
Acara dansa berlangsung lama, suasana hening selama Fia berdansa dengan laki-laki yang ia tidak kenal. Percakapan satu sama lain terjadi? pastinya tidak. Hanya gerakan dansa yang Fia lakukan selama berhadapan dengan itu laki-laki.
"Yo... Yo... Yo... guys. Sorry banget nih musik gue stop sebentar. Tapi kalian jangan kecewa, karena apa? Acara yang paling dinanti-nanti yaitu sekarang bertukar pasangan dansa kalian dari yang sebelumnya. Dan saat musik berhenti kalian bisa mencium kening pasangan yang berada didepan kalian, sambil melepaskan topeng diwajah masing-masing. Gimana setuju dengan ide dadakan ini ?" ucap seorang laki-laki yang bertopeng dan tidak tau juga siapakah dia. Memecahkan keheningan yang terjadi diantara Fia dengan laki-laki tersebut.
Didalam kepalanya Fia banyak hal yang ia pikirkan. Bagaimana jika Fajar melihat dia dengan laki-laki lain? Siapa laki-laki didepannya? Kenalkah dia dengan laki-laki tersebut?
"Are you ready guys. Ini saatnya untuk membuat kenangan terindah di masa remaja kita guys. Gue itung mundur ya siap-siap musik berhenti kalian cium kening pasangan yang ada di depan kalian. Oke."
"Tiga... Dua... Satu..."
Bibir yang mendarat di kening manisnya Fia. Kini Fia rasakan, dirinya mencoba untuk mengetahui siapa laki-laki didepannya itu. Mengapa dia memaksa untuk mencium keningnya. Padahal Fia udah mencoba untuk pergi meninggalkannya. Tapi apa daya kekuatan laki-laki memang lebih besar dari pada perempuan. Langkah kaki Fia yang tertahan olehnya. Membuat dirinya sadar bahwa apa yang akan terjadi nanti jika Fajar mengetahui apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Momentum yang tepat sudah dilakukan oleh semua murid. Membuka topeng dari wajah masing-masing pasti dilakukan oleh semua, hanya untuk menjawab rasa penasaran mereka semua. Siapa pasangan mereka yang sudah mencium kening masing-masing.
"Eh, mo kemana Lo?" Fia coba bertanya kepada laki-laki tersebut tanpa membuka topeng diwajah Fia.
"Lo gak perlu tau siapa gue." singkatnya dalam menjawab dan pergi meninggalkan Fia tanpa membalikkan badannya.
Fia berlari mencoba untuk mengejar laki-laki tersebut. Menyusuri setiap jalan dan menatap ke setiap koridor. Kakinya terus melangkah, selama pencarian ia tak menemukan sosok laki-laki yang telah berdansa bersamanya. Fia pun mengerutuki dirinya sendiri.
Fia mengamati sekeliling. Banyak orang yang beberapa sudah keluar dari ruangan Promnight dengan pasangan masing-masing. Sampai akhirnya dia menemukan tatapan tajam yang tertuju kepada. Membuat bulu kuduk berdiri. Siapa lagi kalau bukan tatapan mata dari Fajar yang menatapnya dengan begitu sinis.
"Cari siapa kamu?" tanya Fajar yang berdiri di koridor sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah Fia.
__ADS_1
Keinginan Fia untuk menjawab pertanyaan yang sudah dilontarkan oleh Fajar. Membuat Fia bisu sesaat, ia pun berusaha sebisa mungkin untuk menghindari tatapan matanya Fajar. Fia juga berpikir untuk menjawab pertanyaan dari Fajar, itu tidak akan bisa membuat Fajar diam saat mendengar jawaban yang terucap langsung dari mulut asli Fia. Tambah kepo itu pasti, kepo maksimal akan terjadi jika Fajar tidak mendapatkan jawaban yang menurut dia masih logis.
"Kenapa bengong? Lagi nyari cowok yang lebih muda dari saya? sampe celingak-celinguk gitu nyarinya."ucap Fajar yang kesel karena cemburu.
Kecemburuan yang Fajar perlihatkan bukan tanpa alasan. Laki-laki mana yang terima saat pasangannya celingak-celinguk mencari seseorang dengan tatapan mata yang serius. Apalagi kalau dilihat lagi, diruang dan hampir di koridor terlihat jelas laki-laki yang bertebaran di setiap jalan koridor sekolah.
Menurut Fajar, Fia sudah berani melakukan hal yang sama sekali ia tidak suka.
'Baru ditinggal sebentar aja dia udah nyari nyari cowok laen lagi. Enggak bisa dibiarin nih. Kalo gini ceritanya dia kuliah w mesti yang jadi dosennya. Kalo enggak gitu, cewek gue bisa berpaling ke daun muda. Berabe urusannya. Serba salah, mo bikin bunting duluan takut dia gak sayang sama gue. Malah tar dia benci sama gue. Mo nikah cepet, orang tuanya belum ngijin gara-gara belum yakin Fia cinta sama gue. Ah jadi kesel sendiri gue.' batinnya Fajar.
Fia pun menyadari bahwa Fajar sedang melamun. Entah apa yang Fajar pikirkan. Tapi helaan nafas yang Fajar hembuskan terdengar jelas bahwa ia sedang melamun.
__ADS_1