
Terkadang mimpi lebih manis daripada kenyataan. Pait bagaikan kamu punya pacar yang udah berumur tapi kelakuannya kayak bocah ABG. Banyak maunya tapi enggak nyadar akan usianya itu kenyataan yang Fia rasakan.
Beda halnya dengan mimpi wanita diluaran sana memiliki pacar seperti Fajar merupakan anugerah terindah yang tidak bisa di dustakan dalam kehidupan, karena paket lengkap ada didalam dirinya Fajar. Ganteng, tajir, dan yang paling penting terbukti cowok tulen bukan cowok yang suka pake pensil alis. Kayak cowok-cowok jaman now.
💞my future husband💞
malam, my future wife. udah makan belum?
sayang kok gak bales?
kamu tidur ya?
sayang bales dong aku kangen sama kamu.
sayang.
sayang.
sayang.
please bales.
Fia Pratama saya mau kamu bales ya chat saya. kalo kamu gak bales. saya bawa tidur di rumah kamu.
Fia.
Fi.
Yellow.... ye hellowwwwwww
Pesan masuk pun berdatangan ke ponselnya Fia. Pesan dari siapa lagi kalau bukan dari Fajar yang sudah berulang kali mengganti nama kontak di handphone Fia hingga kini menjadi My future husband.
Tok tok tok tok tok tok tok tok.
__ADS_1
Suara ketukan pintu pun terdengar.
Tok tok tok tok tok tok tok tok tok.
Tok tok tok tok tok tok tok tok tok.
"Bentar." sahut Fia yang terpaksa harus bangun dari tempat favoritnya.
"Apaan sih? malem-malem ganggu aku tidur aja deh." kesal Fia yang rutinitas nya terganggu oleh Fajar.
"Kan kita udah buat kesepakatan. Kamu lupa?" ucap Fajar menyuruh Fia ingat akan apa perjanjian mereka berdua yang telah disepakati bersama.
"Iya, aku kan gak kemana-mana seharian ini. Terus salah aku dimana?" tanya Fia yang kini sedang menjalani semua aturan dari Fajar.
"Coba kamu inget lagi! apa yang kamu langgar?" tegas Fajar.
"Apaan? aku ngayap enggak. Makan makanan yang pedes juga enggak. Minum minuman bersoda enggak. Tadi aku juga makannya teratur kok sesuai jam-nya. Jadi salah aku dimana Mickey?" tanya Fia yang memanggil Fajar dengan sebutan Mickey.
Mencoba untuk mengingat kembali apa perjanjian yang telah mereka sepakati bersama. Tapi apa daya ingat Fia sangatlah lemot.
"Auuuuwww sakit. Maen nyentil jidat segala sih. Gak tau apa aku lagi mikir." protes Fia yang tidak terima atas perlakuannya Fajar.
"Kamu kelamaan mikirnya."
"Ya udah kasih tau salah aku dimana nya? Biar aku gak kelamaan mikirnya." sahut Fia yang emosi.
Semua yang Fia lakukan pasti selalu salah dimatanya Fajar. Bahkan bersikap manis dan kemayu pun dipermasalahkan oleh Fajar. Anggapan Fajar bahwa Fia seolah sedang menggoda dirinya.
"Salahnya kamu tuh tidur kenapa gak bilang sama aku. Tau gak kamu aku dari tadi nungguin balasan dari kamu. Aku telponin kamu gak diangkat. Bikin aku khawatir tau gak." uneg-uneg yang Fajar rasakan dari terakhir Fia tak memberikan kabar kepada.
"Ya ampun. Kamu kan tau aku *****. Sekali nempel langsung molor. Kalo aku gak bales chat kamu ya berarti aku udah tidur. Lagian nih ya, rumah kamu didepan rumah aku. kaca jendela aku udah aku kasih gorden transparan biar kamu bisa tau aku ada di kamar atau gak. Belom lagi handphoneku udah kamu pasang alat pelacak. Ya wajar dong kalo aku sampe gak ngabarin kamu sekali aja dalam sehari. Mendingan kamu juga istirahat besok kan kamu harus ngajar, aku juga mo tidur lagi. Lelah tau cuma dirumah seharian." sindir Fia yang jenuh aktivitas kesehariannya dibatasi oleh Fajar.
"Ya untung aku beli itu rumah didepan. Kalo enggak aku beli, gimana aku bisa tau kamu ngapain aja seharian." jelasnya.
__ADS_1
"Em, udah kan kamu udah liat aku nih. Mending kamu balik terus tidur besok kan mesti ngajar para fans kamu disekolahan." sambil mendorong tubuh Fajar kearah pintu keluar.
"Besok kita ngedate ya sayang." pinta Fajar secara mendadak.
"Lah kan besok kamu ngajar." tanya Fia yang tau bahwa besok pacarnya itu memiliki jadwal mengajar di sekolahan nya.
"Aku udah gak ngajar lagi sayang. Kan aku cuma guru sementara disana kamu lupa?"
"Ooo..."
"Kok ooo doang sih?" wajah Fajar menunjukkan bahwa ia kesal melihat responnya Fia yang flat.
"Ya aku mesti gimana? mesti seneng gitu kamu udah gak ngajar lagi."
"Bukan itu yang aku maksud." greget Fajar.
"Terus?" tanya Fia yang masih gak ngerti apa yang Fajar maksud.
"Kamu tuh ya. ABG apa bukan sih? masa pacarnya ngajak ngedate sama sekali diabaikan. Kayak gak seneng gitu kamu pacaran sama aku."
"Okeh kemana kita besok?"
"Siap-siap aja besok jam enam pagi kamu udah harus siap. Jangan lupa siapin bekal buat kita berdua. Sama kamu mesti dandan ala anak remaja umumnya."
"Ala remaja umumnya? maksudnya?" tanya Fia yang sama sekali tidak mengerti perkataannya Fajar.
"Pakai pakaian yang kemarin aku beliin untuk kamu." perintah yang diberikan Fajar membuat Fia kaget.
"Hah?"
"Ya udah aku pulang dulu ya sayang. Jangan lupa besok kita kencan."
Cup.
__ADS_1
Ciuman manis yang mendarat di keningnya Fia.