guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Latihan


__ADS_3

Suasana yang sepi menyelimuti seluruh sekolah . Dimana jam pelajaran dimulai .


Bel pulang sekolah pun berbunyi , tak lama kemudian menandakan bahwa jam pelajaran telah usai .


Teeeetttttt ....


"Fi , mo ikut latihan gak sama kita-kita."ajak Adit ke Fia untuk latihan basket.


"Emmmm , kuy lah . Kebetulan nyokap bokap gw balik malem . Udah gitu Rio juga lagi di ajak Oma nya keluar kota ."sahut Fia yang antusias bila membahas latihan basket.


"Gw juga ikutan dong."ucap Mira.


"Mang Lo bisa maen basket Mir?"tanya Bimo ke Mira .


"Hehehehe , gak sih gw cuman bisa nontonin aja ."jawab Mira sambil cengengesan.


"Ya udah ikut aja Mir ."ucap Fia dan Adit bersamaan .


"Ciat ... Ciat ... Kompak amat cuy ngajak nya . Apa jangan-jangan kalian juga ada rasa yang sama lagi . Hehehehe ."ledek Bimo ke Fia dan Adit .


Adit pun yang gak terima atas ledekan nya Bimo . Membuat dia menoyor kepalanya Bimo dengan tangan nya sendiri.


"Jangan ngasal Lo Bim kalo ngomong."ucap Fia rada nyolot ke Bimo .


Setelah perdebatan antara Fia , Adit dan Bimo berlangsung . Mengakhirinya dengan tawaan dimana Mira yang menunjukkan sifat oneng nya saat perdebatan mereka bertiga berlangsung sirna begitu saja dikarenakan oleh Mira .


Fajar yang hendak ingin pergi ke kantor nya karena ada meeting bersama kliennya . Melangkah kan kaki menuju parkiran secepat mungkin .


Tapi dirinya mendapati sosok wanita yang dia cintai lagi berjalan bersama laki-laki lain . Memang dirinya sudah tau jika laki-laki itu Adit . Sahabatnya Fia dan juga salah satu murid nya , tapi entah kenapa jika melihat mereka berdua membuat hati Fajar ingin memisahkan kedekatan mereka berdua.


Fajar yang tak kuasa menahan rasa kekesalannya atas rasa kecemburuan yang teramat sangat besar terhadap Fia . Memutuskan untuk memanggil Fia .


"Fia."panggil Fajar dengan nada keras dan tegas .


Fia serta Adit , Mira dan Bimo pun menengok ke belakang . Untuk memastikan siapa yang memanggil namanya Fia dengan begitu lantang .


"Fi , kaya nya Lo dipanggil pak Fajar dah ."ucap Adit .

__ADS_1


"Ada apaan ya gw Ampe dipanggil segala ?"


"Mo dihukum kali Lo fi."ucap Bimo.


"Mang gw bikin salah apaan ? Perasaan gw gi lempeng gak bikin ulah deh ."


"Ya elah fi , Lo kaya gak tau aja pak Fajar gimana sama Lo . Kan Lo sering banget dihukum sama dia ."ucap Mira mengingatkan .


Ucapannya Mira membuat Fia berpikir , benar juga yang dibilang sama Mira . Akhir-akhir ini Fajar selaku guru dan kekasihnya selalu memberikan Fia hukuman hanya karena hal sepele . Apa pun itu membuat Fia kesel jika mengingat kembali atas hukuman yang diberikan oleh Fajar tadi pagi .


Cuma gara-gara Fia lupa membawa pulpen dia meminjam pulpen sama Adit . Dia hukum dengan alasan jika Fia murid yang tidak niat sekolah . Hanya gara-gara pulpen Fia mesti membersihkan ruangan nya Fajar sampai mengkilap.


"Fia ."panggil Fajar kedua kalinya.


"Samperin sana kita tunggu di lapangan ya fi."ucap Bimo karena gak enak sama personil lain nya yang udah pada nungguin pikir Bimo .


"Bareng aja Bim sama Fia ."saran Adit .


"Gak usah dit , Lo Lo pada duluan aja tar gw nyusul kok ."ucap Fia.


"Bener ya . Awas boong ."ancam Adit .


Fia pun berjalan menghampiri Fajar dengan tanda tanya besar dikepala nya .


"Ada apa pak ?"tanya Fia .


"Kamu mo kemana sama mereka ?"


"Oh mo nonton latihan basket pak ."jawab Fia dengan jelas.


