guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Gara-gara Persyaratan


__ADS_3

Suasana hati yang gelisah membuat Fia berulangkali mengecek handphone miliknya, berharap Fajar menghubungi dirinya. Pasalnya sejak kejadian rencana kencannya untuk piknik berduaan gagal membuat Fia sangat menghawatirkan kondisi Fajar yang sampai saat ini tidak ada kabar sedikitpun.


Fia ingin menelpon Fajar tapi takut mengganggu aktivitasnya. Sudah hampir tiga hari Fia menelpon kantor bahkan ke ponsel miliknya Fajar selalu dijawab oleh orang lain, entah sopirnya, pembantu rumahnya, seketarisnya, bahkan sampai office boy di kantornya. Menghilang bagaikan di telan bumi disaat Fajar seakan mendeklarasikan bahwa dirinya tidak akan memaksa bahkan merajuk untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dari Fia.


Flash Back


Fia terdiam dan menangis tanpa suara.


"Satu hal lagi yang mesti kamu ingat dan sudah pasti kamu tau alasan apa aku ingin cepat-cepat bisa nikahin kamu. Karena aku takut kamu meninggalkan aku demi laki-laki yang seumuran sama kayak kamu. Aku juga takut aku enggak bisa menahan diri dari ..."


"Dari apa?" tanya Fia yang penasaran.


"Lah, kok aku pake sepatu kamu. Terus kamu pake apa?" ucap Fia yang bertanya lagi ke Fajar.


"Nah, sekarang kamu naik." titahnya yang sudah membersihkan kedua telapak kaki milik Fia dengan kemeja yang tadi Fajar kenakan. Sekarang Fajar menawarkan diri untuk menggendong Fia setelah memasangkan sepatu kets yang tadi Fajar kenakan kini sudah dipakai oleh kakinya Fia.


"Mickey." rajuk Fia untuk mengetahui alasan apa yang membuat Fajar menahan dirinya selama mereka bersama.


"Hem."


"Kenapa kamu enggak jawab pertanyaan aku barusan," tanya Fia setelah melingkarkan kedua tangannya dilehernya Fajar.


"Jawab dong, ay."


Fajar masih membisu.

__ADS_1


"Ay, aku pengen tau. Please jawab." Fia memohon.


"Kamu mau beneran pengen tau?" Fajar balik bertanya kepada Fia.


Hanya anggukkan kepala yang menandakan bahwa Fia benar ingin tahu alasan apa yang membuat Fajar tidak bisa menahan diri kepadanya.


"Kamu selalu membuat aku semakin tidak bisa menahan diri Fi, dari rasa ketakutan, rasa khawatiran dan rasa ingin yang berlebih."


"Maksudnya?"


"Hem, kamu tahu enggak alasan aku ingin cepat-cepat nikah sama kamu."


"Tau kok."


"Apa coba?"


"Itu cuma alasan semu Fi." tegas Fajar dengan nada lirih sambil terus berjalan menggendong Fia bagaikan tukang jamu dengan nyeker.


"Terus karena apa?" tanya Fia yang penasaran, kalau bukan karena itu kenapa Fajar selalu menyebutkan kalimat itu sering kali kepadanya.


"Pernah gak kamu berpikir kenapa aku ingin menjadikan kamu istriku?" ucap Fajar lirih.


"Karena kamu cinta sama aku," jawab Fia dengan simpel.


"Bukan itu Fi."

__ADS_1


"Pasti karena Rio," jawab Fia setelah mengingat bahwa awal pertemuan dan kedekatannya dengan Fajar dikarenakan permintaan Rio dan juga di sebabkan insiden-insiden yang melibatkan dirinya dengan Fajar.


"Bukan itu juga."


"Terus karena apa dong kalo bukan karena cinta sama Rio yang ingin aku jadi mama nya dia, jadi alasan apa yang membuat kamu ingin menikah dengan aku?" tanya Fia yang penasaran.


Fajar pun tidak bergeming dengan pertanyaan Fia. Dirinya hanya fokus membuka pintu mobil agar mereka bisa masuk dalam mobil.


"Kok kamu gak jawab sih." kesal Fia yang dibuat Fajar seakan jadi hantu yang sedang gentayangan karena mati penasaran.


"Karena pertanyaan dan penasaran kamu enggak bisa aku yang jawab, sebab kamu pasti tau jawabannya," jelas Fajar.


"Sekarang kita pulang ya kerumah kamu."


"Kok pulang? kita gak jadi ngedate? katanya kamu mo kencan kali ini nuansa piknik kayak impian kamu."


"Next time ya."


"Why?"


"Aku kurang tidur. Ingin istirahat."


"Oh, oke." singkat Fia menjawab permintaan Fajar.


Lain dengan isi hatinya yang sudah menahan emosi. Kekesalan Fia rasakan amat teramat, siapa dan cewek mana yang tidak emosi. Mempersiapkan bekal makanan untuk kencan pikniknya dengan cowoknya sendiri. Dandan dan menggunakan dress simpel untuk menarik perhatian cowok sendiri. Tapi semua gagal tidak sesuai harapannya yang sudah dibayang-bayangkan dari semalaman suntuk.

__ADS_1


Flash Back End


__ADS_2