guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Mencoba Memahami


__ADS_3

Sekarang Fia sudah berjalan cukup jauh sejak ia turun dari mobilnya Fajar. Fia berjalan dengan cepat yang sebenarnya ia pun tidak tahu akan pergi kemana.


Ponsel yang Fia genggam langsung ia dinonaktifkannya. Fia masih merasa kesal ketika melihat bahwa tidak ada sedikitpun pesan masuk dan telepon dari Fajar.


'Keterlaluan banget sih nih orang, ngejar gue juga enggak. Boro-boro ngejar gue, SMS sama nelpon aja enggak sama sekali. Bener ya kata orang, lebih baik di cintai daripada mencintai. Gini nih rasanya mencintai sakit minta ampun,' ocehan yang terlontar dari mulut Fia tanpa ia sadari dimana posisi dia sekarang.

__ADS_1


'Capek juga gue jalan. Ini dimana ya? Au ah pegel kaki mana nyeker lagi gue. Bodoh sekali Fia dirimu, melarikan diri tanpa bawa apa-apa. cuman handphone doang. Udah gitu Lo berharap pak Fajar ngejar Lo. Mimpi Lo ketinggian, liat kan nyatanya jangankan ngejar kepikiran gue kenapa-kenapa dijalan juga enggak bakalan terjadi,' ocehannya yang kesekian kalinya tanpa terhitung. Bila orang lain liat mungkin Fia disangka orang gila yang ngomong sendiri.


'Ya, Tuhan kenapa gini amat sih. Baru aja aku seneng bisa punya pacar. Tapi kenapa pacar aku enggak mau ngertiin mau nya aku sih. Kan aku mau kayak cewek-cewek yang lainnya. Bisa kuliah terus pulangnya dijemput pacar. Abis itu nyari kerjaan yang cocok sama jurusan kuliahku nanti ditemenin sama pacar biar kayak film-film biar so sweet. Terus kalo udah kerja kan kita ngumpulin uang buat tunangan . Abis itu nyari lagi uang yang banyak buat kita nikah. Masa gitu aja pak Fajar gak ngerti sih. Bodo ah mang bukan jodoh kali kita. Apa jodoh gue nanti pas gue kuliah ada senior kampus yang ganteng naksir sama gue. Hem apa jangan-jangan Adit kali jodoh gue. Ya kali jangan-jangan beneran Adit nih kan dari kecil sampe gue gede begini dia kan selalu ada sama gue. Apaaaaa ..."


"Aaaaaaaaaaa...aaa...aaa."

__ADS_1


Fia tak menjawab sedikitpun pernyataan dari Fajar sepatah katapun. Aksi ngambek ala Fia dilakukan oleh Fia saat itu juga.


"Kamu tahu enggak, kenapa aku bilang aku enggak butuh itu. Ya, kamu liat gimana aku, dan berapa usia aku. Fi, tanpa kamu kuliah aku bisa kok ngajak kamu kemanapun kamu mau. Tanpa kamu kerja aku juga bisa ngadain acara tunggu kita seperti apa yang kamu mau. Tanpa harus kamu kerja lama juga aku masih mampu untuk nikahin kamu, sayang. Tapi kalau kamu pengen ngejalanin semua keinginan kamu itu. Apakah kamu mau di saat kita menikah aku sudah bertambah tua? kamu yakin bahwa kamu akan tetap mau ngejalanin hubungan sama aku? disaat nanti kamu kuliah akan ada banyak cowok-cowok muda dan gantengnya lebih dari aku?" tanya Fajar dihadapan Fia yang sudah jongkok sambil membersihkan kedua kaki milik pacarnya dengan kemeja putih yang dikenakan oleh Fajar karena ia mengenakan kaos hitam berala fashion anak muda untuk mengimbangi penampilan Fia yang masih muda.


Fia terdiam dan menangis tanpa suara.

__ADS_1


"Satu hal lagi yang mesti kamu ingat dan sudah pasti kamu tau alasan apa aku ingin cepat-cepat bisa nikahin kamu. Karena aku takut kamu meninggalkan aku demi laki-laki yang seumuran sama kayak kamu. Aku juga takut aku enggak bisa menahan diri dari ..."


"Dari apa?" tanya Fia yang penasaran.


__ADS_2