"Gak bisa kamu mesti pulang kan orang tua kamu pulang nanti malam."titah Fajar ke Fia . Agar Fia tidak melihat cowok selain dirinya . Kalo Fia nonton latihan basket yang ada Fia bisa kecantol sama daun muda yang seumuran Fia . Bisa-bisa Fajar di hempaskan gitu aja sama Fia , batin Fajar.


"Tapi kan masih lama pak . Masih siang ini , masih ada waktu buat nonton latihan basket pak ."


"Gak boleh."


"Please."ucap Fia memohon kepada Fajar dengan manja .

__ADS_1


"Gak boleh ya gak boleh . Ngerti gak sih kamu kalo dibilangin ."jawab Fajar dengan nada bicara yang meninggi beda sama yang di awal tadi.


"Kok gitu sih pak?"


"Mending kamu aku anter pulang ."


"Lah bukan nya bapak bilang nanti siang ada perlu."


Oia kan gw mo meeting sama klien , sial kalo gini bikin galau . Mana tuh klien gak mau kalo bukan sama gw meeting nya . Tapi masa iya gw biarin cewek gw ngeliatin cowok-cowok latihan basket sih . Batin Fajar dalam hati nya.


"Bapak tenang aja kali pak , saya kan ada Adit , tar saya pulang bareng sama dia ."ucap Fia menjelaskan ke Fajar.


Melihat Fajar tak menjawab ucapan Fia . Dan terlihat sedang melamun . Fia pun mencoba menghentikan Fajar dari kelamunan nya .


"Pak ."


"Pak ."


"Ets dah bengong lagi nih orang . WOI ."


"Apaan sih fi , kamu teriak begitu ke aku . Bikin kaget tau ."sahut Fajar yang kaget mendengar suara Fia yang rada tinggi karena dirinya yang sedang berpikir keras bagaimana jalan cerita nya agar wanita yang dia sayangi tidak terkontaminasi oleh pemandangan laki-laki selain dirinya .


"Ya abisan bapak pake bengong . Kenapa mikirin aku ya ? Takut aku nyangkut sama anak cowok-cowok yang latihan basket ya ?"ucap Fia yang ingin meledek Fajar awalnya dengan asal .


"Iya , saya gak suka kamu liat-liatin cowok selain aku . Aku gak rela kalo mata kamu ternodai dengan melihat cowok-cowok lain selain aku ."jelasnya Fajar.


Fia kaget mendengar ucapan Fajar barusan . Jadi Fajar orang yang gampang cemburu . Pantes aja Fia selalu dihukum . Ternyata dia tuh cemburuan . Astaga gini ya rasanya pacaran , kalo kayak gini rasa nya nyaman jomblo . Bikin serba salah deh batin Fia .


Inilah alasan dulu dia tidak mau pacaran karena takut merasakan hal seperti ini . Persis seperti yang diceritakan teman-teman ceweknya yang kesel jika pacar sendiri cemburuan gak jelas karena hal sepele .


Kini Fia harus merasakan hal yang pernah teman-teman nya rasakan . Fia hanya bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah berpacaran dengan guru nya sendiri . Ya walaupun status nya di paksa harus pacaran dengan Fajar bukan berarti membuat dia tidak menghargai perasaan Fajar gitu aja.


Cuma satu-satunya jalan yang bisa membuat Fajar tidak berpikir macam-macam tentang nya . Fia pun berusaha menyakinkan Fajar kalo dia tidak akan menyukai cowok mana pun . Fia hanya akan berusaha menyukai Fajar seorang . Itulah yang Fia praktek kan ke Fajar . Gak sia-sia selama ini dia menonton drama Korea . Kini bisa membuat Fajar luluh .


Mendengar ucapan Fia , Fajar pun senang dan tenang. Bahkan membuat dirinya lupa jika dia kini masih berada di sekolah karena dia langsung mencium kening Fia sekilas sambil memeluk tubuh mungil nya Fia .


Fajar pergi untuk meeting setelah mendapat kan ketenangan hati dari Fia . Fia pun menuju ke lapangan untuk menonton dan latihan basket bersama team basket yang akan ikut tanding dan lain nya .

__ADS_1


Hanya kata-kata Fia yang terngiang-ngiang di telinga Fajar "Aku gak akan tertarik sama laki-laki manapun sayang . Kalo aku udah punya pacar yang jauh lebih ganteng , pinter , terus yang pasti berpengalaman dan yang paling penting kejantanan nya sudah ada bukti nya . Aku lebih suka sama yang udah teruji ."


__ADS_2