''Kamu serius ay.'' selidik Fajar menegaskan jawaban Fia.
''Wanita mana ay yang hamil gak bahagia?'' ucap Fia yang bangun dari posisi tiduran nya.
''Aku tuh punya suami ganteng terus kaya. Wajib hukumnya aku harus punya anak. Apalagi kalo Tuhan sudah memberikan anak. Udah tugas aku merawatnya dan tugas mu menjaga kami."
''Emmmm, Fi. Aku terharu kamu dewasa banget.''
''Aku juga kan punya pasangan yang dewasa ay. Jadi please jangan bersikap seperti tadi.'' pinta Fia.
'Iya juga sih. Gue curiga apa lagi? takut apa lagi? Fia udah janji enggak bakalan ninggalin gue. Tapi ngapa hati gue tetep aja gelisah ya?' batin Fajar.
Menatap wajah Fajar dengan seksama membuat Fia tahu bahwa suaminya itu masih belum bisa memberikan sedikit kepercayaan pada dirinya.
Cups.
Kecupan manis mendarat di keningnya Fajar pun Fia lakukan. Respon Fajar melihat wajah istrinya. Ia sadar bahwa Fia sudah sepenuhnya sayang dan cinta sama dirinya. Tapi isi kepala dan hatinya kenapa masih belum percaya seutuhnya jika Fia berada di luar rumah.
Pelukan hangat Fajar rasakan dari Fia.
''Eh eh eh kamu mo kemana?'' tanya Fajar saat Fia menurunkan ke dua kakinya dari tempat tidur.
''Kamu duduk aja biar aku yang bikinin kamu nasi goreng. Okeh orang hamil muda jangan capek-capek.'' peringatan fase satu untuk Fia.
''Iiiiih, so sweet banget sih laki gue. Memang dia tuh cute abis dari dulu pacaran sampe sekarang. Sayang aja dia tuh posesif banget. Sampe susah gerak sama napas serba salah. Nasib nasib. Huft.'' keluh kesah tentang Fajar.
Sambil menunggu sang suami membawakan nasi goreng spesial buatan nya. Fia memutuskan untuk memejamkan mata nya sebentar.
''Akhir nya rencana gue bikin Fia hamil sukses. Kalo udah begini kan aman gue. Gak bakalan ada satu laki-laki yang ngelirik dia. Anak gue jadiin senjata tajam gue buat laki-laki yang coba-coba deketin Fia. Kalo udah lahiran nih anak. Gue bikin lagi, selusin dah gue bikin." oceh Fajar yang seneng rencananya sukses.
Nasi goreng buatan Fajar pun sudah jadi dengan sangat sempurna untuk Fia. Membawa makanan ke dalam kamar secepat mungkin agar Fia tidak lama menunggu.
Tapi sayang istri kesayangannya sudah tertidur lelap. Tidak tega hati untuk membangunkan nya. Melihat wajah Fia membuat Fajar tidak menyangka bahwa murid yang dulu dia tidak sukai menjadi istrinya. Kalo mengingat kenangan masa-masa Fajar menjadi guru pengganti sementara dulu. Emosi Fajar sama Fia pun bejibun.
''Aku gak nyangka cewek bar-bar kayak kamu sekarang jadi istri ku yang hobi balapan lah. Gak bisa masak lah. Sampe-sampe aku bisa-bisanya suka sama cewek kayak kamu Fi. Tapi aku bersyukur karena kamu, aku bisa ngerasain hidup yang indah. Kamu cewek yang bisa bikin aku sesayang ini sama kamu. Gak kebayang kalo sampe kamu pergi meninggalkan aku." ucap Fajar sambil menatap wajah istrinya.
''Kayak nya itu gak mungkin terjadi deh.'' sahut Fia yang sebenarnya sudah terbangun saat Fajar membuka pintu kamar.
__ADS_1
''Eish, kamu bilang dong kalo udah bangun. Nih nasi goreng spesial buatan aku untuk istri tercinta ku.'' ucap Fajar sambil mengambil nasi goreng dimeja samping kasur pas tadi dia taruh.
''Cium.'' pinta Fia.
''Makan dulu sayang.'' jawab Fajar karena takut Fia lapar dari tadi.
''Gak mo cium dulu pokoknya.'' pinta Fia yang sedikit memaksa.
Tanpa perlu menunggu lama Fajar menuruti keinginan Fia. Ciuman manis Fajar berikan untuk Fia.
''Aku sayang kamu.'' ucap Fia dengan memeluk tubuh Fajar.
Tak lupa Fia selalu memastikan suara jantung Fajar. Dirinya yakin pasti jantung suaminya itu berdetak kencang.
''Aku jauh lebih sayang sama kamu Fi.'' balas Fajar sambil usap-usap kepalanya Fia.
Suapan demi suapan Fajar lakukan untuk Fia. Tanpa terasa suapan terakhir.
''Aku perlu penjelasan tadi ay.'' pinta Fajar.
'Aish gue pikir kelar ternyata beloman. Gini amat ya punya laki cemburuan.' batin Fia.
Tanpa perlu panjang kali lebar kali tinggi soal penjelasan. Fia lakukan secara singkat dan jelas.
Bukan Fajar namanya kalo menerima begitu saja penjelasan Fia. Pikiran negatif dari pihak laki-laki itu pasti menginginkan untuk bisa memiliki istrinya.
''Kalo gitu kamu kuliah online mulai besok.''
''What's?'' kaget Fia.
''Ya kuliah online aku bilang? masih belom denger?'' ucap Fajar.
'' Ya ampun ay. Aku lebih suka kuliah dateng ke kampus.'' rengek Fia.
'' Gak bisa sayang inget anak kita. Kalo kamu kejadian kayak tadi gimana.'' jurus mengalihkan pandangan Fia agar tidak terlihat kalau Fajar sebenarnya cemburu mendengar kata napas buatan.
Rasa ingin ******* abis bibir Fia dia hapuskan dari pikirannya. Dia takut Fia membenci sifat cemburunya yang berlebihan.
''Iya juga sih. Oke deh kalo gitu.'' sahut Fia yang memikirkan tentang kandungan nya. Dia pernah dengar kalau kandungan dalam usia muda itu sangat rentan dan harus dia jaga baik-baik.
__ADS_1
'Cakep. Kalo gini istri gue aman dari para lelaki muda.' bangga rencananya Fajar terlaksana tanpa mesti memaksa Fia.